Resep Apple Cake ala SmittenKitchen

Sudah lama aku ingin mencoba membuat cake yang berisi campuran buah. Benar-benar buah, dan bukannya hanya sekedar essence buah. Sejauh ini percobaanku sudah cukup berhasil untuk Banana Chiffon Cake, Carrot Cakefruit cake (dengan buah kering) dan sekarang aku ingin membuat Apple cake.

Buah Apel menjadi pilihanku sebenarnya karena aku merasakan buah apel lokal kita yaitu Apel Malang, rasanya masam segar dan daging buahnya rada keras sehingga cocok sekali untuk dijadikan bahan dasar Apple Cake ini.

Nah semakin sering aku memperhatikan resep cake dengan buah segar,  aku memperhatikan bahwa tidak terlalu banyak resep cake di kalangan Food Blogger Indonesia yang mencampurkan buah asli ke dalam adonan.

Kenapa ya? Mungkin karena sebagian besar kita lebih suka menyantap cake yang lembut. Apabila adonan cake kalau sudah dicampur dengan buah, apalagi kalau jumlah buahnya cukup banyak, maka umumnya cake akan menjadi lebih padat dan lebih lembat (moist).

Padahal produksi buah lokal kita banyak lho, namun resep kue dengan menggunakan buah segar tidak sebanyak resep kue di luar negeri yang menggunakan aneka macam buah.

Baiklah cukup penjelasan singkat mengenai motivasiku mencoba membuat Apple Cake 😉

Nah setelah googling ke sana kemari, aku melihat link resep Apple Cake dari Smitten Kitchen – Moms Apple Cake. Smitten Kitchen ini salah satu food blogger favoritku kalau ingin melihat proses bikin kue yang menyenangkan. Foto-foto di Smitten Kitchen sangat menarik dan membuatku syiriiikkk abweeesss sebab belum bisa membuat foto sekeren Smitten Kitchen hehehe.

Berikut adalah adaptasi resep Apple Cake dari Smitten Kitchen yang aku modifikasi sesuai seleraku.

Bahan-bahan:

Potong-potong apel malang lalu campur dan aduk rata dengan kayu manis & gula pasir:
8 Apel Malang berukuran besar 
1 sdm Kayu Manis Bubuk
5 sdm gula pasir

390 gram tepung terigu serbaguna, sifted
1 sdm Baking Powder Double Acting
1 sdt garam
200 gram minyak sayur atau minyak goreng
390 gram gula pasir
58 gram juice jeruk atau juice lemon
2 sdt vanilla extract
4 butir telur
1 cup kacang mede, sangrai dan potong-potong kecil-kecil

Baca Juga:  Resep Kaastengels

Cara Membuat:

Panaskan oven suhu 170 -180 C. Siapkan loyang tulban. Loyang tulban ini loyang yang bagian tengahnya berlubang ya. Potong apel bentuk dadu, masukkan campuran gula dan bubuk kayu manis lalu aduk rata. Sisihkan.

Aduk rata tepung terigu, Baking Powder Double Acting dan garam. Di wadah lainnya, kocok rata minyak sayur, jus jeruk, gula dan vanilla extract sampai gula larut. Masukkan campuran minyak ini ke bahan kering, aduk rata dengan spatula lalu masukkan telur satu per satu. Pastikan telur sudah tercampur rata dengan adonan lainnya.

Tuang separuh adonan ke loyang, masukkan sebagian apel susun rata. Lalu tuang sisa adonan dan susun lagi sisa apel berikutnya. Panggang sekitar 1.5 jam (tergantung oven masing-masing ya), lakukan tes tusuk untuk memastikan kue sudah matang.


 
Catatan :

Karena satu resep ini hasilnya bisa memenuhi satu loyang tulban chiffonku (cake besar) dan juga resep ini masih percobaan jadi aku bikin setengah resep saja yang aku panggang di loaf pan. Tadinya sempat kuatir bagian tengahnya tidak matang, tapi ternyata 1.5 jam di dalam oven bisa mematangkan semua bagian sampai ke tengah kue.

Kalau lihat di Smitten Kitchen, apelnya dipotong agak besar. Sedangkan aku memotong apel seukuran dadu. Dan hasil akhirnya membuatku rada tercengang. Ternyata potongan apel tersebut bukannya tenggelam atau tersebar rata, tapi malah mengambang semua ke permukaan kue. Lha ya pantesan si Deb memotong apelnya rada gedean, supaya bisa ditata layer … hahaha, sotoy siiy akunya 🙂

Next percobaan aku mau coba buat apelnya disusun layer seperti si Deb SmittenKitchen. Jadi di permukaan atas cake diberi topping apel, penasaran hehehe.

Hasil akhir dari cake yang aku buat ini, padat, moist dan apel banget. Setelah dingin aku bungkus dengan plastik lengket (cling wrap) dan disimpan di kulkas. Besoknya baru dimakan, rasanya lebih mantap.

Beberapa tester dari resep ini mengatakan rada kemanisan … 😀 Kalau untukku rasanya sudah pas. Yeah lidah memang beda-beda. Silakan mencoba, bila memang kemanisan, bisa dikurangi gulanya yaa …

Artikel Lainnya:

%d bloggers like this: