Apa Yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Dishwasher

Kalau kamu rutin baking di rumah—entah untuk keluarga, teman, atau jualan kecil-kecilan—kamu pasti akrab dengan pemandangan ini: loyang penuh sisa adonan, mangkuk mixing berlemak mentega, spatula lengket, whisk bersarang adonan, dan cooling rack menunggu giliran dicuci. Setelah energi habis mantengin oven, maka sisa-sisa tenaga terakhir justru habis berkutat dengan cucian piring di kitchen sink.

Oke, sekarang mungkin kamu mulai menyadari bahwa kamu tampaknya butuh dishwasher di rumah untuk membantu kamu menjalani hobi bakingmu dengan lebih menyenangkan. Nah karena harganya pun tidak murah, tentunya sebelum mulai melihat-lihat tipe dan merek dishwasher yang ada di pasaran, kamu perlu tahu apa saja yang harus diperhatikan ketika kamu nantinya memutuskan dishwasher yang mana yang ingin kamu bawa pulang.

Berikut panduan detail agar kamu bisa menilai dishwasher seperti apa yang paling sesuai dengan kebutuhan home baker.

Dimensi atau Ukuran Dishwasher

1. Apa saja jenis alat baking yang sering kamu cuci

Sebelum melihat spesifikasi mesin, lihat dulu apa saja peralatan bakingmu. Biasanya kamu akan punya beberapa barang di bawah ini:

  • Loyang persegi panjang besar
  • Loyang bulat diameter lebar
  • Mangkuk mixing besar dan tinggi
  • Spatula panjang, whisk, sendok takar
  • Rak pendingin, aneka cetakan muffin, ring cake

Peralatan ini tidak seperti piring makan biasa. Ukurannya besar, bentuknya aneh, dan sering kali tinggi. Artinya kamu butuh dishwasher yang punya ruang vertikal cukup tinggi, ada rak yang bisa diatur ketinggiannya dan tidak hanya terdiri dari slot piring yang rapat. Kenapa kamu harus perhatikan hal ini? Karena kalau raknya tidak bisa diatur ketinggiannya dan sempit pula, maka loyangmu tidak akan muat, dan kamu tetap berakhir mencuci tumpukan peralatan bakingmu dengan tanganmu sendiri.

Baca Juga:  Apa Itu Gelatin Untuk Kue, Cara Penggunaan dan Fungsinya

2. Perhatikan kapasitas dishwasher (place settings)

Banyak orang melihat angka “10, 12, 14 place settings” tanpa tahu artinya bagi baker. Untuk home baker: 10–13 place settings sudah sangat ideal untuk sekali baking besar. Di bawah kapasitas itu (dishwasher mini atau tabletop), cocok hanya jika ruang dapurmu sangat kecil, atau kamu baking dalam batch super kecil tapi sering.

Ingat, dishwasher yang terlalu kecil kapasitasnya membuat kamu harus menjalankan 2–3 siklus untuk satu sesi baking. Dan satu siklus dishwasher yang paling singkat itu sekitar 35 menit. Itu kelamaan dan jelas akhirnya akan menghilangkan alasan kepraktisan kenapa kita mesti beli dishwasher yang harganya gak murah itu, ya kan?

3. Pilih tipe dishwasher berdasarkan kondisi dapur

Ada dua tipe utama dishwasher:

1. Freestanding (berdiri sendiri)
Tidak perlu renovasi kabinet, Bisa dipindah-pindah dan solusi Ideal untuk dapur yang belum permanen tata letaknya. Banyak home baker lebih diuntungkan oleh freestanding, karena fleksibel dan tidak mengunci tata letak dapur. Untuk tipe freestanding ini kamu punya pilihan ukuran mulai dari mini, table top, sampai yang ukuran sebesar mesin cuci.

2. Built-in (tanam di kabinet)
Tampilan sangat rapi sehingga akan cocok jika dapur kamu sudah final desainnya dan sudah memperhitungkan posisi mesin cuci piring. Dan jelas saja instalasinya akan lebih ribet, akan membutuhkan bantuan tukang atau teknisi khusus dari produsen merek mesin cuci piring yang kamu beli.

Baca Juga:  Kenapa Manggang Cookies dengan Alas Silikon Itu Bisa Jadi Drama?

4. Rak fleksibel adalah fitur wajib, bukan bonus

Ini yang paling sering diabaikan. Cari dishwasher dengan rak atas yang bisa dinaik-turunkan, Rak yang bisa dilipat sebagian dan area terbuka untuk barang besar.  Tanpa ini, loyang tinggi dan mangkuk besar akan mentok di atap mesin.

5. Perhatikan ketinggian mesin, bukan hanya lebarnya

Lebar standar 60 cm sering disebut, tapi yang sebenarnya sangat penting untuk baker adalah : Tinggi ruang dalam mesin dan  kedalaman yang cukup untuk memasukkan aneka peralatan baking yang tinggi dan panjang seperti misalnya loyang panjang dan mangkuk pengaduk. Karena itu penting untuk selalu cek dimensi bagian dalam mesin dan bukan hanya dimensi luar.

Operasional Dishwasher

1. Tingkat kebisingan: Penting kalau dapur jadi “ruang kerja”

Kalau kamu dekor kue, rekam konten, atau bekerja di dapur saat mesin jalan, pilih mesin dengan kebisingan suara maksimal di 45 dB (cukup senyap). Mesin bising bikin tidak nyaman dipakai bersamaan dengan aktivitas baking dan apalagi bila harus “ngonten” juga.

2. Konsumsi air & listrik: Penting untuk penggunaan harian

Home baker cenderung pakai dishwasher setiap hari, bukan seminggu sekali.
Dishwasher yang baik biasanya:
Hanya butuh sekitar 6–12 liter air per siklus
Konsumsi listrik sekitar <1 kWh per siklus pada mode eco
Ini sering kali lebih hemat daripada mencuci manual dengan air mengalir dan air panas.

3. Filter mudah dibersihkan

Berbeda dengan sisa nasi atau sayur, baking meninggalkan banyak sisa adonan berupa tepung, remah cake dan lemak mentega atau margarin yang pastinya akan cepat memenuhi filter. Pastikan memilih dishwasher yang filternya mudah dilepas sehingga akan memudahkan untuk dibersihkan rutin

Baca Juga:  Cara Menggulung Bolu Gulung Anti Robek

4. Delay start (tunda waktu)

Bayangkan kamu baking malam, capek, dan ingin tidur. Dengan delay start, kamu bisa tinggal isi mesin dengan peralatan yang kotor lalu atur agar mesin mulai bekerja 3–6 jam. Kemudian saat kamu bangun pagi, alat sudah bersih dan bisa kamu pakai lagi untuk aktivitas baking di pagi hari.  Ini fitur kecil yang sangat terasa manfaatnya bagi baker.

Oke, kalau mau disimpulkan bisa kita ringkas sebagai berikut. Dishwasher yang cocok untuk home baker biasanya memiliki ciri:

  • Kapasitas minimal 10–13 place settings (kecuali ruang sangat terbatas)
  • Tipe freestanding lebih fleksibel
  • Rak bisa diatur ulang
  • Punya mode eco, quick, intensive, dan sanitasi
  • Konsumsi air rendah dan hemat listrik
  • Pengeringan bagus
  • Suara senyap
  • Filter mudah dibersihkan
  • Ada fitur delay start

Kalau sebuah dishwasher memenuhi sebagian besar poin di atas, besar kemungkinan mesin itu akan terasa seperti asisten dapur, bukan sekadar alat cuci piring.

Bagi home baker, keputusan membeli dishwasher yang tepat bukan soal gaya hidup—melainkan soal menghemat waktu, tenaga, dan menjaga standar kebersihan alat agar kamu bisa fokus ke hal paling menyenangkan: membuat kue yang enak.


Discover more from Cakefever.com

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

By Memy

Baking is Engineering. I bake then am I an Engineer ?

Saran? Pertanyaan? or just say hi? Leave your comment yaah ^_^

Artikel Lainnya