Pertanyaan yang paling sering ditanyakan kepadaku adalah mengapa cake saya yang tadinya sudah terlihat mengembang di , ketika dikeluarkan dari dalam mendadak jadi kempes?

Pengalaman berkali-kali gagal membuat kue memberikanku kesimpulan bahwa baking is engineering 🙂 … Membuat kue itu seringkali tidak sama seperti memasak. Kalau baking is engineering, so cooking is an art. Bikin kue itu bisa sama persis rasa dan teksturnya ketika kita taat mengikuti semua petunjuk. Tidak demikian halnya dengan memasak. Seringkali hasil masakan kita tidak sama dengan masakan orang lain padahal kita mengikuti resep yang sama!

Satu hal yang terjadi di baking tapi tidak terjadi di cooking (mostly) adalah transformasi bentuk adonan dari adonan basah menjadi kue yang mengembang cantik. Proses ini tidak bisa dihentikan dan diperbaiki di tengah-tengah kejadian. Sehingga prosedur yang dilakukan sebelum adonan mengalami proses pemanasan (atau panggang) wajib diperhatikan sedetail mungkin kalau menginginkan hasil yang sama persis seperti yang ada di resep.

Kalau masak, kita bisa mencicipi di tengah proses dan ketika kurang ini kurang itu, maka kita bisa memperbaikinya di tengah-tengah kejadian. Sementara dalam baking (memanggang kue), perbaikan di tengah proses tidak bisa dilakukan.

Ketika adonan sudah masuk ke dalam lalu kita teringat bahwa kita belum memasukkan gula, maka silakan nyengir pasrah sebab tidak ada kata menambahkan apapun di tengah proses baking.

Aku juga pernah mengalami hal ini ketika membuat cake tape. Ketika dikocok dengan mikser, mengembang dengan cepat dan sempurna. Sekilas aku sempat bertanya-tanya kok kocokan telurnya cepat sekali mengembang dan terasa ringan. Tapi aku tetap lanjutkan proses pembuatan, sampai saat tape sudah dimasukkan dan diaduk rata, aku melihat toples gula di atas meja. Emmmhh, tadi gulanya sudah dimasukkan belum ya? Aku cicipi adonan yang sudah bercampur dengan tape dan bahan kering lainnya … yak! ternyata aku lupa memasukkan gula saat mengocok telur, sodara-sodara! Hiks hiks hiks … nangisbombay

Nah, banyak hal yang bisa menjadi faktor gagal saat membuat kue. Tapi di artikel ini, aku coba fokus pada Mengapa Cake Yang Sudah Mengembang, Bisa Kempes Ketika Dikeluarkan dari Oven?

Penyebab Cake Menjadi Kempes

BAKING POWDER dan BAKING SODA

Terduga pertama adalah si atau . Cake akan kempes ketika keluar oven bila yang digunakan sudah kehilangan kemampuan mengembangnya. Baking Powder hanya bertahan kesegarannya kira-kira sampai 6 bulan bila sudah dibuka dari segelnya. Sebaiknya tiap membeli Baking Powder, tempelkan label tanggal berapa Baking Powder tersebut kita beli supaya kita tahu sudah berapa lama si Baking Powder nangkring di rak dapur.

Baca Juga:  Tips Menyimpan Kue Kering Agar Awet Lebih Lama

ini penggunaannya memang sedikit, tapi ketika dirinya sudah tidak lagi berfungsi maka cake yang sudah mengembang cantik di oven, tidak bisa mempertahankan strukturnya ketika sudah dikeluarkan dari dalam oven. Cara mengetes apakah BP kita masih bagus atau tidak adalah dengan memasukkan satu sendok teh BP ke dalam segelas air panas. BP yang masih bagus akan segera bereaksi dengan memunculkan gelembung-gelembung udara di dalam air. Kalau tidak terlihat gelembung-gelembung atau gelembungnya ada tapi sedikit sekali, sebaiknya BP tidak usah dipakai lagi daripada cakenya gagal.

Ohya Baking Soda dan Baking Powder itu berbeda maksud penggunaannya dan tidak bisa saling menggantikan ya. Walaupun di dalam Baking Powder terdapat dan juga di beberapa resep mencantumkan penggunaan kedua bahan ini, tetapi plis plis jangan dianggap sama kedua bahan ini dan gunakan kedua bahan sesuai dengan instruksi resep.

Ohya lagi, gunakan Baking Soda atau Baking Powder sesuai takaran. Bila kedua bahan ini terlalu banyak dalam adonan, bisa jadi cake akan mengembang terlalu tinggi dan akhirnya kempes juga karena komposisi antara pengembang dan bahan lainnya yang kurang tepat.

TERLALU LAMA MENGADUK ADONAN

Terlalu lama mengaduk adonan adalah penyebab umum cake menjadi kempes. Jadi harusnya berapa lama dong mengaduk adonan? Tidak ada waktu yang tepat karena semua tergantung pada alat yang dipakai dan kondisi bahan yang digunakan. Namun pedoman umumnya kira-kira begini … Saat mengocok atau mengocok , silakan lakukan dan ikuti apa kata resep. Kalau katanya kocok telur sampai kental, pucat dan mengembang maka lakukan sesuai instruksi. Namun ketika sudah masuk ke tahap mencampur kocokan telur dengan bahan kering (tepung-tepungan yang sudah diayak) dan bahan-bahan pendukung lainnya seperti essence atau mencampur leleh, maka di sini letak titik kritisnya 🙂

Teknik Aduk Lipat atau Aduk Balik sudah harus dikuasai, karena bila mencampur kocokan telur dan ini terlalu lama, gelembung udara yang sudah dihasilkan dari proses pengocokan telur dan akan hilang karena terlalu lama diaduk-aduk dengan adonan lainnya. Kita biasanya terpancing untuk mengaduk terlalu lama karena ingin bahan kering tercampur rata dengan kocokan telur atau mentega. Untuk mempercepat pencampuran bahan kering dengan kocokan telur atau mentega, biasakan mengayak campuran bahan kering kalau perlu sampai 2-3 kali. Tepung-tepungan yang sudah berbutir sangat halus akan cepat tercampur dengan kocokan telur atau mentega.

Baca Juga:  Cara Mudah Melelehkan Coklat Batang

TEMPERATUR OVEN & MEMBUKA-BUKA PINTU OVEN

Suhu oven sangat mempengaruhi keberhasilan pembuatan kue. Bahkan beberapa resep kue sangat sensitif terhadap suhu oven. Suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa menyebabkan cake mengembang lalu mengempis saat dikeluarkan dari oven. Kalau ovennya tidak ada termometer atau penunjuk suhu, sebaiknya membeli termometer oven.

Selain suhu oven, hal terpenting lainnya adalah jangan membuka-buka pintu oven paling tidak sampai lebih dari setengah waktu pemanggangan. Tiap pintu oven dibuka, suhu di dalam oven turun 10-25 C dan penurunan suhu ini bisa menyebabkan proses pengembangan kue terganggu.

WAKTU PANGGANG dan WAKTU ADONAN MENUNGGU

Adonan cake pada umumnya tidak bisa menunggu terlalu lama. Apalagi kalau adonan tersebut tidak ditambahkan semacamnya emulsifier yang konon bisa menjaga kestabilan adonan – Tapi ini pun tidak lama-lama ya, jangan ditinggal menjemput anak ke sekolah loh.

Bila kapasitas oven kita terbatas, sebaiknya kurangi jumlah resepnya, dibagi dua saja biar lebih mudah. Jangan dipaksakan membuat satu resep dan akhirnya karena oven tidak muat, maka manggangnya gantian. Wah klo cake-nya kempes, jangan heran yaa 🙂

TEMPATKAN LOYANG DI TENGAH OVEN

Kalau harus memanggang dua , tempatkan kedua bersisian, jangan satu loyang di rak atas dan satu loyang lagi di rak bawah. Kalau masih nekad mau manggang dengan cara begitu, jangan dicoba untuk resep cake yang harus mengembang kalau tidak mau nangisbombay. Kalau cuma -brownies saja sih oke-lah, karena memang cake bantat 😉

Artikel Lainnya:

72 Comments
  • Ina
    says:

    Hi mba mau nanya jg yah, mba kenapa klo aku buat bolu jadul Tidak pernah naik adonan nya Wktu di panggang.. padahal oven sdh dipanasin sblmnya 15 – 20 mnt di suhu 175/180* kemudian adonan jg sdh kental berjejak sblm di tuang ke loyang. Apa yg salah yah mba? ? swaktu memanggang aku pk api oven atas bawah panas 175-180* kurang lebih panggang selama 20-30 mnt, dan loyang uk 22cm menggunakan 4 btr telur (oven merek m*to) Terima kasih mba, sukses selalu yah

  • Wulan yulianti sugandi
    says:

    Maaf mba apa bisa memanggang marmer cake hanya api bawah saja karna oven saya tidak bisa api atas bawah bersamaan di nyalakan kalp bisa dengan api bawah saja kirakira berapa lama yah mba, trus di suhu berapa?

    • Ferona
      says:

      Marmer cake bisa pakai api bawah. Di resepnya biasanya tercantum mesti panggang suhu berapa dan waktu panggangnya, mba Wulan.

  • dewi
    says:

    Hai mba, saya mo tanya tentang bolu ketan hitam, saya biasa membuat bolu dari tepung terigu biasa hasilnya bagus2 aja, tp knp pas coba bikin bolu dari ketan hitam kok bolunya jd amblas gitu ya mba? saya udah ikutin resep yg ada dan cara membuat bolunya sama seperti yang biasa saya pakai untuk bikin bolu dari terigu, saya pake oven dan loyang tulban mba, apa bolu ketan hitam memang sebaiknya harus di kukus agar hasilnya bagus ? apakah ada perlakuan khusus untuk bolu ketan hitam ? terima kasih

    • Ferona
      says:

      Resep bolu ketan hitamnya maksudnya Dewi pakai resep kue bolu dari terigu? Atau pakai resep yang memang khusus untuk bolu ketan hitam panggang? Setahuku resep bolu ketan hitam panggang biasanya meminta jumlah telur yang agak banyak dan ada yang 100% pakai tepung ketan dan ada juga yang dicampur dengan tepung terigu.

      Aku pernah buat cake ketan hitam panggang yang resep aslinya adalah resep bolu kukus ketan hitam. Rasa yang dipanggang agak kering dan seret, aku sih lebih suka yang dikukus karena lebih moist. Mungkin juga karena resep bolu ketan hitam panggang yang aku pakai memang seharusnya dikukus, bukan dipanggang sih jadinya ya rada seret hehehe

  • Nuniek
    says:

    Mbak sebetulnya olesan loyang yg baik untuk membuat marmer cake dan jenis cake lainnya, margarin saja, margarin & terigu, atau carlo? Saya kok srg sompel2 cake nya bgtu lepas dr loyang. Terima kasih sblmnya mbak

    • Ferona
      says:

      Untuk alas loyang aku selalu pakai baking paper yang dioles minyak sayur. Untuk dinding loyang juga cuma oles minyak sayur saja dan kalau kuatir lengket, dilapis juga dengan baking paper atau kertas roti yang lebih murah. Selama ini belum pernah sompel2 siy.

  • Ari
    says:

    Hai mba, mau tanya , saya buat cake, panggang di suhu 150, sampai menit ke20 masih terlihat mengembang bagus, namun di menit ke25 jadi luber dari loyang (resep 6 telor loyang tulban diameter 18 ). Di menit 35 cake turun (posisi cake masih di oven). Pas 45 menit diangkat, saat dikeluarkan cake spt berpinggang, dan bagian bawah sampai batas pinggang itu bantat, bagian atasnya tekstur cukup bagus. Kondisi pengerjaan apa saja ya yg bisa mempengaruhi hal tsb ? Thanks sebelumnya.

    • Ferona
      says:

      Cake sampai luber dari loyang, itu loyangnya kekecilan. Bikin cake apa, Ri? Chiffon cake atau sponge cake ? Pas nuang adonan ke loyangnya apa sampai penuh banget? Klo sudah luber ke luar loyang begitu, coba bikin lagi dengan loyang tulban yang lebih besar diameter 20cm minimal deh.

  • Yuli
    says:

    Helow mba Ferona, salam kenal dari saya , Yuli di Makassar?. Saya sdh sering menerima pesanan butter cake tp hanya menggunakan loyang nahan granit yg ada bolongan di tengah. Kali ini ada orderan khusus utk menggunakan loyang bulat tanpa bolongan. Nah kalau tanpa bolongan tentu saja tinggi kue tidak akan sama dengan menggunakan loyang bhn granit yg ada bolongan di tengah. Apakah bisa saya menambah resep 1/2 ( jd total 1 1/2 resep untuk membuat butter cake tsb? Cake tetap bs mengembang sempurna? Terima ksh sebelumnya?Sehat dan sukses selalu.

    • Ferona
      says:

      Sebaiknya diukur berapa penambahan volume loyang tanpa bolongannya itu, Mbak. Kalau semisal langsung ditambah setengah resep, apakah itu sama dengan penambahan volume loyang yang gak ada bolongnya itu. Cara sederhana ngukurnya walau tidak terlalu presisi adalah dengan memasukkan air ke dalam masing2 loyang dan dibandingkan berapa beda liter air tersebut, kalau memang sampai setengah, berarti bisa tambah setengah resep. Cara sederhana ini dengan asumsi kuenya tidak mengembang seperti chiffon cake yah. Sebaiknya dicoba dulu sebelum eksekusi langsung orderannya mbak, untuk antisipasi kalau ternyata volume loyangnya lebih besar atau malah terlalu kecil dan juga ada perbedaan proses matang loyang yang ada bolong ditengahnya dibanding loyang yang gak ada bolongnya, terutama kalau pakai loyang yang tingginya lebih dari 7cm.

      • Yuli
        says:

        Wah fast response??. Iya mba aku udh coba isi air utk ke 2 loyang tsb, loyang granit /Sig**r* Clssc aku isi air hampir full/tinggi loyang 10cm, lalu air dari loyang granit , aku tuang ke loyang bulat aluminium Biasa ( tinggi loyang 7cm) tsb , isi nya cuman separuh . Nah good idea mba? utk cobain baking dulu krn pertimbangan proses matang krn loyang yaa? iya sih pikir2 mending rugi bahan drpd nnt stress kue ga jadi?. Thx banged yaa masukan dan respon nya mba Ferona?,

  • Alfitra
    says:

    Maaf mau tanya nihh mba saya bikin kue balok waktu pemanggangan nya bagus cuma kurang mengembang dan tekstur hangat nya baik tapi kalo Uda dingin jadi keras penyebab nya apa ya tolong di balas ya makasih banyak yaa,
    Satu lagi nihh saya di pengocokan gula dan telur dan pengembang dulu baru saya masukan terigu sambil silang dengan margarin yang di cairkan berikut juga dengan air menyesuaikan pengocokan yang enak bagai mana yang benarnya ya kalo bisa sambil cantumkan no wa nya ya mba supaya saya dapat belajar dan Konsul nya enak makasih banyak

    • Ferona
      says:

      Kue baloknya pakai mentega atau margarin mbak? Kalau pake margarin leleh, setelah dingin biasanya margarin akan set lagi. Kalau butter, dia gak set atau gak memadat lagi.

      Itu urutan bikinnya di resep seperti itu mbak Alfi? Kalau sepengetahuanku, gula dan telur dikocok dulu sampai mengembang, lalu kalau pakai pengembang bubuk dicampur dengan terigunya. Masukkan terigu yg sudah diayak ke kocokan telur dan gula yg sudah mengembang, aduk balik. Lalu ketika memasukkan margarin cair masukkan perlahan atau dipancing dulu dengan cara ambil sedikit kocokan telur+terigu masukkan ke margarin cairnya kocok rata dan baru masukkan bertahap ke kocokan telur+terigunya untuk menghindari margarin lelehnya turun yang bisa bikin bantat.

  • Esti
    says:

    Mba mau tanya,kenapa ya aku klo bikin marmer butter cake stlh 5menit keluar loyang kok agak menyusut? Beli loyang premium biar bentuknya cakep2 kyk para bakingers tp klo udh agak menyusut gak trlalu cantik lg ? awalnya aku pikir kurang matang pdhl udh coklat kulitnya. Next aku coba lg agak lama mlh jd eksotis dan ttp agak nyusut.
    Apa manasin ovennya yg kurang lama,aku coba lg panasin oven smpe 12mnt jg msh agak nyusut. Knp ya mba?jd putus asa

    • Ferona
      says:

      Menyusutnya cukup banyak atau cuma sedikit saja ya, Mba Esti? Apakah kalau sudah matang, kuenya dibiarkan dulu dalam loyang atau segera dikeluarkan dari loyangnya? Kalau dibiarkan agak lama di loyangnya, itu juga bisa menyebabkan menyusut.

      Atau loyangnya apakah terlalu tinggi untuk adonannya? Misalnya loyang tinggi 7 cm padahal kuenya gak setinggi itu. Itu juga bisa bikin kuenya menyusut saat keluar loyang. Atau bisa juga di kocokannya terlalu banyak udara, sehingga saat keluar loyang juga kempes (ini salah satu sebab kenapa bikin chiffon cake abis mateng langsung dibalik loyangnya, takut kempes).

      Atau bisa juga bagian dalam kuenya belum matang sempurna, sehingga kempes juga saat dingin.

      Manasin oven tujuannya memastikan saat adonan masuk ke dalam oven, suhu oven sudah sesuai dengan suhu yang diinginkan. Ada baiknya diukur pakai termometer oven juga utk memastikan suhu dalam oven sudah sesuai saat adonan masuk oven. Aku manasin oven biasanya 15 menit untuk mencapai suhu 180 stabil, oven mba Esti mungkin beda ya.

  • Yatni Handa
    says:

    Halo mba .. adakah tips khusus utk membuat cake ketan hitam panggang? 5x bikin, berhasilnya cuma 1x ?
    Padahal masih menggunakan resep yang sama

    Nuhun Sebelumnya

    • Ferona
      says:

      Aku tidak bisa banyak membantu kalau cuma disebutkan gagal membuat cake ketan hitam, karena faktor gagal membuat kue kan cukup banyak ya. Dalam artikel ini saja hanya membahas cake yang kempes, sementara cake gagal itu bisa juga karena bantat. Dan apa yang Yatni maksud dengan Cake yang gagal itu? Bantat kah? Kempes? Atau tidak mengembang saat dipanggang? Penyebab cake gagal banyak, mulai dari telur yang kurang segar, bahan pengembang yang sudah tidak aktif, wadah pengocok telur yang kurang bersih, panas oven yang tidak rata, dan sebagainya. Juga faktor resep bisa jadi penyebab juga bila komposisi bahannya tidak sesuai.

  • Amira
    says:

    Hi mb mau tanya

    Saya membuat kue cake marmer saat masih hangat teksturny lembut tapi pas dingin jadi keras sekali. Kenapa ya mb?
    Buat chifon gagal terus mb tekstur di bagian. Bawahnya seperti karet jadinya… kesalahanya dimana ya mb kira2?
    Untuk mentega yg dikocok dan dicairkan bedanya di hasil kue apa ya mb ? Terima kasih

    • Ferona
      says:

      Cake dengan mentega cair biasanya akan menghasilkan tekstur yang lebih halus daripada cake dengan mentega kocok yang pori-pori cakenya akan terlihat berlubang-lubang karena ada udara, juga akan menghasilkan remah kue lebih banyak.

      Untuk chiffon gagal, coba perhatikan di teknik pengocokan telurnya dulu ya apakah sudah benar pengocokan putih telurnya. Setelah itu perhatikan teknik pengadukan kocokan putih telur ke dalam adonan kuning telurnya. Kalau sudah benar di teknik kocok dan aduknya, Chiffon Cake biasanya akan berhasil. Kalau pun masih ada gagal, nah gagalnya itu bisa di cakenya yang berpinggang atau tidak mengembang sempurna. Ini lain lagi masalahnya hehehe

  • Amira
    says:

    Hi mb, saya ingin bertanya tentang beberapa hal yanh saya alami selama baking ( saya pemula sekali )

    1.Mengapa kue cake marmer saya saat masih hangat teksturnya lembut tetapi saat dingin menjadi keras?
    2. Apakah mengocok butter / telur kalau makin lama dilakukan akan membuat hasil yg tdk bagus ( yg saya pernah dengar mengocok butter harus lama makin lama makin lembut)
    3. Chifon cake saya tengahnya selalu teksturnya seperti karet . Kesalahanya kira2 dimana y mba?

    Terima kasih

    • Ferona
      says:

      Halo Amira, aku coba jawab satu per satu …
      1. Pakai butter atau margarin?
      2. Mengocok telur dan butter itu bukan perkara makin lama makin bagus, tapi apakah kocokan telur dan butter itu sudah seperti yang diminta di resep? Jadi biasanya di resep yang bagus itu disebutkan, kocok telur dan gula sampai kental, pucat dan berjejak. Atau kocok mentega sampai ringan dan mengembang berwarna pucat. Nah tanda-tanda tahap kocokan seperti itu yang mesti diperhatikan. Bukan lama atau tidaknya. Karena untuk mengocok misalnya 5 telur sampai kental, itu akan membutuhkan waktu yang berbeda-beda tergantung kekuatan mixernya.
      3. Tekstur karet? Sudah benar mengocok putih telurnya sampai soft peak? Lihat gambarnya di https://www.cakefever.com/kuning-telur-dan-putih-telur/

      Apakah saat dipanggang chiffon cakenya mengembang sempurna? Karena kalau gagal mengembang, bisa jadi karena penggunaan baking powder yang sudah tidak aktif.

  • Perwita
    says:

    Hai, mba…
    Saya nanya agak beda nih, boleh ya. Yg di atas kan ngomongin kue panggang. Nah masalah sy cake dg metode kukus, kira2 yg bisa bikin bantet (adonannya msh padat) apa yaa? Lalu baiknya setelah api dimatikan langsung dikeluarkan atau tunggu dingin di dalam? Misl pakai tepung premiks, semua udh sesuai instruksi smp mengembang, nah kl mau modif dicampur bahan lain (titik kritis sprt yg disebut tulisan di atas) kira2 yg sifatnya sprt apa biar gak mengubah adonan, atau cukup jgn kebanyakan ngaduknya aja? Trm kasih sblmnya

    • Ferona
      says:

      Untuk kue kukus, tips mengukus kue supaya tidak bantat bisa baca di https://www.cakefever.com/tips-mengukus-kue/ … Kalau sudah matang, langsung keluarkan saja kuenya dari kukusan.

      Untuk modif resep bisa baca dulu di https://www.cakefever.com/tips-memodifikasi-resep-kue/ … Kalau sudah pernah buat sesuai resep dan berhasil, barulah bisa coba memodifikasi supaya tahu nanti perbedaan hasilnya. Kalau bahan apa yg bisa dimodif, pada dasarnya semua bahan ada substitusinya. Tapi jangan berharap hasil akhirnya akan sama persis. Pasti akan ada perbedaan. Tapi pertanyaannya dulu ke Wita adalah kenapa Wita mau memodif resep? Apakah kecewa dengan hasilnya ? Atau hanya sekedar ingin menambahi topping kue?

      • Perwita
        says:

        Hai, mba
        Makasi replynya. Sy lanjut di tulisan satunya aja ya, biar lbh sesuai tema ^^

  • Lusiana
    says:

    Sy gak terlalu sering bt bolu oven/ kukus, dan selalu baik2 sj. Tp knp belakangan ini aq gagal buat bolu kukus pelangi selalu kempes pd saat dikeluarkan dr kukusan spt kue lapis. Apa krn pakai tehnik kocok pisah telur antara putih & kuning, atau ada kesalahan yg lain, tlg pencerahan. Terima kasih

    • Ferona
      says:

      Kalau mencoba metode baru, ada kemungkinan memang itu penyebabnya. Asumsiku resep yang digunakan Lusi masih resep yang sama. Tapi kalau resep yang digunakan memang berbeda dan itu sudah sesuai resep, kemungkinan saat mengocok telurnya yang kurang sempurna. Kue kempes lagi setelah keluar dari oven, bisa jadi karena memang strukturnya kurang kokoh.

  • Le Pure
    says:

    Mba, mau tanya kl bolu sudah matang tp ga dikeluarin dr loyang dan dibiarin aja di dlm oven yg sudah mati apa bisa menyebabkan kue jd kempis mengkerut? Soalnya kue saya diamkan di dlm loyang 1 jam lalu kempis mengkerut. Terima kasih!

    • Ferona
      says:

      Iya bolu akan mengkerut kalau dibiarkan dingin dalam loyang, apalagi dibiarkan dalam oven yang tadinya dipakai lalu dimatikan saja apinya. Sebaiknya kuenya segera dikeluarkan dari loyang, kecuali untuk chiffon cake yang memang dibiarkan dingin dalam loyang, tapi itu pun diletakkan terbalik loyangnya supaya chiffon cakenya tidak mengempis.

  • putri
    says:

    Kak, mau tnya dong.. knp ya aku beberapa kali bikin cupcake stlh kluar dr oven dan dingin, cakenya jd agak menciut? Pdhal pas dioven ngembang bagus gitu. Utk rasa dan tekstur sih udh pas. Cm ya itu krg cantik klo udh dingin. Mohon pencerahan

    • Ferona
      says:

      Dari artikel di atas, apakah Putri masih belum bisa menduga penyebab cupcakenya menciut?

      Resep cupcakenya pakai sponge cake atau butter cake? Biasanya memang agak menciut sedikit sih cupcake kalau agak dingin.

  • Ervina Suhanda
    says:

    Salam kenal mbak..sy msh baru di dunia baking. Tolong pencerahannya 🙂 https://uploads.disquscdn.com/images/032d2a1543ac4c3cde2bb6a1708c877584c9f1a6e0b0644522a4b62f49db58a7.jpg https://uploads.disquscdn.com/images/b4e6820506f09aba225bc4e1f6328ad26ee315c996de89c9a972a7587f22cf36.jpg
    Apakah memanggang cake dari awal sudah harus memakai api atas dan api bawah (dgn oven listrik)? Selama ini saya memanggang cake lgsg dgn panas oven atas bawah. Tp krn mendapat info dari teman bahwa memanggang cukup dgn panas bawah saja maka baru2 ini saya memanngang siffon cake dgn panas bawah saja suhu 160derajat selama 55 mnt sampai matang. Sifonnya mengembang tp menrtku tidak maksimal spt biasanya. Saat keluar dari oven siffonya sedikit drop & berpinggang. Setalah sy keluarkan sifonnya dan motong saya baru sadar bagian yg td berpinggang itu sekitat 2cm bantet. Kenapa bisa begitu ya mbak? Sy sdh latihan sifon krg lbh 4x dan tidak pernah kejadian spt ini. Apa penyebabnya krn saya tidak menyalakan api atas? Sy ada kirimkan foto sifonnya..mohon pencerahannya. Ohiya utk type jenis butter cake apakah pemanggangannya jg butuh api atas dan bawah berbarengan sejak awal atau cukup api bawah saja? Terima kasih banyak mbak utk pencerahannya 🙂

    • cakefever
      says:

      Hai Vina, memanggang Chiffon Cake biasanya memang pakai suhu sedang dan waktu panggang yang lebih lama. Di sini http://www.cakefever.com/resep-chiffon-cake-keju/ aku memanggang di suhu 160C selama 90 menit agar Chiffon mengembang sempurna.

      Kalau memanggang kue, biasanya memang hanya pakai panas bawah saja, karena panas bawah pun akan memanaskan bagian atas dari oven dan akan mematangkan kue.

      Apakah Vina pernah cek antara mematikan panas atas atau tidak, adakah perbedaan suhunya? Bisa jadi suhu ovenmu tanpa panas atas memang lebih rendah dari biasanya, sehingga tak cukup waktu panggang hanya 55 menit. Kalau hanya api bawah, bisa jadi mesti ditambah waktu panggangnya jadi 20-25 menit lagi. Ini mesti Vina cek juga kalau memang dugaanmu ada pada oven.

      Semoga membantu ya Vin …

  • mitra aisha
    says:

    Hi mba aku mau tanya ni, kemaren aku bik https://uploads.disquscdn.com/images/b9dcd93a3307ac7226c631b4ae0eaf8c2012d95009e9f476eeea773a9ac1cb4e.jpg https://uploads.disquscdn.com/images/66c5fc36d6b743ac64f2d38d858e58ab75e9641eb72f93308b4a52a42890ff63.jpg in lapis surabaya dan alhamdulillah struktur dalam kuenya bagus, tapi permukaan atasnya retak agak pecah2 gitu mba, kurang kering juga dan permukaan atas kuenya cenderung kurang rata, seperti menggunung gitu. Aku bikinnya 1/2 resep aja karna baru pertama nyoba, trus aku gak punya loyang lapis surabaya jadi aku pake loyang ukuran 20x10x7. Apa karna aku pake loyang yang tinggi dan sempit makanya pecah gitu ya mba? Permukaannya gak kering kenapa ya mba? Aku udah bake 175 C selama 25 menit, karna aku test tusuk udah mateng dalamnya makanya aku angkat, takut gosong. Oiya ini aku lampirkan fotonya mba, mohong bantuannya ya mba. Thankyou.

    • cakefever
      says:

      Lapis Surabayanya cantik sekali, Aisha. Apalagi kalau sudah dipotong (ditrim) rapi pinggirannya, pasti lebih cantik 🙂

      Lapis Surabaya biasanya memang dipanggang di loyang yang tingginya rendah sekitar 4 cm, karena kue ini dipanggang per lapisan. Kemungkinan besar loyang yang terlalu tinggi membuat permukaan kue jadi kurang dapat paparan panas yang dibutuhkan untuk mengeringkan permukaannya. Mungkin bisa dicoba lagi dengan loyang yang pendek, Sha?

      • mitra aisha
        says:

        Iya sepertinya karna emg aku salah loyang ni mba wkwk, besok aku coba pake loyang yang rendah, semoga hasilnya lebih baik.
        Iya ni mba sepertinya karna gak di trim makanya gak rapi, besok sekalian ganti loyang dan akan aku trim pinggirnya.
        Makasih mba sudah bantuin ?

  • Najla Fauziah Amanda Putri
    says:

    Kak, kalo misal di resep ga ada tambahan emulsifier tp aku tambahin sndri boleh ga?? Trus biasany tu cake ny pas udh ditusuk ga ada yg lengket harusnya udh boleh diangkatkan? Tapi cake ny masih basah jd gmn?

    • cakefever
      says:

      Kalau gak ada emulsifier di resep, berarti gak perlu ditambahkan, Naj. Apa yang membuat Najla merasa tetap harus menambahkan emulsifier ketika tidak ada di resep?

      Kalau saat ditusuk, di lidi-nya tidak ada yang lengket, bisa diangkat cakenya. Bila terlihat permukaan cakenya masih basah, bisa coba ditambah sekitar 5 menit api atas untuk mengeringkan permukaan cakenya saja.

      • Najla Fauziah Amanda Putri
        says:

        Gatau juga sih kak, cuman pengen aj nambahin gtu.
        Tapi aku ga pake oven kak, aku baking nya pake yang khusus bolu gtu yg ada lubang bulat d tengah. Jadi gmn biar ga basah kak?

      • cakefever
        says:

        Kalau gak diminta di resep, gak perlu ditambahin kok Naj.

        Kalau dipanggang dengan suhu dan waktu yang tepat, bolunya gak akan basah Naj. Karena kamu pakainya baking pan, kalau tes tusuk masih basah, coba ditambahin waktu panggangnya aja.

      • Najla Fauziah Amanda Putri
        says:

        Tes tusuk ny ga basah cuman permukaan atas ny yg keliatan basah kek ada uap air gtu kak

      • Najla Fauziah Amanda Putri
        says:

        Matang sih, cmn bgn permukaan basah aj, tp enak jg sih… cmn ga mirip sama yg dijual di toko gtu

      • Sari kurniawati
        says:

        Bismillah, mbak kalau boleh ikut mencoba menjawab, kalau pakai baking pan, pas kue udah mateng tapi permukaan rada basah, coba tutupnya digeser, itu dipinggir pannya kan ada lubang2, nah…digeser tutupnya tapi jgn dibuka, digeser sampai lubangnya kebuka, lanjut baking sampai permukaan kering, fungsi lubang itu sama kayak lubang atas di oven tangkring, semoga bisa membantu ya jawabannya…

  • silfia safitri
    says:

    Salam.kenal mba..aq lg mumet ni mba..bljr buat bolu tp sll gagal..dr mulai bolu kempes..sampai permukaan kue yg basah..biasanya kan klo kue tu permukaannya kering cantik gtu ya..ko aq basah sih..pdahal udh aq olesin mentega sama tepung dl sblm masukin adonannya ke .loyangnya.kira2 knp ya mba..
    Aq pke oven listrik mba..

    • cakefever
      says:

      Kalau permukaannya masih basah, itu masih kurang matang Sil. Kalau pakai oven listrik, setelah waktu panggang dan suhu sesuai dengan resepnya, coba panggang dengan api atas saja 5 menitan, tapi tungguin yaa klo kelamaan malah jadi bikin gosong.

  • mitra aisha
    says:

    Hi mba! kemaren aku sudah 2 kali bikin pandan chiffon cake, hasilnya sudah lumayan tapi belum memuaskan, dan karna gak ada loyang chiffon jadinya saya pakai loyang bulat biasa. Aku ingin menanyakan beberapa hal mba :
    1. Saat mencampurkan terigu ke adonan basah (minyak, santan, pandan, telur,gula, baking powder) kenapa adonan jadi agak bergerindil gitu ya mba? Sudah di aduk tapi adonan tidak halus.
    2. Setelah chiffon masak, tekstur chiffon bagian atasnya lembut, tapi dibagian bawah chiffon teksturnya agak sedikit mengeras dan warnanya lebih gelap daripada bagian atas. Kira kita itu kenapa ya mba?
    Terimakasih mba.

    • cakefever
      says:

      Halo Aisha,
      1. Campur minyak, santai, telur dan aduk rata dulu. Terigu dan baking soda ayak lalu masukkan gula, aduk rata. Buat lubang di tengah lalu tuang adonan cairnya. Lalu aduk dengan whisk atau spatula. Ini biasanya kalau diaduknya rata, adonannya akan licin dan tidak bergerindil, Aisha.

      2. Chiffon sebaiknya pakai loyang bolong tengah supaya matangnya rata sampai ke tengah adonan. Kalau bagian bawahnya mengeras, mungkin terlalu panas sehingga agak gosong. Sudah pakai suhu rendah kah?

      • mitra aisha
        says:

        Bagian bawah chiffon nya gak gosong mba, tapi teksturnya sedikit padat seperti tekstur kue bingka/komojo, apa si minyak nya turun karna saya kurang aduk ya mba?
        Iya kemaren suhunya ketika awal masak emg agak panas mba, karna pake otang suhu jadi kurang rata.

  • Wincha Wine
    says:

    Mbak ferona, utk pennylane brownies kan ngak pake baking powder, knpa punyaku juga agak nyusut yah ? Trus bagian tengahnya juga agak basah2 (yg nyusut), tapi pinggirnya udah kering dan mateng.

    Oh yah mbak, utk dptin lapisan kuning khas brownies panggang gitu apa bisa didapat meski menggunakan api bawah aja ? Ato hrs main kombinasi dgn api atas? Mohon pencerahannua mbak. Makasih yah

    • cakefever
      says:

      Wincha, kocokan telurnya sampai mengembang pucat? Kalau menyusut, kemungkinan besar karena kocokan telur yang terlalu mengembang sehingga saat keluar dari oven dia menyusut lagi. Bisa coba buat hanya dengan mengocok sampai kental saja.

      Brownies itu menurutku memang agak basah, itu seleraku sih. Kalau terlalu kering, kurang mantap browniesnya. Menurutku tidak ada yang salah dengan brownies pennylane yang agak basah. Tapi kalau menurut Wincha harus dikeringkan, berarti tambah lagi waktu panggangnya.

      Untuk lapisan tipis brownies itu tidak perlu dengan api atas. Cukup api bawah. Yang penting komposisi gulanya cukup dan gula sudah larut sempurna, plus panas oven juga sudah sesuai seperti resep.

      Semoga membantu.

  • Priscilia Swan
    says:

    mbak kl manggang lapis surabaya kok sll kempes ya? hrs gmn ya spy ga kempes. 1 lapis nya saya pake SP 1 sdt, telur kuning 12, tepung 40gr gula 125gr

  • vicda
    says:

    Mbak aku baru mw coba bikin bolu gulung, pake oven nangkring, panas api besar slama 15 mnt tp yang ada kue aku ga ngembang trus gosong ….plis mbk kasih saran…tx ya mbk

    • Ferona
      says:

      Nah nah … klo dari awal kue udah gak ngembang, mungkin kesalahan ada di awal proses pengocokan telurnya. Kocok telurnya ngembang gak? ehya, ini resepnya pakai sponge cake apa butter cake ?

  • asti
    says:

    Salam mbk saya suka dgn tulisan2 mbk membantu bgt bwt newbie sprti sya…sya mw tanya sebaiknya klo baking cake pake apibawah aja tau keduanya ya? Saya bingung soalnya pernah bikin cake d resep pakai api bawah tapi kue saya malah meleber dan pas waktunya sesuai resep dah abis atasnya blm matang dan saya coba lagi pas bikin ke 2 kali pakai api atas bawah tp bagian tengah kue masih sedikit basah…salahnya dimana ya? Oya saya sdg mencoba belajar bikin kue dgn tepung selain terigu, ada satu resep dimana adonan saya dr telur tbm gula tepung beras maizena dan susu bubuk saat mau dicampurkan dgn lelehan mentega kok ga mau nyatu ya..pdhl dah diaduk lama dr bwh ke atas pas d tuang ke cetakan trnyata masih ada di bawah juga..jadinya kue bantet, knpa ya? Maaf kepanjangan trimakasih sebelumnya 🙂

    • Ferona
      says:

      Halo Asti… memanggang kue selain lapis legit, pakai api bawah saja cukup.

      mengenai kue yang meleber, ini cookies atau cake? kalau cake, kemungkinan loyang yang dipakai kekecilan. Kalau cookies, kemungkinan terlalu lama mengocok telur atau menteganya.

      Kalau manggng kue sesuai waktu trus blum matang, itu juga ada beberapa kemungkinan. Suhu oven tidak mencapai suhu yang dibutuhkan kue (ini butuh termometer utk mengukurnya) atau tinggi loyang yang digunakan terlalu tinggi, sehingga yang dimatangkan baru bagian pinggirnya saja ..

      Mencampur dengan lelehan mentega, coba gunakan trik pancingan. Jadi ambil sedikit adonan terigunya, masukkan ke mentega leleh, aduk rata lalu baru masukkan mentega leleh sedikit demi sedikit ke adonan. Trin pancingan ini membuat mentega leleh tidak terlalu cair dan memudahkan untuk bercampur dengan adonan lainnya.

      Semoga membantu.

  • Ella
    says:

    Mbak, mau tanya, kalau biasanya habis selesai panggang kue misalnya bolu gitu ,kuenya langsung dikeluarin trus diterbalikin ke rak pendingin atau dibiarin dulu didalam oven?soalnya biasanya aku keluarin langsung dari oven Dan aku balikin ke rak pendingin gitu biasanya jadi agak turun/kempes kuenya. Trims ya mbak.

  • yuli
    says:

    Dimana mbak beli termometer untuk oven dan alat2 lainyya???saya pengen beli tapi cari online kok susah yaa :'( di kota saya gak ada,apalagi takaran cup aduuwh…dimana belinyaa:'(

Saran? Pertanyaan? or just say hi? Leave your comment yaah ^_^