Bingung kenapa buatan kita gagal mengembang atau kurang empuk? Pastinya ada kesalahan di prosedur pembuatannya. Biasanya kesuksesan pembuatan itu bisa dilihat dari awal proses yaitu adonan roti harus bisa mencapai kondisi kalis. Kalau kondisi kalis ini tidak tercapai, sudah bisa dipastikan nantinya roti akan menjadi kurang empuk atau malah menjadi keras.

Silakan disimak, -tips berikut agar kita bisa mengembang dan empuk.

Penyebab Roti Tidak Mengembang dan Keras

1. Adonan kurang kalis.

Untuk membuat maka adonan harus kalis agar bisa mengembang dengan sempurna. Untuk bisa kalis dan mengembang, kita harus memastikan ragi yang kita gunakan masih aktif. Caranya adalah dengan memasukkan ragi ke dalam air hangat suam-suam kuku. Bila terlihat gelembung dan busa, maka ragi masih aktif. Kalau airnya terlihat adem ayem saja, maka sebaiknya beli ragi baru. Daripada di-PHP-in sama adonan 😀

Tanda-tanda adonan telah kalis adalah:

  • Adonan tidak lengket lagi di tangan atau di tempat untuk mengadon.
  • Jika diambil dan direntangkan, adonan tidak robek dan berbentuk lembaran tipis yang elastis (seperti kulit martabak telur).

2. Waktu fermentasi kurang.

Roti yang dibakar sebelum waktunya akan menghasilkan produk yang keras. Fermentasi dibutuhkan oleh adonan untuk mengembangkan adonan. Jadi perhatikan kondisi adonan ya. Bisa jadi waktu fermentasi dan proofing lebih cepat atau lebih lama dari yang dicantumkan oleh resep, karena ada perbedaan suhu ruangan dan juga kondisi ragi.

Temperatur oven rendah.

Pastikan oven standar yang akan dipakai telah mencapai temperatur yang sesuai sebelum dimasukkan. Jika temperatur oven lebih rendah dari yang semestinya maka waktu pembakaran akan menjadi lebih lama sehingga hasilnya akan keras. Karenanya juga lain lain suhu.

Baca Juga:  Resep Roti Bluder Yang Empuk dan Ekonomis

Untuk pengaturan suhu adalah sebagai berikut:
· Roti tawar : Suhu 200° C s/d 210° C dengan waktu pembakaran 20 s/d 35 menit.
· Roti manis : Suhu 180° C s/d 200° C dengan waktu pembakaran 11 s/d 15 menit.

Pengaturan suhu tersebut diatas berlaku ideal, artinya belum tentu di oven kita berlaku suhu seperti tertulis di atas. Oven Tangkring atau Oven Gas cenderung lebih panas daripada oven listrik. Oven gas yang tidak memiliki pengatur suhu, walaupun di awal sudah mencapai suhu yang diinginkan (sesuai termometer oven) tapi lama kelamaan suhu di ruang pembakaran bisa semakin panas karena tidak ada yang membesar kecilkan api oven, kecuali kita sendiri yang melakukannya secara manual. Jadi kenali oven masing-masing ya…

Tips Pembuatan Roti Yang Empuk dan Lembut

1. Pemakaian Bread Improver dan Bread Emulsifier

Jika ingin menjadi lebih lembut dan empuk bisa menggunakan Bread Improver dan Bread Emulsifier. Penggunaan Bread Improver dan Bread emulsifier hanya alternatif saja. Apabila tidak menggunakannya, tetap bisa mengembang, tapi hasilnya akan beda tekstur serat dan kekokohannya. Aku sendiri selama membuat roti hanya menggunakan Bread Improver dan belum pernah menggunakan Bread Emulsifier dan hasilnya roti tetap empuk, yang penting adonannya sudah kalis.

2. Penggunaan Cairan Dalam Adonan

Biasakan untuk tidak langsung menuang bahan cair sekaligus saat membuat adonan, sebaiknya sedikit-sedikit dahulu sampai tahapan adonan yang diinginkan tercapai. Penggunaan bahan cair memang akan sangat tergantung kondisi di tempat kita masing-masing. Jadi amati dulu tiap tahap penuangan bahan cair, kalau memang masih terlihat seret dan kering baru tambahkan lagi sedikit demi sedikit. Kalau sepengamatan kita adonan sudah cukup lembab, walau masih ada sisa bahan cair, tidak perlu dituang semua.

Baca Juga:  Kenapa Chiffon Cake Saya Kempes dan Retak?

Ohya, aku pernah bingung melihat resep ada yang menggunakan air hangat, air biasa dan air es. Sebenarnya apa bedanya ya? Sewaktu aku mengikuti kursus Ny.Liem jawaban yang aku dapatkan adalah penggunaan air es itu untuk mendinginkan beater yang bisa jadi terlalu hangat ketika menguleni adonan roti. Jadi sebenarnya kalau beater kita tidak menjadi panas, sebenarnya yang dituju adalah air hangat. Karena air hangat ini bertujuan untuk mengaktifkan “sesuatu” di dalam ragi, kalau terlalu dingin ragi menjadi tidak aktif, kalau terlalu panas ragi malah bisa tewas 😀 Itu sebabnya roti berhenti mengembang ketika dipanggang dalam oven, sebab si ragi sudah tewas semua karena kena panas on.

Selalu pastikan adonan sudah benar-benar kalis baru memulai tahap rounding. Saat membagi dan menimbang, adonan jangan ditarik, cukup gunakan pisau atau scrapper untuk membaginya, supaya serat roti terlihat bagus. Rounding atau pembentukan /pembulatan adonan juga mempengaruhi tekstur roti nantinya. Jadi saat rounding permukaan adonan harus bulat mulus supaya roti tampak cantik.

3. Proofing Homemade

Untuk membantu pengembangan adonan roti, jika cuaca tidak memungkinkan karena dingin, gunakan oven untuk menyimpan adonan. Caranya dengan meletakkan wadah yang sudah diisi air panas di rak paling bawah, lalu di rak atasnya baru diletakkan adonan. Ovennya jangan dinyalakan ya 🙂 Ini konsepnya meniru-niru lemari proofing yang biasanya dimiliki bakery-bakery besar untuk memastikan roti mereka mengembang tanpa terpengaruh kondisi ruang AC yang dingin dan kering. Suhu sangat berpengaruh dalam proses proofing karena yang dibutuhkan adonan untuk mengembang di tahap akhir ini adalah suhu yang lembab dan hangat. Jadi pada saat proofing adonan jangan diletakkan di ruang AC ya 😀

Baca Juga:  Resep Roti Tawar Open Top yang jadi Roti Goreng

Setelah rotimu matang, mengembang, empuk dan lembut biasanya kalau roti-roti tersebut diletakkan di suhu ruang begitu saja, maka setelah dingin, roti akan menjadi agak keras dan memadat. Supaya roti lembutmu bisa bertahan lebih lama, hindari membiarkan roti terpapar suhu ruang begitu saja. Roti yang terbuka akan cepat kehilangan kadar airnya, sehingga menjadi lebih kering dan keras.

Nah segera simpan roti-rotimu dalam kotak tertutup rapat, atau bisa juga dibungkus satu-satu dengan plastik yang ada lemnya. Dengan cara ini roti akan lembut lebih lama.

Kalau mau roti lebih awet dan lembut lebih lama lagi, maka simpanlah roti dalam bungkus tertutup di dalam freezer.

Sudah Baca Yang Ini?

47 Comments
  • Someone
    says:

    Halo, tolong tanya, kalo mau bikin roti tawar seperti sari roti itu bagaimana ya kak? Karena roti tawar yg saya bikin selalu berat seperti roti jadul dan katanya enek. Tolong bimbingannya?? Terima kasih banyak

      • Ivana Hilary D
        says:

        halo kak.. maafsebelumnya.. tapi saya jug asudah memakai bread improver utk melembutkan roti tapi kenapa masih cenderung rotinya berat ya?? apa ada tips nya? terima kasih

      • Ferona
        says:

        Tekstur roti dipengaruhi resepnya, komposisi bahan, metode dan juga tepung yang digunakan. Mesti coba resep2 lain dan metode2 lain utk dapatkan tekstur yg diinginkan. Coba saja googling resep2 roti misalnya roti hokkaido, roti tangzhong. Di sini juga ada resep roti bisa dicoba.

  • Caturina Agustin
    says:

    Kalau buat roti isi coklat kenapa isian coklatnya setelah dipanggang jadi menyebar dan nempel di rongga roti. Gmn caranya supaya coklat ttp stay ngumpul di tengah. ?

    • Ferona
      says:

      Isian coklatnya terbuat dari apa mbak? biasanya isian coklat itu campuran dari tepung, bubuk coklat, dcc, gula … jadi saat dipanggang dia tidak meleleh banget tapi masih berupa adonan pasta.

  • Rr ika yuni astuti
    says:

    Hallo kak,knp klo sy membuat roti,rotinya tdk berongga dgn baik,jd teksturnya empuk tp padat
    Mhn saran agar roti dpt berongga dgn baik gmn caranya
    Trmksh

  • Irni
    says:

    Haloo salam kenal..sy newbie d dunia per bakingan…mau tanya dong..
    1. Apakah bnr cara membanting2 adonan agar cpt kalis? Apakah nanti mmpengaruhi hasil akhir..roti jd keras / empuk ?
    2. Bbrp kali sy bikin piza n roti..sll hslnya keras stlh bbrp jam jadi. Jd jika mau dimakan sy hangat kan lg d microwave agar empuk lg. Knp bs bgtu yah..baru jd nya empuk tp gak lama kmdn mjd keras. Apakah krn sy slh dlm pemangganggan? Sy memakai suhu 160 drjt tuk dough 40 – 50 gr. Jika 60 gr sy pake suhu 170. Tp msh suka keras aja. Pdhl sblm dpanggang pun sy sdh memanaskan dl ovennya sktr 200 drjt slm sktr 10 – 15 mnt.
    3. Sy prnh mncoba bikin resep piza yg tdk pke mentega n telor..gantinya pke minyak zaitun..lalu sy pun bikin resep piza yg memakai kuning telor, mentega/butter n bread improver…tp hslnya mnrt sy..hmpir sama sj. Jd yg pake bhn ekonomis n premium pun ga beda jauh. Knp bgtuu yah?
    4. Mengapa ada yg memakai telor utuh n ada yg kuning telor nya sj saat bikin adonan? Lbh baik pakai yg mana?
    5. Idealnya brp lama buat adonan mjd kalis…jika suhu ruangan sktr 30an derajat? Brp lama maksimal wkt yg ideal smp adonan mjd mengembang cantik ? Sy prnh wkt prooofingnya smp lbh dr 2 jam..apakah itu bs mnyebabkan roti mjd keras? Soalnya roti sy jd keras..n saat dibakar ..kurang mengembang
    6. Sy prnh bikin adonan piza..sy panggang stgh matang…sy inapkan semalam d suhu ruangan tnp sy tutup plastik hny sy taruh d dlm oven..ehh bsknya adonan mjd mngecil n mengeras..sy matangin pun bentuknya tetap sama n keras. Knp bgtu yah? Apa mestinya bgtu adonan dingin sy taruh d freezer?
    7. Kenapa adonan piza suka mengaret saat digiling n dipindahkan ke loyang? Jd bikin bentuk jd ga bulet

    Duh maaf..sy jd bnyk tanya.
    Smg mba berkenan mnjawab semua pertanyaan sy diatas..

    • Ferona
      says:

      Halo Irni, maaf yah aku baru sempat balas2 komentar nih…

      Untuk pertanyaan 1, 2, 3 soal adonan roti keras, aku duga karena adonan rotinya belum kalis sempurna. Jadi metode dibanting, digilas kayak orang nyuci, atau diputer dengan mixer yang C hook itu semua untuk mengaktifkan gluten di terigu agar adonan kalis dan agar nantinya saat dipanggang menjadi mengembang dan lembut. Ada metode lainnya yang disebut no knead bread alias roti tanpa ulen, itu cukup dibiarkan saja adonan yang sudah diaduk dengan ragi dan cairan selama minimal 8 jam atau lebih di dalam kulkas agar si ragi yang mengaktifkan sendiri glutennya itu.

      No.4 Tiap resep yang sudah teruji memiliki keunikannya sendiri-sendiri. Ada roti yang pakai kuning telur jadinya akan lebih lembut, ada roti yang cuma pakai ragi saja, pastinya beda tekstur dengan yang pakai telur. Ada yang menambahkan susu bubuk, nah ini bikin roti jadi lebih padat tapi lembut. Tergantung selera masing-masing saja dan untuk apa rotinya. Misalnya bikin roti tawar pasti beda dengan roti baquet atau roti manis atau pizza. Yang penting pakai resep yang sudah teruji, jangan lakukan modifikasi sebelum mencoba resep aslinya supaya kita bisa tahu perbandingannya seperti apa.

      No.5 Tidak ada waktu yang tepat untuk membuat kalis. Karena saat mengulen adonan roti menjadi kalis selain faktor suhu sekeliling, maka faktor kelembaban udara juga sangat pengaruh. Itu sebabnya resep roti yang benar tidak akan presisi mematok sekian waktu utk ngulen dan sekian ml air. Karena saat memasukkan air ke dalam adonan kering, mesti dirasakan hanya sampai lembab saja, kalau sudah cukup lembab hentikan memasukkan air kalau tidak bisa terlalu basah adonannya dan akhirnya jadi lama kalisnya. Contoh simpelnya aku bikin roti pakai breadmaker. Bread maker kan tidak mengukur suhu sekeliling dan kelembaban, semuanya diprogram pakai takaran dan waktu. Yang aku alami hasil rotinya bisa berbeda-beda tergantung suhu ruangan saat itu. Bahkan pernah gagal mengembang karena suhu ruangan sangat panas saat itu.

      Waktu proofing semakin lama semakin mengembang seharusnya, bukan membuat roti jadi keras. Jangan lupa saat proofing tutup dengan kain lembab atau cling wrap. Jangan proofing adonan terbuka begitu saja karena permukaan adonan akan mengering dan akan mengganggu proses proofing.

      NO.6 Kenapa dipanggang setengah matang ? Roti gak bisa dipanggang setengah matang, trus besoknya baru dipanggang lagi dengan harapan bisa mengembang. Pemanggangan itu mematikan ragi dan menghentikan proses pengembangan adonan. Klo sudah sempat dipanggang sebentar sebelum rotinya benar2 mengembang, ya sudah segitu saja jadinya si roti. Gak ada proses lanjutan untuk memperbaiki kondisi roti. Kalau mau dipanggang besoknya, sebaiknya adonan yang sudah kalis dibekukan saja. Besok saat mau dipanggang ya dikeluarkan, lalu digilas2 dan dilembutkan lagi.

      No.7 Iya memang adonan roti agak-agak ngaret gitu. Makanya sama pembuat pizza profesional ada adegan muter-muter adonan di tangan mereka supaya bisa membulat hehehe Pizza aku juga gak bisa bulat sempurna kok, karena gak bisa muter-muterinnya. Mau digilas2 saja ya bisalah agak bulat-bulat peyang gitu.

      Mungkin ada teman-teman lain yang mau share juga?

  • Oppiy
    says:

    Terimakasih tips dan ilmunya…
    Saya mau tanya, saya beberapa kali membuat roti menggunakan breadmaker. Tapi, kenapa setiap membuat roti.. walaupun bagian dlmnya empuk, tetapi bagian luarnya selalu kering dan keras. Padahal sebelum masuk oven sy olesi susu cair dan setelah masak saya olesi lagi dengan mentega cair. Adonan saya sudah mengikuti sesuai buku resep. Kira² kenapa ya? Trimakasih atas jawabannya.

    • Ferona
      says:

      Kemungkinan besar suhu breadmakernya terlalu panas ya? Saya kurang paham Breadmaker merek lain. Kalau yg tipe panasonic spt yg saya punya, bagian luarnya gak keras2 amat. Biasa aja seperti roti lazimnya.

      • Oppiy
        says:

        Kursng tau jg.. soalnya sy coba juga kneading pake breadmaker. Tapi, pas baking sy pindah ke oven.. jd breadmaker hanya untuk kneading aja, tp, hasilnya tetap keras bagian luarnya.
        Dan setting kneadingnya otomatis 1,5 jam.. kira² itu terlalu lama ga ya?
        Klo kelamaan proofing ngaruh tidak?

      • Ferona
        says:

        Di breadmaker saya, menu kneading ada 2, untuk bread dough 1 jam, kalau untuk pizza dough 45 menit. Dan untuk kulit luar bisa dipilih mau yang coklat pucat saja atau yang lebih gelap artinya kulit bagian luar akan lebih keras. Kalau lama proofing malah seharusnya semakin mengembang dan tidak keras. Kalau sudah dipindah ke oven, tetap keras bagian luarnya, mungkin bukan salah di kneadingnya, tapi mungkin bisa coba resep lain untuk memastikan juga apakah mungkin resepnya yang mempengaruhi.

  • Pola Risma
    says:

    maaf mau tanya, saya membuat roti menggunakan breadmaker, tp kok rotinya belum matang didalam, tp mesin sudah mati, mohon pencerahannya, terimakasih

    • Ferona
      says:

      Apa sudah mengikuti resep yang diberikan Breadmakernya? Dan suhu ruangan Breadmakernya terlalu panas? Belum matang di dalam ini asumsi ku rotinya pun belum mengembang juga.

  • Kristien
    says:

    Hi..kenapa yaa..kok aku sudah sesuai resep dan saat memanggang roti dengan suhu dan waktu yg sama di resep..rotiku jadi gosong atasnya..tapi bwah belum matang(resep roti tawar pake oven listrik)

  • D'archy
    says:

    Nah mau tanya nih mba.. Roti ku mengembang tapi setelah di baking kok kempes ya ? itu kenpa bisa gitu ya? Kesel.. Terus roti bagian atasnya keras gitu.. Salah adonannya kah atau salah ngulennya atau salah semuwaahh.. Aku kesel? pdhl sdh ngikutin resep deh

  • Testina
    says:

    Mau tanya sist..
    Kenapa klao bikin roti sobek, setelah matang, atas nya kering, garing gitu…
    Pengen moist lembut kayak yg dijual2 gitu cara ny bagaimnaa ya?

    Trus..di beberapa resep ditemukan, pake susu dingin, nah itu bener ga? Ragi nya tetap bs aktif?

    • Ferona
      says:

      Supaya permukaan atas roti moist bisa dengan setelah matang, segera diolesi mentega. Atau bisa juga sebelum dipanggang, disemprot air permukaan rotinya pakai spray halus.

      Kalau susu dingin, itu bener kok. Fungsi susu dingin menurunkan temperatur adonan kalau diuleni dengan mixer atau bread maker.

  • Hanni Haya
    says:

    Mba perbandingan ragi dgn bread improver nya sgmna mba? Misal kita pke resep donat dgn 1 bungkus ragi.. nah klo mau di tambah bread improver apa harus di kurangi raginya?

    • Ferona
      says:

      Komposisi nya dilihat dari berat tepungnya, bukan dari jumlah raginya. Di kemasan bread improvernya biasanya ditulis ukuran yang harus digunakan, Han.

    • cakefever
      says:

      Komposisi nya dilihat dari berat tepungnya, bukan dari jumlah raginya. Di kemasan bread improvernya biasanya ditulis ukuran yang harus digunakan,…

    • cakefever
      says:

      Untuk proofing ya ini maksudnya? Bisa sih harusnya karena yang dibutuhkan suhu hangat dan lembab. Ditaro di samping atau di bawah gak beda pengaruhnya.

  • Vir Sha
    says:

    Makasih @cakefever atas info nya.. mudah2an bisa membantu saya dan org lain.. tp saya mau tanya.. bread emulsifier itu apa? Contohnya apa misalnya? Bisa di kasih tau?

    • cakefever
      says:

      Bread emulsifier itu bahan tambahan untuk membuat roti empuk. Terutama untuk kebutuhan jualan, disediakan aneka bahan tambahan untuk memastikan roti yang kita buat itu empuk.

      Contoh bread emulsifier bisa search lagi di google, itu banyak mereknya. Aku gak hafal merek2 bread improver atau bread emulsifier, karena memang gak pernah pakai. Hanya saja kalau lagi browsing di toko bahan kue, bisa dilihat di rak bahan2 roti ada yang namanya bread improver atau bread emulsifeer.

  • rizki zulhilmi
    says:

    haloo mbak..

    makasih infonya..

    mau tanya kenapa sulit membuat adonan kalis elastis, apa karena saya nguleni pakai tangan ya..

    terima kasih
    salam

      • rizki zulhilmi
        says:

        masih mbak. hari ini saya sedikit berhasil kalis elastis. tapi saya punya masalah baru yaitu roti saya terlalu banyak adonan, kalau lihat di toko2 roti mereka bisa lembut sekali dan tidak banyak adonan sepertinya. mhon bantuannya..^_^

      • cakefever
        says:

        Rizki, maap keselip pertanyaanmu. Adonannya tidak banyak maksudnya bagaimana Ki? Bakery2 itu sudah punya resep dan takaran yang presisi sehingga kemungkinan gagalnya sedikit. Nah klo Rizki bilang adonannya jadi terlalu banyak, pertanyaanku, Rizki mengikuti resep roti dari sumber yang terpercaya? Atau mereka-reka resep sendiri kah?

      • rizki zulhilmi
        says:

        Adonannya tidak banyak maksudnya bagaimana Ki? maksudnya, ketika adonan matang dan menjadi roti, roti tersebut banyak adonannya,karena biasanya saya lihat ditoko bakery itu tengah roti itu tidak banyak adonan sehingga roti empuk mbak.

        Rizki mengikuti resep roti dari sumber yang terpercaya? Atau mereka-reka resep sendiri kah? saya mengikuti resep dari internet namun saya improve sendiri.

        saya kemarin goreng donat,hasilnya dalamnya tidak matang,apakah adonan kurang ragi atau kurang ngembang ya,mhoon bantuannya?

        dan bagaimana cara mengganti /menghilangkan bau ragi dalam roti menjadi harum?

      • cakefever
        says:

        Aroma ragi biasanya tidak perlu dihilangkan. Klo sampai tercium sangat kuat, bisa jadi ragimu terlalu banyak, Ki. Tapi kalau tetap ingin rotinya wangi yang lain, bisa coba aneka aroma yang ada di toko bahan kue Ki.

        Kalau Rizki belum menguasai pembuatan roti, sebaiknya mengikuti resep yang terpercaya dan diikuti plek-plekan jangan melakukan improvisasi kalau belum memahami fungsi aneka bahan dan komposisi yang tepat. Itu yang aku lakukan ketika baru belajar membuat kue atau roti. Setelah menguasai satu resep roti dan memahami fungsi bahan dan proses kimia yang terjadi bila bahan ini dicampur bahan itu, barulah coba lakukan improvisasi.

  • Maria Karolina Purba
    says:

    Terima kasih untuk ilmunya Bu…sangat membantu. Saya mau tanya nih,
    1. kalau membuat roti Gandum apakah perlu Bread Improver dan Bread emulsifier juga? karena di resepnya tidak tertulis.
    2. Ketika menggunakan air, sebaiknya air dingin atau air hangat kah yang digunakan nguleni adonannya? Roti saya labil, kadang mengembang cantik kadang mengembang malu :p

    • cakefever
      says:

      Halo Maria … aku juga masih belajar kok 🙂
      1. Kalau di resep tidak tertulis, berarti tidak perlu dipakai. Aku cenderung akan selalu bilang, untuk baking atau membuat kue, taatlah pada resep 🙂
      2. Air hangat gunanya untuk mengaktifkan raginya Maria. Kalau airnya dingin, nanti raginya bobok aja, gak mau aktif 🙂

  • Lazuardi Eka Putra
    says:

    terimakasih gan infonya :), ane mau tanya nih gan seputar pengalaman bikin roti hasil jadinya selalu keras padahal ane juga udah coba selain pake improver ane pake juga diva cake softener tapi masih tetep keras luarnya dalemnya sih lembut itu kenapa ya ?

    oven yang ane gunain itu maspion oven listrik bisanya sih klo bikin roti sekitar 190c/200c apa pengaruh dari suhu oven juga ?

    nah untuk kalis elastis ane masih bingung klo bikin roti ane ngulenin pake tangan tapi udah sejam ngulenin ko tidak ada ciri ciri kalis elastis,, padahal udah sejam tapi ko masih lengket ditangan dan klo ditarik malah sobek :'( ,, samapai kemaren ane coba pake hand mixer tapi ttp blum dapet tekstur kalis elastisnya. jadi bingung sendiri + kesel + penasaran. sampe aku tonjok yang kenceng dan banting banting kenceng tuh adonan sangking keselnya ttp gamau kalis elastis. ada tips ga gan untuk ngulenin pake tangan biar kalis elastis 🙁

    • cakefever
      says:

      Maap ya gan lama balesnya. Tapi ane bukan agan-agan nih … 🙂

      Pertanyaan ane simpel gan, udah ngikut resepnya plek2an gak gan? Adonan gak kalis2 itu bisa banyak sebab. Biasanya kalo ane sih gan, karena ane kebanyakan nuangin cairan. Cairan itu bisa air, susu atau mentega lelehnya. Kalo udah gitu, coba ditambahin terigu sedikit-sedikit saat menguleni, gan.

      Kalo masih gagal juga, cek ulang timbangannya gan dan resepnya. Itu bikin roti kenapa pakainya cake softener gan? Ane bikin roti biasanya gak pake softener atau bread improver juga bisa lembut gan. Cuma ya beda lembutnya ya gan klo dibanding resep roti yang pake bahan tambahan pelembut.

      • Lazuardi Eka Putra
        says:

        Eeeh maaap 🙂
        Hmmmm, kbanyakan caira ya … mungkin iya dh cos ane slalu tuang cairan mentega pas adonan udah nyatu smua dan ga ada lagi sisa tepung tepung putih nya dan pas udah nyatu bulet kaya bola baru ane tuang menteganya . Klo soal ukuran nya ane tepungnya 300gr dengan air 150 ml dan mentega cairnya satu sendok makan
        Pada 1 Agt 2016 22:15, “Disqus” menulis:

      • Ryan
        says:

        Terima kasih atas jawabany.klo utk profingny misal pake lemari kayu dgn air panas bsa ga?atau hrs dr besi?soalnya g pny oven gas/tangkring.trims

      • cakefever
        says:

        Jangan pakai lemari kayu, nanti lemarimu jadi rusak, Ryan 🙂

        Kenapa gitu kamu harus proofing roti dalam lemari? Letakkan saja di dapur yang suhunya hangat. Eh ya dapurmu hangat kan Ryan? Kalau dapurku sih hangat, apalagi klo sedang manggang kue, itu se-dapur panasnya seperti ruang sauna 🙂

      • Ryan
        says:

        Soalnya penasaran nanti hasilny sebagus apa ngembangnya apakah sebagus”roti bicara” klo pake metode lemari.selama ini cm pake baskom di

        tutup serbet basah hasilny g memuaskn kdg nempel di sebet basah adonanya bikin bete.klo mau beli profer kemahalan krn msh

        belajar/pemula.kmrn sempat beli oven gas cm krn meledak dan apinya nyambar2 jd trauma kmd ku kembalikn yg jual makanya mau beli oven listrik.

        Klo dapurku kayanya g hangat cm biasa2 aja.kebetulan pny lemari kayu g dipake kupikir bisa ternyata merusak to.lg pula tulisan ttg oven di

        ksi air meniru konsep profer bikin ak tersadar kok g kepikiran meniru cara kerja profer.klo pake termos es kotak?ato ada alternatif lain mungkin kotaknya apa gt?trims

  • mimi
    says:

    wahh,, makasih tips nya ^___^

    sy sudah sering buat roti (tapi tidak pernah menjadi benar2 roti) hahahaha,, apalagi roti nya di panggang pake oven manual >,< *curhat*

    hehehe.. semoga minggu dpn sdh bs q praktekkan tips2nya,, *penasaran bgt makan roti enak buatan sendiri 😆

Saran? Pertanyaan? or just say hi? Leave your comment yaah ^_^