Dekor kue is really not my thing

Aku tidak bisa mendekor kue. Titik.

Tapi selalu ada saja yang bisa membuatku tidak bisa menolak permintaan mereka untuk membuatkan cake yang dihias.

Walaupun aku tolak dengan alasan aku memang tidak bisa mendekor kue, tetap saja masih ada yang berusaha membujuk agar dibuatkan kue dengan hiasan yang “sederhana” saja.

Baiklah.

Dan biasanya setelah mengiyakan, aku pun pening-lah browsing mencoba mencari inspirasi hiasan kue yang “sederhana”.

Di bawah ini adalah hasil karyaku, tepatnya hasil karya setelah tak bisa menolak permintaan pelanggan untuk membuatkan kue dengan dekor semampuku πŸ˜€

Oreo yang dipesan teman untuk ultah. Alamak, karena ini untuk ultah harusnya yang istimewa ya? Sudah kubujuk dan kuarahkan untuk memesan saja dari teman-teman bakul kue lainnya yang lebih jagowan dalam menghias kue, tapi sang teman malah balik membujukku untuk tetap membuatkan kuenya.

Dan karena sudah kehabisan alasan untuk menolak, aku pun mengalah pasrah dan mencoba membuat dekor untuk Oreo Cheese Cakenya. Jadilah dekor sederhana seperti ini …

Ini permintaannya simple, karena cuma minta dibuat tulisan Happy Birthday saja. Tadinya mikir mau dibuatkan pakai cetakan huruf saja. Tapi kejadian akhirnya ternyata aku tak sempat-sempat mengerjakan pencetakan huruf-huruf dengan cairnya. Dan ketika sudah due date, baru panik tralala, ya sudahlah tulis langsung saja pakai tulisan tangan … Hasilnya? Ya begini-lah … hehehe.

Naah ini juga pelanggan yang sering banget memesan dark choco melt yang biasanya berukuran 30x10cm, tiba-tiba minta dibuatkan dengan ukuran 24x24cm dan minta dihias pulak! Alamak!

Permasalahannya adalah si dark choco melt ini kalau dipanggang di loyang besar, bagian tengahnya akan melorot ke bawah dan itu bikin repot kalau mau dihias. Mau dibuat apa coba bagian tengahnya yang melorot itu? Kolam renang? *nyerahdeh*

Akhirnya aku dapat akal untuk membuat permukaannya menjadi rata. Mau tau akalnya? Mau tau aja apa mau tau banget? πŸ˜€

Buat yang mau tau banget, caranya dengan membalik kuenya. Jadi yang bagian dasar kue yang memang rata karena ada loyangnya menjadi permukaan sehingga tinggal aku tuang cair saja. Dan spuit-spuit miring sedikit biar rada cakep-an hehehe.

Baca Juga:  Antara Baking-Blue & Blogging-Blue

Ini lagi-lagi permintaan cake yang minta didekor. Aduh biyung … ini ngerjainnya bener-bener lagi gak mood dan gak cukup waktu mikir dan googling untuk cari contoh dekor simple nan sederhana.

Dan parahnya lagi, aku gak ingat spuit nomor anu ini akan menghasilkan model spuit yang gimana gitu. Karena kuenya sudah ditungguin oleh kurir untuk diantar dan kuenya belum aku apa-apain, alhasil aku comot spuit entah nomor berapa. Dan pas udah aku spuit, langsung mikir lha kok yang begini motifnya? Tapi gak sempat lagi mau diperbaiki … ihiks, ya sudahlah. Gak banyak komentar, ya begini deh jadinya *nyengirpasrah*

Kalau si blueberry cake yang ini sih sebenarnya ini penampilan standar kalo ada yang pesan blueberry cake padaku. Ya begini ini. Karena aku sering gemetaran nervous kalau mesti nyepuit buttercream, maka aku cari aman saja dengan menyusun jeruk mandarin untuk pinggiran kuenya … πŸ˜€

Sharing ini aku tuliskan karena banyak juga teman-teman yang mau mulai jualan kue tapi suka gak pede dengan penampilan kuenya. Wadaaw, jangan cepat gak pede yah… Kue itu yang penting rasanya dulu – menurutku loh. Kan kue itu harusnya untuk dimakan tho? so nomor satu kue-nya mesti enak. Untuk urusan penampilan bisa diperbaiki perlahan sambil jalan. Apalagi kalau kita jualan kue yang memang untuk dimakan, bukan untuk sebagai pelengkap suatu acara, misalnya acara ultah atau pernikahan.

Kalau memang gak berbakat mendekor – macam diriku ini, ya sudah gak usah dipaksakan. Masing-masing orang kan punya jalannya sendiri – gaya ya, sok bijak euy :p

Temukan kelebihan pada kue yang mau dijual. Dan kalau aku yang ditanya, ya rasa kue itu nomor satu. Kalo kuenya rasanya standar, mungkin memang harus diupgrade dari sisi penampilannya. Tapi kalau kue kita rasanya endang bambang gulindang (terjemahan: enak buangettt!), penampilan urusan belakangan … jadi buruan atuh kue buatannya dijual, gak boleh pake alasan gak pede lagi ya πŸ˜‰

Artikel Lainnya:

%d bloggers like this: