Beda Hasil Penggunaan Whipped Cream Dairy dan Susu Evaporasi

Whipcream dairy cair sering dianggap hanya sebagai bahan topping. Padahal, dalam adonan kue, perannya bisa jauh lebih luas dari sekadar hiasan di atas cake.

Whipcream dairy cair pada dasarnya adalah krim dengan kandungan lemak susu yang cukup tinggi. Lemak inilah yang memberi efek lembut, kaya, dan moist pada kue. Ketika dicampurkan ke dalam adonan, ia bekerja hampir seperti kombinasi susu dan mentega dalam satu bahan. Lemaknya membantu melembutkan remah kue, sementara kandungan cairannya menjaga adonan tetap lembap.

Dalam kue bolu, sponge, atau cake panggang lainnya, whipcream cair bisa membuat tekstur lebih halus dan tidak mudah kering. Hasilnya biasanya terasa lebih creamy dan “berisi” dibanding jika hanya menggunakan susu biasa. Pada beberapa resep brownies atau pound cake, penggunaan whipcream cair juga memberi rasa yang lebih dalam karena kandungan lemak susu memperkaya cita rasa cokelat atau vanila.

Namun, penting dipahami bahwa whipcream cair berbeda dengan whipcream yang sudah dikocok. Jika resep meminta whipcream dikocok hingga mengembang, itu berarti udara yang masuk saat proses pengocokan memang dibutuhkan untuk membentuk struktur dan volume. Dalam kondisi ini, whipcream cair tidak bisa langsung menggantikan tanpa dikocok karena fungsinya berbeda.

Baca Juga:  Mengenal lebih dalam tentang whipping cream

Lalu bagaimana dengan susu evaporasi?

Susu evaporasi adalah susu yang sebagian airnya telah diuapkan sehingga lebih kental dari susu biasa, tetapi kandungan lemaknya tetap lebih rendah dibanding whipcream. Jika resep hanya meminta susu evaporasi sebagai cairan tambahan dan tidak mengandalkan sifat khususnya, whipcream dairy cair sebenarnya bisa digunakan sebagai pengganti.

Karena whipcream lebih tinggi lemak dan lebih kental, hasil kue akan sedikit lebih rich dan lembut. Dalam banyak kasus, ini justru memberi hasil yang lebih enak. Namun teksturnya bisa sedikit lebih padat atau lebih lembap, terutama pada kue yang sensitif terhadap perbandingan cairan dan lemak.
Jika ingin hasil yang lebih mendekati susu evaporasi, whipcream cair bisa diencerkan sedikit dengan air atau susu biasa. Perbandingan yang umum adalah sekitar 3 bagian whipcream dan 1 bagian air, lalu aduk rata sebelum dimasukkan ke adonan. Cara ini membantu menyeimbangkan kandungan lemak agar tidak terlalu berat.

Intinya, whipcream dairy cair bisa menjadi bahan fleksibel dalam adonan kue. Ia memberi kelembutan dan rasa yang lebih kaya. Untuk menggantikan susu evaporasi, boleh saja digunakan selama resep tidak mengharuskan sifat khusus seperti pengocokan atau penguapan tertentu. Yang perlu diingat hanya satu: setiap penggantian bahan akan sedikit mengubah karakter akhir kue. Kadang lebih lembut dan creamy, kadang sedikit lebih padat. Tinggal disesuaikan dengan hasil seperti apa yang diinginkan.

Baca Juga:  DIY : Pengganti Buttermilk dan Sour Cream

Discover more from Cakefever.com

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

By Memy

Baking is Engineering. I bake then am I an Engineer ?

Saran? Pertanyaan? or just say hi? Leave your comment yaah ^_^

Artikel Lainnya