Resep Oreo Cheese Cake
Pengen buatin Birthday Cake untuk ultah dua kawan di kantor. Trus baru nyadar, aku kan belum bisa mendekor kue?? Bisanya bikin kue cemplang cemplung aja…
Pikir punya pikir akhirnya kepikiran untuk buatin Oreo Cheese Cake. Kebetulan aku baru beli loyang bongkar pasang yang segi empat. Naah kesempatan buat nge-jajal loyangnya dehh…
Untuk resep Cheese Cakenya, aku pakai resep Blueberry Cheese Cake. Bedanya hanya di alas crustnya dibuat dari biskuit Oreo yang dihancurkan.
Lalu di dalam adonan aku campurkan juga biskuit Oreo yang dihancurkan kasar.
Untuk topping, aku taburi biskuit oreo yang diblender halus dan diayak di atas kuenya, sehingga tampilannya seperti hamparan pasir Oreo, hehehe.
Supaya agak kokoh, aku campurkan 1 sendok makan tepung terigu di adonan.
Satu resep Cheese Cake muat di loyang segiempat ukuran 25 cm x 25 cm. Untuk meningkatkan volumenya, aku mengocok telur dan gula terpisah sampai kental. Kemudian cream cheese dan sour cream dikocok juga sampai menjadi lunak dan creamy. Lalu kocokan telur dan kocokan cream cheese dicampur dan dikocok lagi sampai tercampur rata.
Pinggiran loyang dioles butter rada tebal lalu baru aku tuang adonan cream cheese ke dalam loyang. Pada pembuatan Oreo Cheese Cake ini, aku menggunakan trik 2 rak (au bain marie akal-akalan), karena aku males mau bungkus pakai aluminifum foil dan takut bocor. Loyangnya aku letakkan di rak atas tanpa dibungkus aluminium foil.
Namun ternyata karena loyang tidak dibungkus aluminium foil, pinggiran Cheese Cake menjadi kering dan kecoklatan. Itulah sebabnya mengapa Oreo Cheese Cakenya aku tutup dengan whipped cream.
Padahal menurutku whipped cream dan cream cheese rasanya saling mematikan, jadi kurang pas menurutku lhoo. Makanya aku jarang memadukan whipped cream dengan Cheese Cake. Apalagi kalau pakai Whipped Cream non dairy yang ada rasa manisnya. Kalau pakai Whipped Cream dairy karena rasanya tawar gurih gitu masih ok. Tapi kali ini terpaksa ditutup dengan whipped cream non-dairy karena pinggiran cakenya kurang cantik – kering kecoklatan dan pada saat itu hanya ada satu-satunya whipped cream yang tersedia di kulkas.
Nutup kuenya juga masih berantakan, karena aku memang amatiran abis deh kalo mesti mendekor kue. Tulisan Happy Birthday-nya tadinya mau dibuat pakai coklat, tapi yaaa gak sempat yaa … jadi ambil saja dekor tulisan dari plastik. Sebenarnya kata pakar dekor kue, dekorasi apapun yang ada diatas kue itu harus edible alias bisa dimakan. Jadi si pakar dekor itu menganjurkan untuk tidak menggunakan asesoris dekor kue yang tidak bisa dimakan. Baik pak! Sekali ini aja yah!
Nah ini dia yang ultah, berdua. Berhubung tukang kue-nya lupa bawa pisau kue, akhirnya kue dipotong dengan golok adza… hahaha.
Artikel ini sudah dibaca 3947 kali. Semoga bermanfaat :)


