Oven Tangkring | Review
Pelajaran pertama sebagai newbie in the kitchen dimulai dengan berkenalan dengan oven tangkring warisan Mamaku ini.
Ovennya waktu itu dibeli Mama seharga 30ribu merek Bima Sakti, gak tau deh harganya sekarang berapa. Waktu itu pertama kali oven ini digunakan untuk memanggang brownies yang gosong dengan suksesnya, hihihi.
Seperti namanya, oven ini memang ditangkringkan di atas kompor. Panas dari oven ditentukan dari besar-kecil api kompor. Di dalamnya ada 3 rak dari kawat.
Problem dari oven ini adalah panasnya tidak merata. Kalau buat manggang Blueberry Cheese Cake dengan metode au bain marie (water-bath), panas yang tidak merata ini tidak terlalu masalah.
Tapi kalau buat manggang cookies, hadoohh, tobaat deh! Cookies yang dipanggang hasilnya tidak rata. Yang di tepi dalam biasanya gosong sementara di tepi luar masih belum mateng, jadi kudu rajin diputer-puter supaya tiap bagian loyang mendapat panas yang sama.
Selain itu oven ini gak ada panas atas, jadi untuk jenis kue yang butuh api atas seperti Lapis Legit, mendingan gak usah nekad dipraktekin deh.
Oven ini juga cepat sekali jadi panas dan berhubung sampai sekarang masih gak juga punya Thermometer Oven, untuk suhu pemanggangan yang disebut di resep biasanya cuma aku kira-kira aja, hehehe. Sampai sekarang oven ini masih digunakan walau aku sudah memiliki oven yang lain. Oven ini sangat praktis dan ekonomis apabila ingin membuat cheese cake yang dipanggang ala au bain marie.
Artikel lainnya:
Sebagai newbie, pada saat membaca resep, terk...
Ada sisa tape di dalam kulkas, ndak cukup ba...
Pas bongkar-bongkar lemari, ternyata nemu Bak...
Aku lumayan sering mengalami baking-blue, heh...




