Resep Kue Putri Salju

Mau lebaran niih ceritanya, jadi biasanya pasti deh Mama minta dibuatin kue kering.

Hmmm kue kering-ku kata Mama tuh enak, tapi aku belum PeDe mau dijual, soalnya masih belum bisa bikin bentuk kue kering yang konsisten indahnya 😀 Biasanya nih batch pertama rapi, makin lama makin gak keruan bentuknya, antara udah capek dan malesnya muncul … hihihi.

Sudah bikin nastar, sagu keju … hmmm yang belum si Putri Salju. Kali ini aku pengen coba resep yang baru. Sebelumnya, aku sudah pernah bikin Putri Salju pakai resep NCC. Enak banget!

Tapi masalahnya buatku adalah kok ya walaupun adonannya sudah dimasukkan ke kulkas, tetap saja lengket dan sulit dicetak. Aku sudah coba pelajari semua step, tapi tetap saja adonan Putri Saljuku lengket dan sulit dicetak.

Akhirnya karena tak bisa dicetak pakai cetakan bulan sabit itu, Putri Salju dengan resep NCC seringnya aku pulung dengan tangan saja 😀 — dan karena sudah cukup manis, aku tidak lagi menabur dengan gula donat, tapi aku celup ke dark cooking chocolate cair, hehehe. Lain kali aku posting cerita bikin Putri Salju kejebur Coklatnya ya… 🙂

Naah ini hasil tanya Paman Gugel, resep Putri Salju di blognya Arfi (sourcenya dari Dessert magazine, issues 5, p.73) yang foto-foto kuenya selalu bikin ngiler dan bikin ngiri (kok daku gak bisa-bisa yaaa motret secantik Arfi :D)

Ingredients

225 gram butter, unsalted (bekukan terlebih dahulu)
285 gram terigu, ayak (kalau mau disangrai terlebih dahulu lebih bagus, aku sih nggak –males.com)
15 gram susu bubuk full cream
1-2 sendok makan gula halus
125 gram kacang mete, cincang kasar atau cincang halus kalau mau kuenya lebih meleleh di mulut
¼ sendok teh vanilla extract (gak boleh ganti dengan vanili bubuk yaa)
Gula halus atau gula donat untuk taburan

How-To:

Panaskan oven suhu rendah 140C. Pasang baking paper di cookie sheet atau loyang datar. Kalau mau serius bikin kue kering, sebaiknya memiliki loyang khusus untuk kue kering. Bentuknya seperti lempeng saja, jadi tidak ada dinding loyangnya. Aku beli di TBK Rossy. Gak tau deh di TBK lain ada atau tidak.

Kocok mentega dan gula sampai putih (pastikan mentega dingin supaya kocokan mentega tidak sampai berminyak – ini bisa bikin kue kering jadi mengembang tidak karuan). Masukkan terigu dan susu dengan cara diayak, aduk rata. Masukkan kacang mete dan vanila extract. Aduk rata.

Adonan sudah siap! Tidak perlu dimasukkan ke dalam kulkas, sudah siap untuk dicetak pakai cetakan bulan sabit, bulan purnama atau bintang kejora … 😀

Setelah dicetak, panggang sekitar 15 menit (atau sesuaikan dengan oven masing-masing ya!). Cara mengetahui kue ini sudah matang atau belum, coba tekan dengan jari (hati-hati panas!), kalau kue sudah terasa keras dan tidak membal (hmm, ini apa istilah resminya ya?) maka berarti kue sudah matang.

Setelah kue agak mendingin, gulingkan di gula donat atau gula halus sampai tertutup rata. Siap santap!

Apa beda gula donat dan gula halus biasa? Gula donat itu lebih putih dan ada rasa dingin-dinginnya gitu kalo dimakan. Di TBK biasanya tertulis gula donat. Tapi kalo gak ada, pake gula halus biasa aja. Kalo aku di foto ini pakai gula yang aku blender sendiri, makanya jadi rada kekuningan … yang penting enaak!

Artikel Lainnya:

%d bloggers like this: