Ketika aku baru saja mulai belajar membuat kue (baking), aku tidak terlalu pusing dengan . Boro-boro punya mahal atau free standing cooker, lha oven apa saja yang ada di rumah ya dipakai saja. Oven pertamaku itu ya oven tangkring merek mickey mouse yang aku bawa dari rumah Mama. Dan aku masih sangat ingat pertanyaan pertamaku saat mengikuti kursus membuat cake kepada mba Riana saat itu ketika mba Riana mengatakan bahwa cake dipanggang di suhu 160C. Pertanyaanku, “Bagaimana caranya saya tahu suhu saya 160 C?” — hahaha, iya aku juga pernah punya pertanyaan seperti ini kok di awal belajar bikin kue ๐Ÿ™‚

Dan di tahun 2008, nyari itu gak semudah seperti tahun 2017. Konon cara sederhana mengetahui suhu adalah dengan membuka pintu yang sudah dipanaskan selama 15 menit. Bila begitu dibuka, udara panas langsung menyerbu keluar, itu suhu tinggi sekitar 180 C ke atas. Kalau saat dibuka, kita masih santay, lalu coba memasukkan lengan ke ruang bakar, kalau masih tahan itu berarti suhunya 160 C ke bawah. Kalau terasa panas dan tidak sanggup lama-lama, itu suhunya sekitar 170 – 180 C. Tapi sodara-sodara, plis plis usahakan saja beli ya. Sekarang thermometer oven mudah dicari kok, banyak yang jual online di Tokopedia atau Bukalapak.

Setelah melihat aku cukup serius belajar membuat kue, Mama pun menghibahkan kompor oven / merek Tecnogas karena Mama sangat jarang membuat kue. Kenikmatan membuat kue dengan ini adalah adanya fitur thermostat yang mengatur api oven sesuai dengan panas yang dibutuhkan. Jadi ketika kita butuh panas 170 C, tinggal putar kenop pengatur suhu dan biarkan thermostat membesar dan mengecilkan api oven untu menyesuaikan suhu. Nigmadnyaaah … ๐Ÿ™‚

Setelah bertahun-tahun berlalu, sekarang aku ingin membeli freestanding baru pengganti freestanding Tecnogasku yang lama. Freestanding Cooker Tecnogas ini sudah berumur lebih dari 20 tahun. Kerusakan ada pada thermostatnya, dan sedihnya karena sudah berumur lebih dari 20 tahun, maka tidak lagi ada spare part thermostat tersebut. Kebayang ‘kan, tadinya setel kenop sesuai suhu trus udah deh tinggal nungguin si timer menjerit-jerit sesuai waktu, trus sekarang mesti bolak balik ngintip-in si dari balik kaca oven untuk melihat apakah suhu oven tidak menjadi terlalu panas. Ini seperti kembali ke masa-masa pakai … hiks.

Baca Juga:  Review Freestanding Cooker Tecnogas N3x96G5VC

Lalu kenapa mesti lagi? Alasannya karena keterbatasan ruangan. So jadi mesti freestanding supaya oven dan kompor menyatu jadi satu. Nah kepengennya sih freestanding yang full oven, agar ruang panggangnya tetap lega.

Lihat-lihat freestanding cooker ke Electronic City dan Electronic Solution plus ke Kitchen Art, dan akhirnya pening sendiri. Pening karena akhirnya setelah melihat-lihat, freestanding cooker yang aku inginkan harganya mahaal hahaha …

Tiga merek freestanding yang aku survey adalah Ariston, Tecnogas dan La Germania. Entah kenapa ya Sales yang bertugas di Electronic Solution dan Electronic City itu sangat fasih sekali menjelaskan kelebihan Tecnogas. Sementara ketika aku berkunjung ke Kitchen Art untuk menanyakan La Germania dan Ariston, Sales yang bertugas di situ tidak terlalu meyakinkan saat menjelaskan kelebihan merek Ariston dan La Germania. Mereka hanya menjawab apa yang aku tanyakan dan sama sekali tidak berusaha menjelaskan kelebihan produknya dibandingkan merek lainnya.

Setelah mendengarkan kebutuhanku, Sales Tecnogas menyarankan Freestanding Cooker Tecnogas tipe N3x96G5VC. Ini tipe freestanding cooker full oven. Tidak ada ruangan untuk tabung gas, jadi tabung gasnya nanti diletakkan di luar. Tipe N3x96G5VC ini sudah ada fan atau kipas di bagian oven yang dapat membantu menyebarkan panas rata di dalam oven. Yang menarik lagi adalah kaca di pintu oven terdiri dari dua lapis kaca dan salah satunya bisa dilepas untuk dibersihkan. Wah ini sangat menarik secara kaca oven itu memang harus bening supaya gampang melihat kondisi kue yang dipanggang.

Harganya? mahal sekali maak … #gedubrakbangetdeh. Tapi sudah kebayang, ini kompor pasti akan menjadi semacamnya barang pusaka yang kelak nantinya bisa diwariskan kepada anak cucu-ku secara aku sendiri dapat warisan freestanding cooker dari mama, hehehe.

Oke, karena ternyata harga kompor oven alias freestanding cooker itu mahal sekali, mari kita melihat apa saja sih yang harus diperhatikan kalau mau beli kompor oven ?

1. Luas ruangan yang tersedia untuk Kompor dan Oven.
Kalau ruangannya cukup luas, memiliki built-in oven terpisah dari kompor adalah pilihan yang menyenangkan. Karena terpisah, maka posisi Oven bisa diletakkan cukup tinggi, so kita gak perlu jongkok atau membungkuk-bungkuk kalau mau melihat hasil panggangan. Namun bila lokasi terbatas, maka freestanding cooker alias kompor-oven-bersatu bisa dipilih. Freestanding ada yang model full oven (tanpa ruang tabung gas) dan yang ada tabung gasnya. Kekurangannya hanya lebar ovennya jadi lebih sempit dibanding yang full oven.

Baca Juga:  Mengenal Lebih Dalam Tentang Mixer KitchenAid

2. Mau oven listrik atau ?
Aku pastinya pilih , karena hitung-hitungan di atas kertas, jauh lebih murah memanggang dengan gas daripada dengan listrik. Apalagi kalau memanggang dengan suhu tinggi yang butuh listrik lumayan gede. Mungkin nanti kalau PLN sudah berkenan menurunkan tarif listriknya, bisa kita bandingkan lagi biayanya yah.

3. Fitur thermostat.
Freestanding oven semua merek harusnya sudah punya kemampuan ini. Built-in oven juga harusnya punya. Tapi untuk memastikan, tidak ada salahnya baca buku manual atau tanyakan ke salesnya.

4. Kipas atau fan di dalam oven.
Fitur ini signifikan meningkatkan harga freestanding loh kawan-kawan. Selisih harga oven yang ada fan dan tidak ada fan itu bisa juta-jutaan gitu loh. Kalau kita cukup pede bisa mengenali panas oven kita yang kurang rata atau malah kita yakin sekali bahwa oven kita yang mahal namun tidak ada kipasnya ini memiliki panas yang rata, maka tidak perlu memaksakan memilih oven yang ada kipasnya ini. Kecanggihan fan mengatur panas agar merata di dalam oven ini memastikan kita tidak perlu memutar-mutar loyang selama proses memanggang. Kalau aku sih yesss (butuh), gak tau klo mas Anang ๐Ÿ™‚

5. Perlindungan terhadap gas bocor.
Kompor Oven yang mahal-mahal ini umumnya sudah memiliki fitur menutup gas bila ada kejadian luar bias, seperti ketika ada makanan tumpah atau anak kecil yang memutar-mutar kenop pemantik gas, fitur perlindungan gas bocor ini akan memastikan tidak ada gas yang mengalir keluar. Ini mesti ditanyakan detail ke salesnya, karena ketika aku bertanya ke tiga sales merek kompor ini hanya satu sales yang menjelaskan sangat detail apa yang dimaksud dengan fitur keamanan ini, yaitu salesnya Tecnogas.

6. Api atas dan bawah menyala terpisah.
Kalau untuk memanggang kue sih gak perlu api atas nyala bersama, dijamin kue akan gosong dalam tempo sesingkat-singkatnya ๐Ÿ˜› Tapi kalau mau memanggang daging yang diputar-putar, kemungkinan besar akan sangat menyukai kemampuan oven yang apinya bisa menyala atas dan bawah bersamaan.

7. Bodi kompor yang kokoh.
Hanya sales Tecnogas yang menjelaskan dengan semangat dan berapi-api mengenai bodi kompor yang kuat dan ada “tulang”-nya ini. Aku sih iya-iya saja, secara di rumahku juga si Tecnogas masih tegak berdiri dengan perkasa.

8. Pintu Oven dari kaca bening.
Kaca pintu oven yang terdiri dari dua lapis dan bisa dilepas dari bingkainya juga sangat menarik hatiku. Kebayang kaca pintu oven akan selalu kinclong deh. Pintu ovenku yang sekarang kacanya gelap dan ada stiker garis-garis yang menghalangi pandangan. Padahal kan penting buanget bisa leluasa melihat ke dalam oven untuk memastikan kue sudah matang atau belum.

Baca Juga:  Cara Merawat dan Memperbaiki Oven Gas

Ini OOT, tapi infonya sangat berguna. Jadi saat aku mengeluhkan pemantik kompor yang seringkali rusak, dijelaskan agar awet sebaiknya hindari membersihkan kompor saat masih panas. Biarkan kompor menjadi dingin sempurna, barulah bersihkan. Terutama di bagian pemantik api yang biasanya terbuat dari keramik. Perubahan panas ke dingin yang tiba-tiba bisa membuat keramik retak dan ini akan menyebabkan sulitnya pemantik menyambarkan api karena sudah retak.

Ohya, saat mendemonstrasikan bahwa stainless steel kompor Tecnogas adalah tipe stainless stell emmph 304 (apa 404 ya? 404 mah page not found hehehe), diperlihatkan bahwa stainless steel murni tanpa campuran besi tidak akan bisa membuat magnet menempel. Tiap ditempelin magnet, eh magnetnya jatuh. Beda klo ditempelin ke bodi kompor merek lainnya, si magnetnya nempel. Jadi bodi kompor yang tanpa campuran besi sama sekali ini, katanya benar-benar anti karat. Oke jadi memang potensi si kompor jadi barang pusaka semakin besar ๐Ÿ™‚

Mau tau harganya si N3x96G5VC ? mmmm 39.500.000 saja … Kemarin pas mampir, lagi ada promo diskon so harganya jadi 24.500.000 dan dapat hadiah free chimney hood. Tapi teteup yaa masih over budget. Itu Cooker Hoodnya gak bisa diganti diskon tunai aja yak? Hahahaha … ^_^

Artikel Lainnya:

37 Comments
  • Ayu
    says:

    Alhamdulillaah akhirnya kebeli juga ni si FC dgn type yg sama sepertimu mba hihihi.. happyyy.. untuk panggang roti g pernah ada masalah sm skali, ketika panggang cake selalu atasnya kurang kering n masih agak basah, g berani pake api atas karena pernah coba dia cpt bgt gosong nya kecuali dipake buat panggang lasagna or pasta lainnya. Ada tips kah mba untuk panggang cake n cookies pake technogas ini? Apakah untuk cake harus nyalakan fan nya? Mohon sarannya ya ?

    • Ferona
      says:

      Alhamdulillah senangnyaa punya FC baruu… Ohya kalau panggang cake aku selalu pakai fan..utk mengeringkan bagian atas, di 5 menit terakhir waktu panggang aku pindahkan loyang ke rak paling atas yang terdekat dengan atap oven. Nanti panas dari atap oven akan mengeringkan permukaan. Gak perlu nyalakan api atasnya ya

  • Ita
    says:

    Mbak Ferona,thanks sebelumnya atas tips nya.Mengenai api atas,maksudnya api atas yg buat grill ya?? Yg bentuknya besi panjang?? Di technogas saya api atasnya spt itu,selama ini agak ragu untuk memakai api atas tersebut takut gosong permukaan cake nya

    • Ferona
      says:

      Iya api atas tecnogasnya saya juga begitu. Nah klo mau pake api atas, taro di rak paling bawah dan jagain depan oven jangan sampai gosong. Atau ada tips dari teman, dilapis aluminium foil spy gak cepat gosong. Api atas itu cepat sekali menggosongkan cake karena panas langsung ketemu permukaan cake, makanya ada yg sarankan tutup alfoil.

  • Ita
    says:

    Halo mbak,
    Saya selalu bermasalah dengan bagian atas cake yang kurang brown atau kadang kulit atas masih agak basah/tipis sedangkan bagian samping dan bottom sudah sangat brown jika memanggang dgn techogas.Mohon share tips nya untuk mengatasi hal ini,Thanks

    • Ferona
      says:

      Pindahkan loyang ke rak atas supaya dekat dengan atas ovennya yang panas, supaya kulit cake bisa kering. Tecnogasnya klo gak ada api atas ya. Klo ada api atas, bisa pakai api atas sebentar saja.

  • Utami
    says:

    Hi mb salam kenal…
    Sy jg pengguna Technogas 5 burner. Kira2 sdh 6 th yl makenya.

    Nanya ya mb.., kl utk mengecilkan suhu oven ada trik-nya gak? Krn kl di oven sy ketika suhu yg diinginkan sdh tercapai itu akan terus stabil. Tapi kadang sy jg perlu menurunkan suhunya terutama kl lg manggang cake biar dapat kulit cake yg tdk terlalu crusty. Sayangnya kl dikecilin api oven langsung mati. Pernah ngalamin yg begini gak? Mks..

    • Ferona
      says:

      Klo tecnogas, ngecilin suhu oven pastinya ngecilin api. Kalau butuh suhu rendah banget, bisa juga dengan membuka pintu oven sedikit kalau sulit membuat api ovennya kecil.

  • Firly
    says:

    Di ruamh jg kompor teknogas udh 25 th an..open nya mah di pake udh ada yg ga nyala gitu. Mau serfis mahal bgt 2jt an

    • Ferona
      says:

      Memang segitu kira-kira ongkos perbaikan, belum lagi kalo mesti beli sparepart. Kompor tecnogasku yang lama akhirnya aku pensiunkan karena spare part thermostat untuk ovennya udah gak dijual lagi. Selain itu ada issue pemantiknya ada yang rusak juga dan gak ada spare partnya juga. Yah namanya juga barang udah puluhan tahun ya. Jadi yah akhirnya memutuskan untuk membeli yang baru.

  • putri
    says:

    mbak apakah benar rumah dengan dapur kecil jika menggunakan oven standing gas akan menyebabkan rumah panas dan resiko kebakaran tinggi?

    • Ferona
      says:

      Oven standing gas maksudnya yang hanya oven tanpa kompor ya? Kalau soal panas, oven pasti akan mengeluarkan panas. Kalau dapur kecil dan ventilasinya kurang, pasti panasnya terasa banget. Makanya aku pasang kipas utk mengusir panas. Klo resiko kebakaran, rumah gede pun beresiko. Resiko bukan pada oven, tapi kebocoran gas. Klo gas bocor dan ngumpul tanpa ada ventilasi maka bila terpicu api kecil saja, bisa sebabkan ledakan atau kebakaran.

      • Ferona
        says:

        Pastikan oven dan tabung gas diletakkan di tempat dengan ventilasi bagus. Jangan taro oven di dapur kecil tertutup klo gak mau sauna tiap kali bikin kue. Pakai kipas atau exhaust fan lebih baik

  • Rima
    says:

    Halo mba, permisi mau tanya..
    Saya kan baru beli oven gas tanam merk Modena.. ada fan nya. Berarti setiap manggang itu fan nya harus dinyalakan ya mba supaya panasnya merata?
    Saya kan sering pakenya untuk bake cake, brownies dan cookies gitu, berarti pakenya apu bawah saja dan fan harus menyala ya mba?

    Lalu mba, kan ovennya ada knob pengatur suhu juga nih.. tapi tidak ada tampilan suhu/thermometernya..
    Ini kalau misal kita manggang di suhu 175 ,knob didiamkan disitu aja ya nggak usah diputer2 lagi?
    Apa perlu beli thermometer tambahan mba yang untuk ditaro didalam oven untuk pantau suhu? Atau sudah cukup mengandalkan knob itu aja ya mba.. nanti oven nya yang atur sendiri suhunya?

    Mohon pencerahannya ya mbaa, terimakasih

    • Ferona
      says:

      Halo Rima…. Fan oven fungsinya memang utk meratakan panas. Jadi nyalakan lebih baik. Tapi sebagaimana nasihat agar kita mengenali oven kita, coba juga memanggang tanpa fan, apa yang terjadi. Klo ovenku, dengan fan memang panas rata dan suhu yang diminta cepat tercapai. Tapi klo mau manggang yang butuh panas rendah aku gak menyalakan fan. Itu ovenku. Klo oven Rima, coba diuji sendiri.

      Manggang kue selalu api bawah kecuali diminta khusus seperti lapis legit. Nah klo manggang cookies yg butuh panas rendah, Rima mesti eksperimen dulu. Perlu matikan fan atau malah lebih baik nyalakan fan.

      Oven yg punya thermostat itu sudah otomatis berusaha menjaga agar panas oven ada di suhu yg kita set. Berikan waktu pemanasan oven kira2 10-15 menit ya.

      Thermometer gak perlu dibeli. Tapi klo penasaran pengen tau suhu dalam oven, gpp juga dibeli. Pada dasarnya asalkan thermostatnya gak rusak, maka suhu dalam oven akan dijaga sama si thermostat.

      Semoga membantu yaa

      • RIMA
        says:

        Terimakasih banyaaak pencerahannya mba Ferona.
        Sungguh deh kemarin2 bingung banget soal fan karena tanya ke sales nya pun jawabannya kurang memuaskan..
        Semoga selalu bisa bermanfaat untuk orang lain ya mbaa.
        Sehat selalu mba Ferona ??

    • Myla
      says:

      Mba FC nya ini kalo nyalain api atas mesti dibuka jg ga. Agak ngeri rasanya.. share pengalamannya dong

      • Ferona
        says:

        Klo oven freestandingku yang tipe ini tidak perlu dibuka pintunya kalau nyalain api atas. Aku cukup sering manggang ayam atau ikan pakai api atas, ditutup saja pintunya gpp. Tapi memang ada oven yang mesti dibuka sedikit pintunya, itu baiknya ditanyakan saat membeli ovennya ya. Ini aku sudah tanyakan memang dari awal saat membeli FS cooker ini ke salesnya.

  • arepuah
    says:

    Trus jadinya beli gak mbak?
    Ak jg lg bingung nih mau beli otrik mito fantasy atau oven free standing modena yaa?
    Selama ini pakainya otang, dl awal makai otang jg krn belajar di sini jg ?

    • Ferona
      says:

      Alhamdulillah akhirnya beli, ada yang sponsorin ๐Ÿ˜€ Kalau milih antara otrik atau oven gas pertimbangkan ukuran tempat nangkringnya. Freestanding itu lumayan nyita tempat. Tapi sudah termasuk kompor juga sih.

  • Hesti Tresna
    says:

    Siang mbak..saya lagi galau menentukan oven sekaligus kompor alias freestanding cooker (FC). Pengennya sih beli merk terkenal sekalian dan fitur yang komplit. Tapi budget tidak memadai. Akhirnya ada dua merk yang masuk budget dan fiturnya cukup lengkap.
    1. Electrolux ekg20100ok. Dimensi FC secara keseluruhan 50×53,5×85. Sudah ada api atas bawah bergantian,pengaman kompor dan oven,timer,termostat dan lampu oven. Dan katanya powerfull Burner tungku dan oven sehingga menghasilkan panas yg presisi dan stabil pada oven dan tungkunya sehingga pemanggangan akan matang sempurna(iklannya sih,saya sendiri.tidak tau apa memang seperti itu apa tidak ,karena tidak ada review jg. Hanya merk-nya lumayan ternama). Kekurangan menurutku hanya di ukuran ovennya 51 liter dan memang belum memiliki fan atau tidak convention.
    2. Italina fc67. Dimensinya 60x60x85.Fitur sama dg merk di atas. Tapi tidak dijelaskan apakah hasil panggangan oven akan bs matang sempurna Krn oven tsb tidak memiliki fitur dan (convention). Dan merknya juga agak kurang terkenal. Saya belum memiliki review mengenai merk ini. Hanya saja tidak ada penjelasan apakah merk ini memiliki kualitas panggangan yang sempurna.
    Selama ini saya menggunakan orang mickey mouse ukuran kecil untuk membuat kuker. Dan hasilnya sudah cukup oke. Cuma memang agak geregetan Krn ukuran oven yang mini tidak bisa memanggang dalam jumlah besar.
    Saya ragu,apakah oven dengan kapasitas 51 liter dengan 2 rak sudah cukup untuk kebutuhan rumah tangga? Mengingat saya memang suka baking. Atau apakah lebih baik langsung beli ukuran 72liter,namun merk yang masuk budget saya tidak memiliki review. Dan apakah tidak berlebihan ukuran oven 72 liter untuk saya yang pemula ini? Mohon pencerahannya mbak.

    • cakefever
      says:

      Halo mba Hesti … untuk ukuran oven, patokanku bukan liter, karena liter itu besar ruang dalam oven. Patokanku untuk baking adalah ukuran loyang paling besar yang aku harapkan bisa masuk ke dalam oven. Nah klo loyang paling gede bisa masuk dan tetap ada celah udara di kanan kiri, maka itu patokanku. Kalau untuk kebutuhan rumahtangga, ini sudah memadai.

      Klo merek freestanding oven, aku kurang paham untuk kualitas merek lainnya. Karena aku pakainya Tecnogas. Setahuku Italina itu merek dari Elba. Elba dan Electrolux itu sama-2 merek lama.

      Kalau soal fan, sepanjang ada thermostat, menurutku untuk keperluan baking sudah sangat memadai.

      • Hesti Tresna
        says:

        Mbak..makasih banyak penjelasannya ya..benar kata mbak..sesuaikan dengan kebutuhan ya..rencananya saya akan membeli FC yang kapasitas ovennya lebih luas,supaya puas kalo mau manggang..sehat-sehat terus ya mbak..supaya bisa tetap terus berbagi dan bermanfaat buat orang banyak..

  • Yuni
    says:

    Siang mba, sy rencana mau bli FC tecnogas ini. Cuma sy ragu mengenai api atas yg kata salesnya bila menyalakan api atas harus dibuka sedikit pintu ovennya.
    Jadi walau closed door tetap ga bisa tutup pintu oven ketika api atas menyala.
    Bener ngga gitu mba?
    Terima kasih ?

    • cakefever
      says:

      Kalau tipe yang ini, aku panggang dengan closed door untuk api atasnya, Yun. Seingatku tidak ada wanti2 dari sales yang jual ini. Untuk kebutuhan panggang masakan ya Yun?

      • cakefever
        says:

        Kalau untuk memanggang cake, aku tidak pernah menggunakan api atas. Pakai api bawah saja udah cukup. Kalau mau buat lapis legit, baru deh pakai api atas, Yun.

        Iya sekarang pakai tecnogas lagi. Susah pindah ke lain hati ๐Ÿ˜€

    • Ella
      says:

      Hallo mbak, sy jg pk techmogas oven gas tanam, di bilang saleasya kalo mau pk api atas kudu buka pintu dikit. Yg jd pertanyaan sy apakah ada cara mengakali oven model api atas dan bawah di1 tombol ya? Artinya gak bs dipake api atas dan bawah bersamaan, sementara byk resep2 cake yg caranya api atas bawah berbarengan ? Makasih sebelumnyaโ€ฆ

      • Ferona
        says:

        Iya beda tipe tecnogasnya ya. Kalo ngakalin api atas bawah nyala bareng di tipe ovennya Ella, aku kurang paham ya La. Yang aku paham gak mesti itu manggang kue api atas dan bawah nyala bareng. Aku malah gak pernah lakukan itu karena kue akan cepat gosong. Dengan kekuatan panas ovenku yang powerfull begini, cukup panggang api bawah. Klo perlu mengeringkan permukaan kue, di akhir waktu panggang, pindahkan kue ke rak atas yang lebih dekat ke atap ovennya. Itu sudah cukup.

        Yang pakai api atas bawah nyala bareng biasanya itu pake oven listrik ukuran standar yang panasnya dihasilkan elemen panas, bukan api menyala seperti oven gas. Itu pengalamanku ya La. Ohya, bikin kue apa gitu yang mesti pakai api atas bawah nyala bareng?

Saran? Pertanyaan? or just say hi? Leave your comment yaah ^_^