Yuk, Mulai Bikin Branding Kue Jualanmu !

Nah, sekarang kita masuk ke bagian paling seru: bikin identitas brand kamu atau singkatnya Branding!

Kata “Branding” itu kayak berkonotasi “Mahal”. yang artinya kamu mesti pakai jasa desainer yang mahal, mesti bikin logo keren penuh filosofi dengan warna super khas seperti logo Starbucks atau mesti dari awal mencitrakan diri dengan posisi tertentu dengan semua embel-embel dan pernak-pernik yang selaras dengan Brand itu.

Padahal… enggak juga, kok! Di awal usaha kamu di jaman Sosmed ini,  branding itu biasanya sudah cukup kamu mulai dengan bercerita secara konsisten.

Memulai Branding Usaha Kue Rumahan

Ya betul, kamu cukup bercerita saja di sosmedmu.

Coba pikirin: kenapa kamu jualan kue? Apa cuma buat tambahan penghasilan, atau kamu pengen bikin orang lain ngerasain bahagia lewat kue buatanmu?

Cerita ini bisa jadi jiwa brand kamu. Misalnya kamu mulai bisnis karena hobi baking waktu pandemi, lalu banyak teman yang bilang kuemu enak — nah, itu bisa jadi narasi manis buat bio toko onlinemu!

Contohnya:
“Berawal dari oven rumahan dan tawa keluarga, kami hadirkan kue lembut yang bikin suasana jadi hangat.”

Baca Juga:  Tips Memelihara Kepercayaan Pelanggan di Bisnis Online

Simple, tapi hangat. Orang suka banget sama cerita yang jujur dan relatable.

Kalau udah punya cerita, tinggal tentuin gaya visualnya. Kamu mau brand-nya terkesan cute, elegan, atau homemade vibes? Dari sini, kamu bisa pilih warna-warna yang mewakili.

Misalnya:
Warna pastel lembut: cocok buat brand yang manis dan youthful (kayak cupcakes, cookies, atau macarons).
Warna cokelat dan krem: pas buat kesan hangat dan rumahan (kue kering, banana bread, brownies).
Warna monokrom minimalis: buat kesan elegan dan kekinian (dessert box, tart modern).
Nah, sekarang bagian yang sering bikin bingung: kemasan!

Kemasan Unik Gak Harus Mahal

Kemasan Plastik Cupcake Siap Pakai | Felicity Tai – pexels

Jangan dulu keburu pusing beli kotak kue custom dengan logo emboss kalau modalmu masih terbatas. Kamu bisa mulai dari kemasan jadi yang dijual di marketplace atau toko bahan kue, lalu tambahkan sentuhan khas biar terlihat “branded”. Jadi yang penting adalah bukan seberapa mahal kemasannya, tapi seberapa konsisten dan personal.

  • Stiker logo. Cetak di percetakan online (bahkan ada yang jual per lembar di Shopee). Tempel di setiap kemasan, dan voilá — kemasan biasa langsung naik kelas.
  • Kartu ucapan kecil. Tulis “Terima kasih sudah pesan kue kami! Semoga harimu manis seperti brownies ini ?” — kecil tapi bikin pelanggan senyum.
  • Pita warna khas. Pilih satu warna signature (misalnya hijau mint atau kuning pastel). Walau kotaknya ganti-ganti, warna pita ini bisa jadi identitas visual kamu.
  • Stempel logo. Kalau kamu pengen lebih hemat daripada cetak sticker, pesan stempel karet logo. Tinggal cap ke kotak atau paper bag, hasilnya tetap lucu dan unik!
Baca Juga:  5 Ide Kemasan Kue Kering Kekinian Untuk Menarik Konsumen

Membuat Tagline Produk

Nah, sekarang ngomongin tagline. Ini bagian cukup penting yang bisa bikin brand kamu nempel di kepala orang.

Kalau kamu mau bikin versi lokal dan orisinal, coba deh ide-ide kayak:
“Manisnya gak cuma di lidah, tapi di hati.”
“Setiap gigitan, ada cerita.”
“Fresh from our oven, straight to your mood.”
“Kue rumahan, rasa yang ngangenin.”
“Manisnya sederhana, tapi nagih!”

Kalimat seperti ini bikin orang langsung kebayang vibe dari kuemu — entah itu lembut, rumahan, lucu, atau mewah.

Mulai aja Dulu, Branding Bisa Nyusul!

Banyak pemula yang nunda jualan karena mikir, “Aku belum punya logo, kemasannya belum keren.” Padahal yang penting itu mulai dulu. Branding dan kemasan bisa berkembang sambil jalan.
Kalau kuemu enak, kamu jujur sama pelanggan, dan kamu rawat komunikasi di media sosial, lambat laun brand kamu akan terbentuk dengan sendirinya. Orang akan bilang,
“Oh iya, itu loh brownies yang pitanya biru muda itu — enak banget!”

Baca Juga:  4 Ide Resep Jualan Kue Seribuan, Mudah, dan Pasti Untung

Nah, kalau orang sudah mengenali kamu dari satu elemen kecil aja (warna, tagline, atau gaya foto), artinya branding-mu udah berhasil. Jadi, jangan tunggu semuanya sempurna dulu. Oven aja dulu kuenya, foto cantik-cantik, jual lewat Instagram, dan tambahkan sedikit cinta di tiap kotak yang kamu kirim.


Discover more from Cakefever.com

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

By Ferona

A Blogger, Lazy Gardener and Baking-Blues Baker ^_^

Saran? Pertanyaan? or just say hi? Leave your comment yaah ^_^

Artikel Lainnya