Memilih Oven untuk Pemula

Review Oven Tangkring

Memilih oven untuk pemula - Oven Tangkring dengan Japanesse Cheese CakeUntuk pemula yang baru saja tertarik untuk memulai belajar membuat kue, terkadang bingung harus membeli yang mana. Apalagi sebagai pemula mungkin belum berani untuk langsung membeli yang canggih dan mahal, karena belum tentu juga tabah sampai akhir mengarungi dunia per-baking-an ya, hehehe.

Aku juga begitu. Modal awalku belajar bikin kue hanya oven tangkring yang penampilannya sudah tidak meyakinkan. Oven tangkring itu masih aku pakai sampai sekarang, walau sudah ada dan terakhir yang lumayan gede. Oven itu sekarang sudah berpindah tangan ke temanku, Erni 🙂 Mudah-mudahan bermanfaat ya, Er!

Mantera saktinya cuma satu siy, belilah sesuai dengan kebutuhan 🙂 Ada dua pilihan yang tidak terlalu mahal, yaitu dan Oven Listrik kecil, yang seukuran microwave itu lho. Tapi Oven Listrik sekarang juga sudah ada yang berkapasitas lumayan besar dengan harganya lumayan terjangkau.

Misalnya ada merek Oxone yang kapasitasnya sampai 52 liter, bisa untuk memanggang kue kering dua loyang. Tapi untuk kondisi panas maksimal listriknya sampai 1600 Watt. Kalau lagi manggang kue pakai Oven Listrik dengan watt sebesar ini, aku mesti matiin semua peralatan listrik di rumah niih 😀

Kalau beli (otang), jangan beli otang seperti punyaku, karena panas oven tangkringku ini tidak rata. Panas oven yang tidak rata akan menyulitkan membuat kue kering dan cake. Beli saja oven tangkring yang rada bagusan, mereknya macem-macem, ada Hock, Bima, dan lain-lain.

Otang yang bagus, sudah sangat handal dipakai untuk membuat berbagai macam kue. Kalau ingin bikin lapis legit, harus membeli otang yang memiliki panas atas yang berasal dari cekungan di bagian atas otang untuk meletakkan arang panas.

Otang bisa dibeli di pasar traditional, jarang kelihatan di supermarket atau hypermarket. Otang yang berukuran besar (contoh: Hock no 1), sebaiknya dibeli beserta kompor minyak yang seukuran dengan si otang.

Kalau terlupa membeli kompornya, nanti sampai di rumah otang gede itu gak muat ditangkringin di kompor standar rumah tangga. Karena kompor standar rumah tangga biasanya tidak didesain untuk tempat nangkring otang yang terlalu besar. Sebagai gambaran, Hock no 1 itu muat untuk loyang ukuran 40x40cm. Jadi sebaiknya pastikan dulu ukuran kompor yang di rumah, kalau memang gak pengen beli kompor baru, maka jangan beli otang yang terlalu besar ya …

Review Oven Listrik

Oven Listrik (Sharp Indonesia)

Untuk Oven Listrik, mereknya juga bermacam-macam. Aku pakai yang Sharp tipe SO-181.  Penampakannya mirip seperti gambar di samping ini.

Review Oven Listrik:

  • Ada api atas dan api bawah yang bisa distel terpisah, bisa dipakai untuk bikin lapis legit dan membuat kulit bolu gulung yang cantik. Ada beberapa oven listrik yang tidak bisa api bawah saja, jadi kalau mau beli please check ya …
  • Bisa grill, tapi aku tidak pernah pakai fitur grill ini, jadi belum ada pengalamannya.
  • Bisa di-set timer dan timer ini akan mematikan sistem pemanas oven bila waktunya sudah sampai sesuai timer yang diset. Jadi kalau sudah tahu persis waktu pemanggangan yang dibutuhkan, pekerjaan memanggang kue bisa ditinggal nonton tivi. Asik kan?
  • Bisa di-set suhunya sampai yang diinginkan dan tidak perlu thermometer oven lagi untuk memastikan (walau setelah dipakai beberapa lama, suhu yang dihasilkan oven listrik ini sering kurang panas bila diukur dengan thermometer oven)
  • Kalau panasnya, menurutku masih lebih cepat panas otang daripada oven listrik. Dan biasanya aku set suhu oven yang lebih tinggi dari yang diminta resep
  • Lebih aman, dalam arti oven listrik tidak ada api. Panas berasal dari elemen pemanas yang biasanya berbentuk stick logam. Kalau korslet, listriknya aja yang putus.
  • Boros listrik kah? Ini pertanyaan umum. Aku tidak merasa ada tagihan listrik yang gila-gilaan sejak pakai oven listrik. Mungkin karena oven listrikku juga bukan tipe yang wattnya tinggi ya. Yang pasti iuran listrikku selalu dalam taraf yang wajar walau sering pakai oven listrik untuk bikin kue.
  • Gak ribet karena tinggal nyalain aja listriknya, kalau otang kan mesti nyalain kompor trus tangkringin di kompornya. Belum lagi keribetan ganjal-ganjal supaya otangnya gak rubuh kalau tangkringannya gak stabil.

Hal yang penting juga untuk dipertimbangkan saat membeli oven listrik adalah ukuran liter (volume ruang panggang oven) dan watt listrik yang dibutuhkan. Saranku, kalau memang niatnya lumayan kuat untuk belajar baking sebaiknya memilih oven listrik yang ukuran ruang panggangnya tidak terlalu kecil. Nanti jadinya geregetan sendiri kalau mesti manggang ukuran rada gede tapi ovennya gak muat 😀 Paling tidak upayakan bisa masuk loyang ukuran 30 x 30 cm. Untuk ukuran ruang bakar ini daripada ruwet ngitungin volume ruang panggang, cukup perhatikan saja ukuran ovennya berapa kali berapa cm.

Artikel Lainnya:

%d bloggers like this: