Bagi semua orang pasti sudah tidak asing lagi dengan garam. Garam adalah salah satu bahan dasar untuk memberikan perasa asin pada berbagai jenis masakan. Selain memberikan rasa asin garam juga memiliki peranan dalam pembuatan kue. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui sebelum menentukan pilihan garam apa yang cocok untuk tambahan ke adonan kue. Karena garam sendiri memiliki karakteristik berbeda-beda, ada yang lebih mudah terkonsentrasi, cepat larut sampai hanya sebagai perasa asin dalam masakan. Untuk itu aku akan memberikan penjelasan tentang jenis garam apa yang cocok digunakan sebagai campuran dalam pembuatan kue beserta fungsinya. Berikut daftar apa saja dan peranan dari penggunaan garam pada pembuatan kue.

1. Garam Meja
Jenis garam meja sering disebut sebagai garam dapur ataupun garam beryodium. Jenis garam satu ini memang paling populer di dapur semua kalangan sebagai perasa masakan. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa garam ini juga disebut sebagai garam beryodium karena itulah hampir 97 % garam ini mengandung natrium klorida dan biasanya ditambahkan dengan anti-caking untuk mencegah penggumpalan.

Namun ketika dalam pembuatan kue tidak disarankan menggunakan campuran jenis garam ini karena Garam Meja memiliki ciri khas rasa yang sedikit metalik dan lebih lemah sehingga tidak cocok digunakan sebagai campuran adonan kue. Namun saat teman-teman terpaksa menggunakan Garam Meja untuk tambahan memanggang kue, cita rasa yang dihasilkan juga tidak jauh beda. Kue yang dihasilkan juga akan tetap beraroma dan terasa manis.

2. Garam Laut
Seperti namanya jenis garam dibuat dari proses penguapan air laut. Tidak jauh berbeda dengan garam dapur atau garam meja, Garam Laut memiliki kandungan natrium klorida alami dan sedikit mengandung mineral. Karena Garam Laut murni berasal dari laut, maka cita rasa garam lebih kuat dan juga bisa tercemar bahan logam seperti timbal imbas dari pencemaran laut.

Selain itu, garam laut memiliki bentuk kristal sehingga akan lebih mudah digunakan untuk mengawetkan makanan seperti ikan dan kerang. Tidak hanya itu, Garam Laut juga cocok loh digunakan sebagai campuran membuat kue, karena Garam Laut akan larut secara merata sehingga tidak ada rasa asin yang tertinggal di bagian-bagian kue akibat ada garam yang belum larut sempurna.

3. Garam Himalaya
Selain memiliki warna yang menarik berbeda dari garam yang ada di dapur kita, Garam Himalaya juga punya cita rasa unik dan mengandung 84 mineral yang dibutuhkan tubuh seperti kalium, kalsium, zat besi dan magnesium yang dipercaya mengurangi kram otot, menjaga kesehatan gula darah dan menjaga kesehatan asam-basa dalam sel.

Garam Himalaya dijual dalam bentuk kasar dan juga dalam bentuk garam yang sudah ditumbuk halus, semua tergantung kebutuhan kalian.

Baca Juga:  Inilah 5 Jenis Coklat Untuk Kue, Awas Jangan Salah Pilih!

4. Garam KosherGaram Kosher ini tidak ada hubungannya dengan kosher halal haram ya teman. Garam ini merupakan jenis garam dengan karakteristik bertekstur lebih kasar seperti kristal yang tidak beraturan. Selain itu jenis Garam Kosher juga mudah menggumpal daripada garam meja karena tidak mengandung agen anti-caking dan yodium. Untuk mengaplikasikannya dalam pembuatan makanan, Garam Kosher lebih cocok digunakan untuk mengawetkan daging karena mudah menyebar secara rata.

5. Garam Celtic
Sering disebut dengan garam abu-abu atau grey salt, jenis garam ini lebih mengandung sedikit air dan kandungan natrium yang rendah dari garam yang biasa kita gunakan di dapur sehingga punya sifat basa sekaligus tidak mudah lembab. Garam Celtic memang bisa digunakan dalam campuran masakan tapi umumnya jenis garam satu ini lebih banyak dimanfaatkan untuk mencegah kram otot.

Fungsi dan Manfaat Garam Dalam Kue

Setelah kita memahami tentang yang umum digunakan dalam masakan ataupun sebagai tambahan dalam pembuatan kue, sebenarnya garam tidak hanya berfungsi sebagai perasa asin saja. Garam juga memiliki peranan penting dalam pembuatan kue seperti :
1. Memberikan rasa gurih dalam pembuatan kue.
2. Membangkitkat rasa dan aroma bahan utama resep sekaligus mengontrol aktivitas ragi dalam proses fermentasi saat kita menggunakan garam dengan kadar 1,5% –  2%.
3. Membuat makanan lebih awet.
4. Karena mengandung astringent effect maka penggunaan garam dalam adonan kue juga akan memperkecil pori-pori makanan.
5. Namun saat kita menggunakan garam berlebih pada pembuatan kue, maka akan mengakibatkan volume pada kue ataupun roti menjadi kecil.

Itu dia penjelasan tentang jenis-jenis garam serta fungsi dan manfaat garam dalam pembuatan kue. Perlu diingat jangan menambahkan garam berlebihan pada adonan roti karena merusak proses fermentasi serta rasa. Garam hanya berfungsi sebagai penyeimbang rasa, jadi baca benar-benar resep sebelum kalian membuatnya agar tidak terlalu banyak memasukkan garam ke dalam adonan.

Ruli Wahyuni

Artikel Lainnya:

Saran? Pertanyaan? or just say hi? Leave your comment yaah ^_^