Antara Baking-Blue & Blogging-Blue

Baking-Blue, ini istilah dikenal diantara para pe-hobi baking yang tadinya semangat 45 mencoba resep-resep baru, tiba-tiba jadi malesssss banget ngeluarin mangkuk-mangkuk untuk menimbang bahan-bahan kue.

Aku lumayan sering mengalami baking-blue, hehehe. Kalau sudah baking-blue, jangankan mau mencoba resep-resep, lihat aja rasanya gemanaaa getoo… males. Kalau sudah males, memang gak ada obatnya. Dan baking blue ini bisa berlangsung sebentar ataupun cukup lama.

Aku pernah berbulan-bulan tak pernah lagi memegang peralatan baking-ku. Saking lama-nya, sampai lupa beberapa teknik baking yang dulu hafal luar kepala. Misalnya, aku sempat lupa apa penyebab kue itu menggunung di dalam dan mengempis ketika dikeluarkan … Ya begitulah, karena baking-blue yang kelamaan akhirnya semua jadi benar-benar di luar kepala alias lupa !

Tak kalah parahnya dengan baking blue adalah blogging blue! Kedua blue ini bisa muncul bersamaan, atau bisa muncul sendiri-sendiri. Kalau baking blue muncul, sementara blogging blue tidak, maka biasanya aku menulis di blogku yang lain yang tidak ada pembahasan pembuatan kue sama sekali. Dan kalau blogging blue muncul, tapi baking blue-nya aman terkendali, maka hasilnya adalah cakefever.com nyaris tak pernah diupdate berbulan-bulan *nyengir.


Padahal, aku rajin mencoba beberapa resep baru. Terutama juga karena toko kue online-ku sudah mulai aktif kembali. Selain masih menyajikan kue-kue seperti Special, Dark Choco Melt Brownies, Carrot Cheesy Cake, Klappertaart Cheesy, dll aku juga mulai melakukan riset resep untuk soft & chewy cookies, membuat cake berbasis buah dan mengupayakan untuk membuat kue dengan whole wheat dan mengurangi gula dan substitusi dengan gula-gula yang rendah kadar glycemixnya.

Dari awal aku memutuskan berjualan kue, aku udah menetapkan bahwa aku tidak akan menjual kue yang aku sendiri tidak mau memakannya. Itu sebabnya aku tidak menjual kue-kue yang dihias aneka warna atau pun cake bertekstur lembut karena adanya tambahan . Walaupun mungkin aman dan memang aman karena itu kan food-grade. Tapi aku gak mau makan itu, jadi harap maklum yah kalau tampilan kue-kue jualanku apa adanya 😀

Baca Juga:  Raibnya Brownies Kami

Nah seiring dengan komitmenku untuk tetap makan enak tapi sehat, maka aku juga mulai riset resep-resep high fiber dan rendah gula. Aku tidak mau menggunakan pemanis buatan, so pilihan jatuh ke gula kelapa dan gula aren yang katanya rendah kadar glikemiksnya.

Aku mengerti kalau aku bukan ahli gizi yang mengerti seluk beluk bahan pangan dan ahli menghitung kalori tiap potong kue yang aku buat. Tapi aku mau belajar dan sekarang sedang belajar lho … pelan-pelan tentunya. Karena selain belajar soal bahan pangan, aku kan juga masih harus belajar yang lain juga terkait dengan pekerjaanku 🙂 So mesti atur waktu…

Wah panjang juga ceritanya. Berarti blogging-blueku sekarang sudah sembuh 😉

Setelah blogging blue sembuh, maka kalau ternyata blog-ku ini masih jarang update juga, maka alasan berikutnya adalah : “waduuhhh iya maap, kerjaanku di kantor numpppuuukkk… ” *kabooor sebelum ditimpuk pemirsah*

Artikel Lainnya:

%d bloggers like this: