Serunya Berjualan Kue

Sudah bisa bikin kue yang enak? Next stepnya apa nih?

Pertamax! Membuat kue tetap menjadi hobi dan senang karena bisa membuatkan kue yang enak untuk keluarga, sodara-sodara dan tetangga.

Keduax! !

Aku juga yang awalnya tidak pernah terpikir berjualan kue, akhirnya membuka toko kue onlineku yang diberi nama . Jualannya ya kue-kue yang resepnya ada di Cakefever.com ini.

Kata temanku, kue-nya jadi kue Open Source donk? Hahaha. Iya, source-code kue-kue jualanku dibuka ke publik agar bisa dicoba banyak orang dan mendapatkan banyak feedback untuk perbaikan kualitas rasa.

Selain berjualan secara online, aku juga cukup sering mengikuti bazaar.  Karena memang tidak memiliki toko kue dalam bentuk yang sebenarnya, maka ajang bazaar itu sebagai pembelajaran menjual kue secara offline.

Menjual kue di Bazaar tentu berbeda dengan menjual kue secara online. Beda yang paling signifikan adalah jualan online lebih efisien karena hanya berdasarkan pesanan. Aku belanja bahan dan membuat kue sejumlah yang dipesan saja, tidak ada yang tersisa.

Sementara kalau untuk bazaar, aku harus memperkirakan berapa yang akan laku dan kemungkinan tidak laku. Dan semua harus dikerjakan dalam satu malam … phew!

Dan setelah itu, stand bazaar juga harus ditungguin dari awal buka acara sampai tutup. Alhamdulillah beberapa kali bazaar seringkali kue-kueku sudah habis sebelum waktu tutup bazaar.  Namun pegel juga yaa nungguin stand dari pagi sampe sore? Walaupun yang nungguin kebanyakan memang asistenku, aku-nya sendiri lebih banyak kelayapan di area bazaar, sibuk belanja dan cuci mata, hihihi.

Tapi ya kasihan asisten yang nungguin stand ya. Walau itu juga pembelajaran buat para asisten, gini lho rasanya jualan … jadi yang penting dapat pengalamannya. Pengalaman itu adalah guru yang paling hebat!

Baca Juga:  Belajar Jadi Food Stylist

Pertama kali buka tenda, asisten sempat berkecil hati kenapa kok kuenya gak laku. *wink! *wink! itu harus ceria, gak boleh murung dan keliatan gak pede. Aku contohkan menawarkan tester kue yang ada kepada orang-orang yang lewat. Buatku yang penting mereka mencoba dulu rasa kuenya, kalau memang kue-nya enak, money will follow! … hehehe

Dan Alhamdulillah, kue-nya laris manis tanjung kimpul!!

Artikel Lainnya:

%d bloggers like this: