Resep Klappertaart Cheese Goldoven

  • 301
  •  
  • 3
  • 100
  •  
  •  
  •  
  •  
    404
    Shares

Mungkin banyak yang sudah tahu juga bahwa aku sempat berjualan kue secara online. Merek jualan yang aku gunakan adalah , bukan Cakefever. Cara berjualan yang aku lakukan adalah 100% melalui online, tanpa outlet dan bahkan tanpa promosi sama sekali. Semua pesanan dikerjakan berdasarkan order, sehingga tidak ada kue retur.

Tapi selanjutnya selain berjualan online, aku juga pernah menjadi pemasok kue salah satu Bakery di Jakarta Timur. Dari situ aku belajar bahwa memiliki toko offline artinya harus memperhitungkan retur kue atau kue yang tidak terjual. Sesuatu yang awalnya tidak pernah aku alami selama berjualan online.

Dan setelah menjalani konsep jualan online dan offline, di tahun 2016 ini aku memutuskan untuk berhenti (mungkin sementara) dari berjualan kue. Alasan utamanya memang karena kesulitan membagi waktu antara pekerjaan di kantor, pekerjaan di rumah dan waktu bersenang-senang hahaha. Pada akhirnya kita memang harus memutuskan mana yang jadi prioritas dan mengesampingkan yang lain.

Kalau kebanyakan teman-temanku yang tadinya pegawai lalu akhirnya memutuskan untuk berhenti bekerja dan fokus di bisnis kuenya, maka aku melakukan yang sebaliknya. Aku memutuskan untuk tetap fokus bekerja dan menjadikan hobiku membuat kue ke arah food blogging dan tidak lagi berjualan kue secara online.

Jadi karena ini cuma perkara menentukan prioritas, aku akan tetap bilang berjualan kue itu menyenangkan loh. Jadi keep selling your cakes yaa …

Dalam tulisan ini dan tulisan-tulisan berikutnya, aku akan share resep-resep kue yang jadi jualanku dulu. Semoga bisa bermanfaat dan bisa menjadi ide untuk teman-teman.

Salah satu jualan best sellerku dulu itu adalah Klappertaart Cheese . Resep dasar Klappertaart Cheese adalah Klappertaart Wilton yang aku touch-up dengan beberapa hal. Buat yang mau mulai jualan , coba deh buat di bawah ini dan tawarkan ke teman-teman. Dijamin doyan!

klappertaart cheese goldoven

Secara komposisi bahan utama tidak banyak perbedaan. Salah satu kunci utama dari resep ini adalah tepung custard. Tepung custard-lah yang akan memberikan tekstur lembut ala puding pada ini. Tepung custard bisa dibeli di Toko Bahan Kue, mereknya yang umum adalah Hercules atau Fino.

Tepung custard memang biasanya digunakan untuk membuat vla atau puding karena sifatnya sebagai pengental. Bahan utama tepung custard adalah tepung maizena. Konon kabarnya tepung custard ini diciptakan oleh seorang suami untuk istrinya yang alergi , sehingga dengan tepung custard ini sang istri tetap bisa menikmati aneka puding, es krim dan lain sebagainya (aaa cocwiitt 🙂

Bahan Klappertaart Cheese Goldoven

1000 cc susu cair Full cream >> bisa UHT atau susu segar. Susu bubuk dicairkan juga bisa, tapi aku merasa kurang mantap bila dibuat dari susu bubuk.

215 gram gulaku kuning >> Angka 215 gram itu angka pas menurutku. Klappertart ini bisa diberi gula dari 200 – 250 gram. Buatku 215 gram itu angka keramat dan gulaku kuning memberikan aroma manis gula yang khas yang tidak bisa diperoleh dari gula putih bersih lainnya.

50 gram tepung terigu
50 gram tepung maizena
50 gram tepung custard

100 gram margarin merek apa saja
50 gram butter merek Hollman >> butter hollman memiliki aroma susu yang sangat kuat dan khas yang akan memperkuat aroma si klappertaart itu sendiri.

5 buah kelapa muda keruk isinya >> memilih kelapa muda untuk isian klappertaart sebenarnya tidak boleh sembarangan. Aku dulu sudah punya langganan tukang kelapa yang pandai memilihkan kelapa muda yang aku inginkan. Kelapa muda itu harus cukup lembut sehingga rasanya lumer di lidah. Tapi juga tidak boleh terlalu lembut sehingga nyaris tidak terasa tekstur kelapanya.

150 gram keju cheddar potong dadu >> keju harus dipotong dadu kecil-kecil sehingga saat digigit akan terasa ada keju di dalamnya. Bahkan untuk pelanggan yang memesan Klappertaart original pun aku tetap menambahkan keju sekitar 50 gram yang aku potong lebih kecil lagi. Keju ini mengangkat rasa klappertaart yang manis dengan tambahan rasa gurih.

50 gram kismis untuk topping >> dari 50 gram kismis, aku akan ambil sekitar 10 – 15 gram yang kemudian dibelah dua atau empat tergantung besarnya kismis. Kismis ini aku masukkan ke dalam adonan klappertaart. Jadi saat kismis di bagian topping sudah habis, masih ada kismis yang tertinggal di dalam adonan. Ohya aku tidak merendam kismis sama sekali untuk klappertaart.

6 butir yang penggunaannya dipisah antara 6 kuning telur yang dicampur ke dalam adonan custard dan 6 putih telur yang akan dikocok kaku menjadi topping klappertaart.

Bahan Topping lainnya:
6 putih telur
4 sdm gula pasir
2 sdm ayak
Bubuk Kayu Manis secukupnya (untuk topping dan dalam adonan)
Kacang kenari yang sudah disangrai atau kacang almond flakes

Cara Membuat Klappertaart

Siapkan aluminium foil diameter 20 cm sebanyak 2 buah atau bila menggunakan ukuran cup sekitar 25 cup.

Campur gula dengan 500 cc susu di panci, lalu didihkan di atas kompor.

Campur semua tepung, aduk rata lalu larutkan dalam 500 cc susu. Susu aku ambil jadi 500 gram di langkah ini, karena akan memudahkan mencampur seluruh tepung ke dalam susu. Setelah seluruh tepung sudah terlarut, tuangkan larutan susu ini ke dalam susu panas secara perlahan sambil terus diaduk. Aduk terus dengan arah yang sama sampai larutan susu dan tepung ini mengental dan terlihat meletup-letup.

Angkat dari api, lalu segera masukkan margarin dan . Aduk rata sampai licin (proses ini melepaskan uap panas dan mendinginkan adonan supaya siap untuk dimasukkan telur).

Masukkan kuning telur satu persatu sambil diaduk balik sampai semua kuning telur tercampur rata. Masukkan sedikit kayu manis bubuk, aduk rata.

Masukkan kelapa muda yang sudah diseduh air panas dan ditiriskan sehingga tidak terlalu banyak mengandung air. Aduk rata.

Masukkan adonan kelapa muda ini ke dalam loyang aluminium foil. Sisihkan. Di langkah ini aku tidak memanggang secara au bain marie seperti yang ada di langkah pembuatan Klappertaart Wilton. Alasannya adalah karena sebenarnya si adonan klapertaart ini sudah matang di panci, proses pemanggangan sebenarnya bertujuan untuk mematangkan topping putih telurnya saja. Itu sebabnya di resep klappertaart yang tidak menggunakan topping putih telur biasanya memang tidak ada langkah pemanggangan.

Untuk membuat topping, kocok 6 putih telur sampai berbuih, lalu masukkan gula dan lanjutkan pengocokan sampai soft peak (tidak terlalu kaku, masih mengkilap dan puncak kocokan putih telur berjambul). Setelah soft peak, masukkan terigu dengan cara diayak agar halus lalu aduk balik dengan spatula besar.

Setelah terigu tercampur rata, topping siap dioleskan. Bisa langsung oles seperti mengoles meringue atau masukkan ke plastik contong besar lalu semprotkan ke permukaan klappertaart.

Taburi dengan kismis dan kacang kenari atau almond serta kayu manis. Panggang dengan cara au bain marie selama 15 menit untuk cup, atau 20-25 menit bila loyang besar. Suhu 180C. Perhatikan permukaan topping bila terlihat sudah sedikit kecoklatan dan kering, sudah saatnya diangkat.
Klappertaart Cheese Goldoven
Klappertaart Cheese Goldoven tahan disimpan selama 7 hari di dalam kulkas di dalam wadah tertutup. Lebih dari 7 hari sebenarnya klappertaartnya sih tidak apa-apa, tapi biasanya embun yang menempel di tutup wadah akan membuat klappertaart menjadi berair dan kismis akan menjadi lembek dan basah.

Selamat mencoba 🙂


  • 301
  •  
  • 3
  • 100
  •  
  •  
  •  
  •  
    404
    Shares

Artikel Lainnya:

  • Santi Mardiana

    Maaf mba fero, sebagai pemula saya ingin curhat. Utk tepung custard kalau saya pakai merk myvla atau tepung vla instant lainnya akan bepengaruh tidak pada rasa & texturenya? Kemudian utk keju apa dicampurkannya barengan dengan kelapa,kenari dan kismisnya?
    Berharap dpt balesan… hihihi?

    • Aku belum pernah coba yang merek myvla, San jadi kurang tahu juga apakah akan sama rasanya. Kalau tekstur tampaknya tidak banyak pengaruh kalau pakai tepung vla instan. Untuk isi, aku memasukkan kelapa dulu, lalu kismis dan keju. Sementara kalau kenari biasanya untuk topping setelah disemprot putih telurnya, San.

  • Rieka Aribowo

    Salam kenal mbak Ferona….Pada dasarnya kan semua bahan sdh matang,,,bisa gak untuk mendapatkan warna yg cantik untuk toppingnya tdk usah dipanggang tp pakai blow torch saja? Terima kasih.,.

    • Aku belum pernah coba rieka, tapi mengingat blowtorch hanya untuk menyoklatkan penampilan, nantinya topping tersebut akan berbeda teksturnya dan bisa jadi malah mencair. Aku tidak merekomendasikan hal ini tapi kalau Rieka mau coba, boleh dishare hasilnya bagaimana 🙂

  • Ok deh, Makacih bund… 🙂

  • Bunda… Punya resep cake rainbow kukus gak.? Kalo berkenan bagi dongk, :D. Ouh iya… Apa bisa buat cake ultah dengan base cakenya rainbow kukus.? Sebelumnya Makasih ya bund… Udh bersedia menjawab. 🙂

  • ijin share thx

  • Ferooooo….tapi buatku mau kan bikinin….eh ini beneran fero bukan hahahaha

  • Join share ya mbak..

  • ijin share ya

  • Di oven dgn sistem apa?msksudnya api atas saja?ato api atas bwh?

  • Fans nya cakefever.. Dari dulu nyontek resep di sini..dari cheesecake, Penylane brownies..dll..thanks for share nga ya mba..barakallah 🙂

  • Ijin share

  • mba, kok cara buat nya campur gula dgn 500 gula pasir, ya… Typo kah?

  • Up

  • Ijin share bunda

  • Izin share