Untuk kamu yang sudah lama berada dalam dunia fotografi, istilah food photography tentu sudah tidak asing lagi di telinga. Lain halnya bila kamu baru menekuni hobi fotografi atau kamu adalah seorang business owner suatu brand kuliner baru yang tengah membutuhkan foto produk untuk kepentingan pengiklanan. Kamu bisa saja sedikit kebingungan saat mencoba mencari lebih jauh tentang hal ini.
Sederhananya, food photography adalah teknik memotret makanan untuk menghasilkan foto yang baik untuk berbagai tujuan, utamanya untuk foto produk. Bagi seorang pemula, hal ini bukanlah hal yang sulit untuk dipelajari asalkan selalu berani berkreasi. Apa saja yang diperlukan untuk menghasilkan foto makanan yang bagus? Coba kita pelajari sama-sama yuk.
Food Photography Itu Apa, Sih?
Dunia baking dan cooking memang tidak pernah jauh-jauh dari dunia fotografi. Ada kepuasan tersendiri ketika berhasil mencoba suatu resep makanan sehingga tak ingin kehilangan momen tersebut. Untuk mengabadikannya maka foto adalah solusinya. Lalu, apa sih, food photography itu?
Food photography seringkali diasosiasikan dengan makanan atau minuman sebagai objek utama dari sebuah jepretan. Namun pada kenyataannya, definisinya lebih luas dari sekadar objek apa yang digunakan sebagai objek acuan. Food photography adalah sebuah seni fotografi yang menampilkan makanan dan minuman dengan teknik, tatanan, dan kreativitas tertentu. Singkatnya Food photography adalah teknik fotografi yang bertujuan menghasilkan foto makanan yang menggugah selera serta menarik perhatian.
Teknik-Teknik dalam Food Photography

Setelah mengetahui makna dari food photography, kini saatnya kamu menyelam lebih jauh untuk mengetahui apa saja teknik food photography yang bisa diterapkan agar menghasilkan jepretan yang berkualitas.
1. ‘Kesegaran’ Makanan
Persiapan mengambil foto makanan bisa saja membutuhkan waktu yang cukup lama. Untuk itu, diskusikan estimasi waktu dengan sang fotografer. Bila kamu sendiri yang memotretnya, pastikan ruangan yang digunakan untuk memotret sudah terset-up secara keseluruhan terlebih dahulu. Barulah kamu bisa menyiapkan makanan atau minuman yang akan dipotret. Hal ini penting untuk memastikan makanan tetap fresh saat akan dipotret.
Beberapa makanan dan minuman mungkin akan memiliki penampilan yang buruk saat sudah tidak fresh. Untuk menjaga estetika foto dan supaya tetap terlihat menggugah selera, gunakan makanan dan minuman yang fresh dan baru saja dihidangkan. Itu sebabnya penting kamu menyiapkan segala perlengkapan dan kebutuhan pemotretan sebelum menyiapkan makanan yang akan dipotret
2. Angle Foto yang Sesuai
Saat akan memotret makanan atau minuman, kamu mungkin bingung harus memulai dari sisi yang mana. Apakah sisi atas, samping kanan, samping kiri, atau pada kemiringan sudut tertentu? Jawabannya adalah relatif.
Banyak faktor yang menentukan baik buruknya angle pada foto. Tidak selamanya foto pada angle tertentu adalah yang terbaik. Kuncinya ada pada kreativitas dan bagaimana kamu mengatur komposisi makanan dan hiasan tambahan di sekitaran foto. Jangan takut untuk berkreasi. Hasil foto di awal mungkin saja kurang memuaskan. Namun, kamu bisa terus memotret dari beberapa angle dengan tetap memperhatikan komposisi.
3. Pencahayaan yang Baik
Lighting atau pencahayaan merupakan hal yang sangat penting pada food photography. Baik buruknya kualitas foto bisa ditentukan dari pencahayaan yang digunakan.
Bila kamu ingin memaksimalkan hasil serta kualitas foto, hindari memotret makanan di luar ruangan. Eksposur yang terlalu tinggi pada salah satu sisi foto biasanya adalah masalah yang akan dialami ketika memilih foto di outdoor tanpa mempertimbangkan komposisi pencahayaannya.
Gunakan ruangan indoor yang telah dilengkapi set-up pencahayaan, seperti reflector, diffuser, atau lampu studio. Namun, peralatan tersebut bukan suatu keharusan. Kamu tetap dapat memanfaatkan lighting buatan yang ada di rumah. Bahkan kamu juga bisa memanfaatkan sisi rumah yang memiliki jendela yang mendapatkan sinar matahari. Untuk sinar matahari terbaik, lakukan pemotretan di pagi atau siang hari, ketika sinar matahari masih memberikan warna cahaya putih yang bisa meningkatkan kualitas foto makananmu. Tapi tentu saja kamu bisa tetap memotret di sore hari dengan mengatur tema pemotretan yang sesuai dengan warna cahaya matahari sore yang agak kekuningan.
4. Properti dan Style
Beberapa orang mungkin tidak terlalu ambil pusing dengan style dan tema dari foto makanan yang akan diambil. Padahal, hal tersebut justru yang menjadi seni dari fotografi pada makanan.
Untuk itu, penting untuk merencanakan konsep foto terlebih dahulu. Setelah mengetahui tema dan konsepnya, biasanya mencari properti adalah langkah selanjutnya. Properti yang digunakan harus disesuaikan dengan tema dan nuansa foto agar tercipta kolaborasi yang baik.
Misalnya ketika kamu akan memotret roti tawar buatan kamu, kamu bisa menggunakan serbet, selai, serta pisau sebagai propertinya. Jangan lupa untuk memperhatikan kontras warna properti dengan objek foto dan komposisi penempatannya saat styling sebelum memotret.
5. Kamera dan Software
Food photography dengan kamera HP? Siapa bilang nggak bisa? Kamera juga merupakan aspek penting dalam memulai fotografi, tetapi tidak suatu keharusan untuk memiliki kamera dengan spek yang tinggi. Kamera ponsel apabila di setting dengan benar dapat menghasilkan foto yang tak kalah bagus.
Bagi pengguna kamera, tidak perlu menggunakan ISO tinggi ketika sudah ada lighting tambahan karena food photography fokus pada detail objek. Kamu cukup menggunakan settingan 1/60, f 4.0 dan ISO 100 pada kamera.
Selain kamera, penggunaan software juga bisa menjadi opsi ketika hasil foto dirasa masih kurang bagus. Beberapa software berfungsi untuk mengoreksi pencahayaan pada hasil foto.
Food Photography Tips

Beberapa tips yang juga perlu diketahui untuk memperjelas teknik-teknik foto di atas:
- Untuk food photography dengan kamera HP, gunakan pengaturan khusus potret makanan yang ada pada beberapa merk ponsel.
- Angle alternatif terbaik bagi makanan biasanya full view atau dipotret dari atas. Untuk minuman bisa dengan sudut potret 45 derajat.
- Apabila kamu tidak ingin ribet, gunakan mini studio box yang banyak beredar di pasaran.
- Jika ingin menggunakan pencahayaan alami, pilih waktu di pagi atau sore hari karena cahaya matahari tidak terik sehingga tidak akan menimbulkan backlight.
- Tambahkan gesture pergerakan pada foto agar terlihat semakin berkarakter. Seperti gesture seolah-olah memotong makanan, asap makanan atau minuman, gerakan menuangkan sirup, atau menaburkan gula.
- Kamu bisa menggunakan beberapa software atau aplikasi untuk memperbaiki hasil food photography. Seperti Adobe Lightroom dan Snapseed untuk mengatur pencahayaan. Canva juga bisa menjadi solusi untuk menambahkan elemen-elemen lain.
- Gunakan tripod untuk hasil foto yang lebih stabil.
Discover more from Cakefever.com
Subscribe to get the latest posts sent to your email.
