Memilih Opsi Delivery Kue – Tips Jualan Online

Klappertaart menunggu kurir datang harus tetap disimpan di dalam kulkas
Seperti yang aku ceritakan di artikel Memelihara Kepercayaan Pelanggan, bahwasanya tantangan terbesar dari jualan kue online ini adalah di bagian pengantaran atau Kurir. Karena pengantaran kue adalah kunci dari usaha jual kue online ini. Bedanya kita dengan Harvest, Holland Bakery atau Maquis adalah kita tidak punya toko atau outlet yang berada di pusat keramaian yang bisa didatangi calon pembeli kita. Karena tidak punya toko, maka kue yang sudah dipesan oleh pelanggan memang harus diantarkan ke lokasi pelanggan, kecuali bila pelanggan memilih untuk mengambil sendiri kue yang dipesannya ke tempat kita.

Karena pengantaran adalah salah satu kunci dari usaha ini, maka sedapat mungkin kita memiliki solusi mengantar kue yang bisa saling membackup bila salah satu opsi delivery atau pengantaran ini sedang tidak tersedia.

Ada tiga solusi, (1) gunakan jasa kurir profesional, (2) pekerjakan kurir sendiri atau (3) antar sendiri πŸ˜€

Jasa kurir profesional bisa jadi membuat harga kue kita menjadi terasa mahal. Apalagi bila jasa kurir yang kita gunakan menggunakan cara hitung satu box (kotak) berukuran sekian-sekian dan kalau melebihi satu boks itu maka akan di-charge box kedua dengan harga sama persis dengan box pertama. Ini bisa membuat harga delivery kue menjadi membengkak terutama bila pelanggan kita banyak pegawai di kantor-kantor yang biasanya memesan beramai-ramai. Tidak semua pelanggan bisa memahami situasi ini, hingga ketika delivery cost jadi membengkak, mereka tidak jadi memesan.

Jasa Kurir Kue ini juga biasanya mengenakan biaya berdasarkan jarak dari tempat pengambilan kue ke tempat pengantaran kue. Jadi misalnya rumah kita di Cibubur, lokasi Kurirnya ada di Kemang dan lokasi antar ada di Karawaci, maka biaya akan lebih mahal bila dibanding kita mencari lokasi Kurir yang dekat dengan rumah kita.

Untuk melihat daftar Kurir Kue bisa klik link ini. Selain jasa Kurir Kue berbentuk badan usaha, ada juga yang kurir yang menawarkan jasanya secara pribadi. Bila kurir jasa pribadi, yang penting adalah kita mengenalnya dan tahu harus mencari kemana bila ada masalah dalam pengantaran tersebut.

Menggaji Kurir sendiri bisa jadi solusi karena kurir sudah kita bayar gajinya sebulan. Jadi ongkos yang harus dihitung adalah jarak tempuh (bensinnya) dan ongkos parkir. Ohya juga mesti dihitung asumsi biaya tilang, hehehe. Karena berdasarkan pengalamanku, walau sudah dinasehati berkali-kali tetap saja ada kondisi dimana si kurir kena tilang.

Memang itu resiko kurir sih, tapi gak tega aja dia udah capek nganter kue juga mesti bayar tilang yang salah satu penyebabnya mungkin karena si kurir berusaha mengejar waktu pengantaran. Biasanya disiasati bila dalam sebulan dia kena tilang lebih dari 2 atau 3 kali, maka bonus atau gajinya akan dipotong.

Sebaiknya kurir diberi insentif tambahan untuk tiap alamat yang diantar dan bila terjadi kue rusak maka insentif kurir bisa dipotong atau ditiadakan. Insentif tambahan ini bisa mendorong kurir untuk mengantar lebih banyak dan tetap berhati-hati agar kue tetap diantar dengan baik.

Kue Goldoven
Kantung plastik pun dipilih warna-warni untuk membedakan kue pelanggan

Ohya kalau kita sudah menerima banyak pesanan kue dari banyak pelanggan, maka kehebohan berikutnya adalah memastikan masing-masing pelanggan menerima kue sesuai yang dipesannya. Bila kue-kue ini sudah dikemas dalam kantung plastik, untuk membantu kurir agar tidak salah angkat kantung kue, maka aku mengelompokkan pesanan berdasarkan warna kantung plastiknya. Ide ini muncul ketika beberapa kali kurir kami salah angkat kantung plastik karena catatan pelanggan per kantung terkadang tak lagi terbaca oleh kurir yang sudah rempong dan ribet dengan banyaknya pesanan yang harus diantar.

Opsi terakhir adalah mengantar kue sendiri. Ini adalah opsi yang paling tidak efisien, hihihi. Tapi yaa kalau sudah tidak ada pilihan lagi, gimana dong? Aku sendiri pernah melakukannya saat menjelang lebaran, karena biasanya kurir sudah tidak melayani lagi pengiriman h-2 menjelang lebaran. Sementara karena kue-kue Goldoven adalah kue basah yang tidak tahan lama, maka hampir semua yang memesan kue untuk lebaran minta diantar h-2 dan h-1 lebaran. Demi tidak mengecewakan pelanggan, maka pada h-2 dan h-1 aku sendiri yang menyetir mobil dan mengantar kue-kue ke pelanggan. Lumayan gempor hehehe karena aku tidak hanya mengantar tapi juga membuat kuenya semalaman tanpa tidur … πŸ™‚

Demikian sekelumit kisah tentang kebutuhan Kurir Kue dalam usaha jual kue online ini. Semoga bermanfaat untuk yang sedang merintis usaha jual kue onlinenya. Bila ada sharing dari teman-teman yang lain, silakan Leave Comment di bawah ya … πŸ™‚

Artikel Lainnya:

%d bloggers like this: