Tips Mengukus Kue

Mengukus kue sepintas terlihat lebih mudah daripada memanggang kue yang harus memperhatikan suhu dan waktu pemanggangan. Dalam satu acara demo kue bersama pak Yongki, aku pernah bertanya mengukus brownies itu berapa lama. Pak Yongki dengan gaya bercandanya bilang dikukus sampai airnya habis juga gak pa-pa … Nyengir deh ane 😀

Tetapi pada kenyataannya mengukus kue juga bisa bikin bete surete, apalagi kalo lagi ingin membuat bolu kukus ngakak. Rasanya sebel banget saat buka tutup kukusan dan lihat bolu kukusnya pada mingkem semua :((

Untuk mengukus kue, bisa digunakan kukusan bentuk apapun, tetapi sebaik-baik kukusan adalah KLAKAT.

Klakat itu kukusan berbentuk segiempat dengan tutup berbentuk piramid (segitiga). Fungsi tutupan yang runcing tersebut untuk menghindari uap air kukusan menetesi kue yang sedang dikukus, karena uap air akan berkumpul di puncak tutup klakat dan mengalir turun melewati pinggiran tutup klakat. Hal ini membuat tutup klakat tidak lagi perlu dibungkus serbet. Sebaliknya untuk kukusan yang bukan klakat, maka pastikan sudah membungkus tutupnya dengan kain serbet ya.Bolu Kukus

Untuk kue yang dikukus, tidak perlu menyemir dinding loyang supaya kuenya tidak terpeleset karena licin (hehehe), cukup bagian alasnya.

Sebelum memasukkan kue, pastikan air di kukusan sudah mendidih dan uap airnya sudah terlihat mengepul keluar.

Untuk besar api saat mengukus, pak Yongki bilang pakai api besar saja tidak apa-apa. Namun ada beberapa diskusi di milis yang mengatakan untuk mengukus brownies maka apinya jangan terlalu besar, sedang-sedang saja. Aku pernah lakukan dua hal ini, api besar dan api sedang, hasilnya sama saja, tidak terlalu ada perbedaan ditinjau dari tingkat pengembangan kue.

Untuk bolu kukus ngakak, selain harus memastikan air kukusan sudah mendidih dan pakai api besar, maka hal lain yang harus diperhatikan adalah jangan meletakkan cup/loyang bolu kukus terlalu banyak. Bila isi kukusan terlalu padat, maka sudah bisa dipastikan si bolu kukus akan gagal ngakak, alias pada mingkem semua 😀 Dan khusus untuk bolu kukus ngakak, jangan kelamaan mengukusnya yaa, taat pada waktu kukus yang dicantumkan di resep lho!

Masih untuk bolu kukus ngakak, pastikan juga air dari bawah kukusan tidak menciprati bagian bawah loyang/cup bolkus yang biasanya berlubang-lubang, karena kalau sudah basah nanti bolkusnya jadi ciut atau bantat di bagian bawah. Bila lubang-lubang klakat terlalu besar, bisa disiasati dengan meletakkan aluminium foil yang dipotong seukuran alas klakat dan dibolong-bolongin sendiri pakai pembolong kertas atau yaa ditusuk-tusuk aja pakai apa gitu yaa… 🙂

Mudah-mudahan tipsnya membantu. Kalau ada lainnya yang belum aku cantumkan, plis plis leave comment yaa …

Artikel Lainnya:

%d bloggers like this: