Tips Sukses Cheese Cake

Membuat itu sebenarnya gampang-gampang susah. Gampang karena untuk seorang Newbie in The Kitchen seperti aku, bisa langsung sukses hanya dalam satu kali percobaan. Tapi sebenarnya ada beberapa faktor yang perlu dicermati dalam membuat . Berikut aku uraikan satu per satu:

Permukaan Cheese Cake yang retak
Permukaan Cheese Cake yang retak

Permukaan Cheese Cake Retak. Permukaan Cheese Cake yang retak ini menurutku karena suhu oven yang terlalu panas. Suhu oven untuk Cheese Cake yang dipanggang Au bain marie sekitar 150C-160C selama 60-75 menit. Tapi kalau masih belum matang, trikku adalah 30 menit pertama dipanggang dengan suhu 180C, setelah itu suhu aku turunkan ke 160C untuk mencegah permukaan retak akibat oven yang terlalu panas. Suhu oven ini tergantung dengan jenis ovennya, karena itu pelajari dan pahami oven masing-masing. Selain itu permukaan Cheese Cake yang retak ini juga bisa disebabkan karena adonan yang over-beat atau terlalu lama dikocok sehingga banyak udara di dalam adonan. Udara yang terperangkap di dalam adonan ini, pada saat dipanggang akan berusaha keluar dan jalan keluarnya itulah yang terlihat menjadi retak di permukaan Cheese Cake.

Peletakan loyang adonan yang direndam dalam loyang berisi air (au bain marie)
Cheese Cake tidak tinggi. Memang siy, sebenarnya cheese cake ini bukan cake yang mengembang seperti sponge cake. Tapi setelah berkali-kali membuat cake ini, aku baru menyadari ternyata cheese cake-ku tingginya tidak jauh berbeda dengan tinggi adonan awalnya. Cheese cake kurang mengembang sehingga cheese cakenya terlihat pendek. Ternyata kemalasanku adalah penyebabnya, hehehe. Jadi selama ini aku maen cemplung aja Cream Cheese yang aku keluarkan dari kulkas ke adonan telur yang sudah dikocok mengembang. Alhasil adonan jadi encer dan setelah dipanggang cheese cakenya jadi pendek. So sodara-sodara, marilah kita mengocok terpisah sampai lembut dan creamy, baru masukkan ke kocokan telur yang juga sudah dikocok sampai kental. Dijamin cheese cakenya jadi lebih tinggi… ^_^ Tapi tetap diingat agar tidak terlalu lama mengocok Cream Cheese untuk menghindari retaknya permukaan cake.

Crust atau alas cake yang terlalu keras. Ternyata aku manggang crustnya terlalu lama sehingga jadi keras. Sebenarnya aku kelupaan, lagi sibuk mengocok telur, aku baru sadar crust di oven belum dikeluarkan padahal udah lebih dari 20 menit. Sebaiknya crust dipanggang maksimal 10 menitan di oven panas, karena nantinya kan juga akan dipanggang lagi bersama-sama dengan adonan cheesenya.

Au Bain Marie bocor!! Wah, ini penyebab utama cheese cake gagal total. Loyang berisikan adonan cake ini direndam di loyang yang lebih besar yang diisi air.  Jadi supaya loyang bongkar pasang (spring form) kita tidak bocor, maka pakailah Aluminium Foil yang Heavy Duty. Jangan yang tipis yang biasanya ada di supermarket ya. Belinya di Toko Bahan Kue atau aku pernah lihat di KemChicks. Biasanya aku bikin jadi tiga lapis, lalu di pinggir luar loyangnya aku selotip biar ketat dan erat. Atau ada juga yang menggunakan tiga loyang supaya hemat aluminium foil.

Taruh loyang di rak paling bawah Oven. Dengan teknik panggang au bain marie, cake tidak akan menjadi gosong, asal air dijaga tidak sampai kering. Karena permukaan cheese cake mendapat ruang yang cukup lapang, hal ini bisa mencegah permukaan cake menjadi kering atau retak.

Cheesecake disebut matang bila seluruh adonan sudah mengeras tapi bagian tengahnya -diameter 5 cm masih bergerak-gerak dan lembab. Saat itu, matikan api oven, biarkan suhu panas menurun perlahan agar cheese cake tidak menciut ke bawah, biarkan cake dingin di dalam oven. Setelah benar-benar dingin, simpan cheesecake bersama loyang dalam kulkas supaya crust mantap dan tidak hancur ketika loyang dibuka.

Artikel Lainnya:

%d bloggers like this: