Kalau kamu hobi bikin kue di rumah, ada satu “limbah dapur” yang jumlahnya biasanya cukup banyak, yaitu cangkang atau kulit telur.
Kamu tahu kan, bikin bolu itu butuh 4 telur. Nastar bisa pakai 6 telur. Brownies, chiffon, cookies—semuanya pakai telur. Dalam satu sesi baking saja, yang biasanya hanya satu mangkuk adonan penuh, lalu tuang ke loyang kemudian loyang pun siap masuk oven… dan kamu lihat meja dapur dipenuhi kulit telur yang biasanya akan langsung disapu ke tempat sampah.
Padahal, buat kamu yang sering baking, kulit telur justru terkumpul dalam jumlah yang “cukup berarti” untuk dimanfaatkan. Dengan sedikit kebiasaan baru, kulit telur sisa bakingmu bisa membantu urusan dapur, tanaman, sampai kebersihan rumah, sekaligus jadi cara sederhana untuk menghemat pengeluaran tanpa terasa.
Nah yang perlu kamu perhatikan itu bukan di banyaknya kulit telur yang bisa kamu sisihkan, tapi pada cara menyiapkan si kulit telur sehingga bisa siap pakai.
Caranya mudah dan gak repot kok. Setiap kamu selesai memecahkan telur, jangan langsung buang kulitnya. Bilas sampai benar-benar bersih dari sisa putih telur, lalu keringkan. Bisa dijemur di bawah sinar matahari, bisa juga dibiarkan kering sendiri di wadah terbuka, atau kamu bisa panaskan dengan oven sebentar supaya gak kelamaan nunggu. Setelah kering, tumbuk sampai halus, bisa juga kamu pakai chopper. Semakin halus, semakin efektif pemakaiannya, terutama bila ingin digunakan sebagai tambahan pupuk.
Karena kamu akan sering baking, maka kamu akan cepat punya “stok” bubuk kulit telur yang bisa kamu pakai untuk banyak hal di rumah. Mari kita simak apa saja manfaat yang bisa kita dapatkan dari sisa kulit telur tersebut.
1. Membantu tanaman tetap subur tanpa beli pupuk tambahan
Biasanya mereka yang hobi baking juga hobi berkebun kecil-kecilan. Aku soalnya gitu, hehehe … Mungkin ada yang punya tanaman kecil di dapur atau teras, atau malah punya kebun sayur di halaman belakang. Kalau pun tidak berkebun, mungkin kamu punya tanaman hias kesayangan di rumah.
Bubuk kulit telur ini sangat-amat-teramat bermanfaat untuk jadi tambahan pupuk penyubur tanaman kesayangan kita, karena kulit telur kaya kalsium yang dibutuhkan tanah dan tanaman.
Cara pakainya mudah saja. Taburkan bubuk kulit telur ke tanah pot atau campurkan ke media tanam. Kandungan kalsiumnya membantu tanah tetap bernutrisi, terutama untuk tanaman dalam pot yang cepat kehabisan mineral, misalnya tomat. Nah untuk pemakaian sebagai pupuk, semakin halus bubuknya, semakin cepat pula khasiatnya akan terserap oleh akar tanaman di dalam tanah.
2. Mengusir siput atau bekicot
Serangga lunak siput atau bekicot umumnya tidak menyukai tekstur kasar dan tajam dari serpihan kulit telur. Nah untuk keperluan sebagai penghalang bekicot ini, maka yang kita butuhkan adalah remukan kulit telur kasar. Jadi tidak perlu ditumbuk atau diblender jadi halus. Cukup kamu remukkan dengan tangan saja. Sebaiknya tetap telur yang sudah dicuci dan dikeringkan ya. Soalnya kalau kulit telur tidak kamu cuci dan keringkan, sisa putih telur yang lengket di dalam cangkang telur bisa menimbulkan bau busuk yang akan mengundang hewan pengerat atau lalat kongkow di sekitar tanaman kamu. Males kan?
Cara penggunaannya tetap sangat mudah. Cukup taburkan remukan kulit telur ini di sekitar pot atau batang tanaman. Semakin tebal dan lebar kamu taburkan maka akan semakin efektif. Cara ini cukup membantu mengurangi gangguan tanpa perlu semprot-semprot pestisida.
3. Membantu media tanam tidak cepat padat
Bubuk kulit telur yang dicampur ke tanah membantu menjaga teksturnya tetap gembur. Air jadi lebih mudah meresap ke dalam tanah dan akar tanaman lebih “bernapas” karena adanya rongga halus yang tercipta dengan adanya si bubuk kulit telur ini. Cara ini jauh lebih murah daripada kamu beli Perlite atau Vermiculite di Toko Perkebunan untuk membuat media tanammu tetap porous.
Ini sangat terasa manfaatnya kalau kamu punya banyak pot kecil di rumah. Tanah dalam pot cenderung cepat memadat seiring waktu dan penyiraman yang rutin, bila campuran media tanam tidak ditambahkan si kulit telur ini. Lumayan kan, menghemat biaya banget.
4. Campuran kompos dari sisa bahan kue
Kalau kamu sering baking, biasanya selain kulit telur, juga ada sisa kulit buah, potongan kertas baking, atau bahan dapur lain yang terbuang. Jadi selain sisa dari bahan masakan, kamu juga punya sisa dari bahan baking, yang bisa kamu buat jadi kompos.
Kulit telur sangat bagus ditambahkan ke kompos karena kaya mineral dan membantu proses penguraian karena kandungan kalsiumnya berperan dalam aktivitas mikroba pengurai.
Kandungan mineralnya membantu menyeimbangkan kompos dan bisa menstabilkan pH. ia juga berperan sebagai komponen Brown, sedangkan sisa sayur dan buah merupakan komponen Green. Yah kamu tahu kan komposisi Karbon – Nitrogen dalam teori pengomposan yang efektif?
5. Scrub alami untuk peralatan baking yang berminyak
Loyang bekas olesan mentega, mangkuk bekas adonan, atau spatula yang licin karena margarin sering butuh usaha ekstra saat dicuci.
Campurkan bubuk kulit telur dengan sedikit sabun cuci piring, lalu gunakan sebagai scrub. Teksturnya membantu mengangkat sisa lemak tanpa perlu menggosok terlalu keras atau menghabiskan banyak sabun.
Cocok juga untuk membersihkan meja dapur yang berminyak setelah sesi baking panjang.
6. Menjaga talenan dan meja dapur tetap bersih
Sisa adonan, tepung, dan mentega sering bikin talenan dan meja dapur terasa lengket. Bubuk kulit telur bisa membantu mengangkat kotoran ini dengan lebih efektif saat dibersihkan. Lumayan ngirit daripada kamu pakai tepung terigu atau baking soda, ya
7. Membantu mengurangi bau di kulkas
Baking sering berarti kulkas penuh bahan: telur, mentega, susu, krim, keju. Bau-bau ini kadang bercampur.
Letakkan kulit telur kering dalam mangkuk kecil di sudut kulkas. Ia membantu menyerap bau tanpa perlu beli penyerap bau khusus.
8. Tambahan kalsium untuk hewan peliharaan tertentu
Kalau di rumah ada ayam atau burung, bubuk kulit telur yang sangat halus bisa dicampurkan sedikit ke pakan sebagai tambahan kalsium.
Yang menarik, semua ini tidak menambah pekerjaanmu saat baking.
Kamu tetap fokus bikin kue. Hanya saja, setelah telur dipakai, kulitnya tidak langsung dibuang. Dicuci, dikeringkan, ditumbuk. Selesai.
Karena frekuensi baking yang sering, kamu akan punya cukup banyak bubuk kulit telur tanpa terasa. Dari sesuatu yang biasanya dianggap remeh, kamu bisa membantu tanaman tumbuh lebih sehat, dapur lebih mudah dibersihkan, dan rumah terasa lebih efisien tanpa perlu membeli banyak tambahan.
Discover more from Cakefever.com
Subscribe to get the latest posts sent to your email.
