Kisah ini terjadi sebenarnya sudah cukup lama. Tapi aku baru bisa menuliskan cerita lengkapnya sekarang sebab baru nemu resi perusahaan pengiriman barang yang sudah dua kali mengecewakan pelangganku dan merugikan kami sebagai bakul kue yang mengandalkan jasa pengiriman.

Tahun 2010 sebenarnya aku sudah pernah dikecewakan karena kue yang sampai di pelangganku tidak utuh. Cerita bisa dibaca di Raibnya Brownies KamiΒ … dan ternyata di tahun 2012 ini aku lagi-lagi dikecewakan oleh perusahaan yang sama dengan modus yang sama, yaitu 2 box yang sudah dikemas rapi dengan plastik segel dan kardus tebal, bisa-bisanya dipotong oleh oknum perusahaan ini Β — itu sebabnya judul artikel ini : Raibnya Brownies kami Season 2

Jadi ceritanya begini. Koh Andre dari Klaten ingin memesan dari Goldoven.com. Berbekal pengalamanku di tahun 2010 dimana kue brownies kami “dicuri” sebagian oleh oknum perusahaan itu, kami berusaha menolak permintaan ini.

Namun Koh Andre bersikeras dan kami pun menyetujui dengan syarat bahwa kami tidak bertanggungjawab atas kondisi kue yang nantinya akan diterima oleh Koh Andre. Karena Koh Andre menyetujui persyaratan kami, maka kami pun mempersiapkan packing yang kami harapkan bisa lebih menjaga kue tersebut dari tangan jahil.

Persiapan packing dimulai dengan membuat sendiri kotak dari karton tebal. Kotak ini dibuat seukuran dua box brownies ukuran 30×10 cm.

Setelah prakarya membuat box dari dus tebal yang dibuat pas seukuran box brownies, box brownies dimasukkan ke dalam plastik dan di-seal dengan mesin vacuum seal yang kami miliki. Harapan kami, meskipun nantinya packing dus kartonnya dibuka untuk diperiksa isinya, plastik seal ini akan menjaga brownies tetap tertutup rapat.

Tak lupa di sela-sela bagian dalam dus kami selipkan juga potongan kertas-kertas agar kotak brownies di dalam dus karton tebal ini tidak bergeser.

Dan terakhir kami bungkus dengan kertas putih tebal. Kami tahu kemungkinan besar bungkus paket kami ini akan tetap dibuka untuk pengecekan oleh pihak perusahaan pengiriman ini. Tapi kami tetap menuliskan di bagian luar keterangan mana yang bagian atas dan bagian bawah, jangan dibanting dan keterangan bahwa isi paket ini adalah Kue Brownies.

Kami membawa ke agen yang terdekat dan menjelaskan kepada petugas yang menerima bahwa ini adalah kue brownies. Kalau perlu dibuka dan diperiksa agar dilakukan di depan kami untuk memastikan kue kami tidak kurang sesuatu apapun. Tetapi petugas di agen tersebut tidak memeriksa paket kami, hanya menerima, menimbang, dan memberikan kami resi pengiriman. Dan kue pun sudah tidak lagi di tangan kami.

Baca Juga:  Menjadi Food Stylist Yang Gampang-Gampang Susah

Dua hari kemudian, kami menerima SMS dari Koh Andre yang mengatakan kue brownies diterima dalam keadaan porak poranda … πŸ™ Koh Andre mengirimkan dua foto kondisi dan Almond Melt Brownies kami yang beliau terima.

Kedua brownies plastik sealnya dirobek dan dilem ulang asal-asalan. Dan yang mengejutkan bagian tengah kue dipotong rapi. Di foto Brownies di atas, potongannya tidak terlalu terlihat karena kuenya memang berwarna hitam kelam. Tapi bisa diperhatikan di foto Almond Melt Brownies yang bertabur kacang almond di bawah ini, ada bagian kue yang hilang.

Dalam hatiku bertanya-tanya, apa yang menyebabkan orang melakukan hal ini? Ini kan “cuma” brownies biasa? Kue ini dengan sengaja dibuka kotaknya, dirobek plastik sealnya lalu kue tersebut dipotong dengan rapi di bagian agak ke tengah menyisakan potongan kecil di bagian ujung. Kedua brownies dipotong dengan cara yang sama! Kalau pengalaman pertama dulu di Raibnya Brownies Kami, kotak browniesnya terbelah di bagian bawah, maka kali ini kotak browniesnya mulus dan kuenya dipotong rapi. Dan kalau pengalaman pertama dulu, aku masih bisa tertawa-tawa, kali ini tidak ada senyum sedikit pun yang terkembang, yang tersisa hanya kegeraman.

Apakah ini prosedur pengecekan “Resmi” dari si perusahaan? Memotong kue tanpa izin? Ataukah ulah jahil petugas di salah satu lokasi pengiriman? apakah petugas jahil itu yang di dekat rumahku, atau yang di Klaten? Dan mengapa mereka melakukan perbuatan yang jelas-jelas akan terlihat oleh penerima dan pastinya akan menimbulkan kemarahan bagi si penerima? Bayangkan saja, kue yang dipercayakan untuk dikirimkan ke suatu alamat oleh perusahaan pengiriman terpercaya, dipotong begitu saja oleh petugasnya??

Aku masih terus geleng-geleng kepala tidak habis pikir, mengapa mereka “tega” melakukan hal ini? Apa yang mereka cari dalam dua kotak brownies yang penampilannya sangat biasa ini? Apakah mereka tidak pernah makan brownies? Ataukah mereka curiga aku selipkan narkoba di dalam browniesku? Kalau iya mau periksa, kenapa tidak dilakukan di depan mataku sendiri? Kenapa aksi ini dilakukan tanpa sepengetahuanku?

Terus terang karena pengalaman buruk di tahun 2010 aku sudah mengkhawatirkan hal ini akan terjadi. Itulah sebabnya aku membuat dokumentasi lengkap proses packing sebelum diantar ke agen perusahaan pengiriman ini. Aku tidak terlalu terkejut mendapati kekhawatiranku menjadi kenyataan. Aku sudah mempersiapkan semuanya dengan cermat dan mendokumentasikan semua tahapan packing kue sehingga aku bisa membuktikan tidak ada kesalahan di pihak kami.

Akan tetapi tetap saja aku gusar dan bersedih hati ketika Koh Andre mengirimkan SMS yang menyatakan bahwa beliau akan mengirimkan kembali kue yang sudah porak poranda tersebut supaya kami bisa melihat betapa tidak sopannya perbuatan oknum perusahaan pengiriman tersebut dan juga karena Koh Andre tidak sudi untuk mengonsumsi makanan sisa.

Baca Juga:  Dilema Ketika Baking-Blue dan Blogging-Blue Muncul

Walaupun sedih, kami sangat mengerti dan memaklumi isi dari SMS Koh Andre, karena melihat fotonya, wajar saja kalau Koh Andre menjadi “geli” dan “jijik” untuk menyantap kue tersebut.

Dalam beberapa hari, kami pun menerima kue kami yang dikirimkan kembali dari Klaten. Aku menatap miris melihat makanan yang sudah tidak karuan lagi bentuknya. Sungguh mubazir. Bukan nilai uangnya yang membuatku hampir menitikkan airmata, karena kedua brownies itu “hanya” seharga 110 ribu saja. Tetapi aku merasa gusar melihat bagaimana “ulah” oknum perusahaan pengiriman yang tidak bertanggungjawab telah membuat makanan yang seharusnya dinikmati oleh Koh Andre dan keluarga dengan suka cita, kini kembali lagi ke hadapanku dengan bentuk yang semakin porak poranda. Sungguh mubazir makanan ini hanya menjadi sampah karena perbuatan oknum petugas perusahaan pengiriman yang tidak bertanggung jawab!

Brownies yang dikembalikan Andre kepada kami

Bukan nilai brownies itu yang menjadi “kerugianku” sebagai seorang penjual. Karena itu walaupun koh Andre dan rekanku di memintaku untuk mengajukan komplain resmi ke perusahaan pengiriman tersebut, aku memang sengaja tidak mau mengajukan komplain resmi. Aku hanya menjawab, “Buat apa kita komplain ke perusahaan itu? Hanya untuk uang 110 ribu? Dan tidak ada jaminan bahwa kejadian ini tidak akan terjadi lagi?”

Tahun 2010Β Aku dan mba Dessy sudah pernah mengalami hal ini dan kami mengajukan komplain resmi. Setelah “investigasi” yang dilakukan pihak perusahaan pengiriman, akhirnya mereka memberikan ganti rugi senilai kue yang kami jual. Ini email tertanggal 4 Agustus 2010:

Dear Ibu Dessy,

Bersama ini kami informasikan bahwa JNE telah melakukan penggantian untuk kiriman yang rusak diterima nomor 1407869970007 melalui transfer tanggal 02 Agustus 2010 ke Bank BCA xxx xxx sebesar Rp. 55.000,-.

Mohon form pembayaran klaim-pernyataan yang terlampir agar diisi dan dikirim kembali ke JNE. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Best Regards,
Sari Octaviani
Backliner
Customer Service Departement

Hanya itu saja bentuk pertanggungjawaban mereka, seperti yang tertulis di RESI:

Klausula 8 ayat 3:
Nilai pertanggungjawaban JNE sesuai syarat dan kondisi pada klausula 8 ayat (1) di atas adalah dalam bentuk ganti rugi atas kerusakan atau kehilangan dokumen atau barang yang nilainya tidak melebihi 10 kali biaya kirim atau kesamaannya untuk kiriman tujuan dalam negeri Indonesia dan US$ 100.00 untuk kiriman tujuan diluar Indonesia, per-kiriman. Penentuan nilai pertanggung jawaban JNE ditetapkan dengan mempertimbangkan nilai dokumen atau barang penggantinya pada waktu dan tempat pengiriman, tanpa menghubungkannya dengan nilai komersial dan kerugian konsekuensi seperti yang diatur dalam klausula 8 ayat(2) di atas.

Baca Juga:  Asal Usul Cupcake, Kue Mungil Nan Cantik

Ya, perusahaan pengiriman yang telah dua kali mengecewakan kami dalam rentang waktu Β 2 tahun adalah JNE. Dalam 2 tahun, kami tidak melihat adanya perbaikan kualitas pengiriman barang oleh JNE, karena kami mengalami hal yang sama untuk jenis kue yang sama.

Tahun 2010, saat aku menuliskan kisah Raibnya Brownies Kami, aku tidak mencantumkan nama perusahaan tersebut. Tapi kali ini aku rasa sudah cukup menutup-nutupi nama perusahaan yang telah “merugikan” kami secara immateriil ini. Apalagi aku melihat JNE meluncurkan Program PESONA JNEΒ yang menawarkan pembelian dan pengiriman makanan khas daerah yang dipesan langsung dari kota asalnya. Apakah JNE menjamin makanan yang dipesan melalui PESONA JNE ini tidak dicuwil, dicolek, atau dihilangkan sedikit bagiannya oleh Β oknum petugas yang ada di lapangan?

Sungguh ironi buat kami, perusahaan online start-up di bidang kuliner yang mencoba merintis pengiriman kue melalui jasa JNE, ternyata harus mengalami hal yang tidak menyenangkan ini dua kali, dalam rentang waktu dua tahun, oleh perusahaan yang meluncurkan Program Pembelian dan Pengiriman Makanan yang dibeli langsung dari kota asalnya. Apakah mereka bisa menjamin bahwa kue yang dipesan melalui Programnya sendiri bisa sampai utuh di tangan pembelinya tanpa mengalami kekecewaan seperti yang dialami oleh pelanggan kami?

— TanyaSiapa —

 

Note: Terima kasih untuk Andreas Kho yang telah mengirimkan foto bukti penerimaan kue di Klaten dan pengertiannya atas kejadian ini.

Artikel Lainnya:

44 Comments
  • Maya Lia
    says:

    Sedih ya rasanya…karena saya pun mengalami hal serupa. Banana cake saya hancur lebur,pdhl sudah dikemas sedemikian rupa,pakai bubble wrap,kanan kirinya saya kasih busa. Ga kebayang deh gimana perlakuannya di perjalanan. Dibanting,dilempar bahkan mungkin ditendang. Saya bahkan 3x dikecewain. Ini sebenernya saya yg bodo,udah 3x dikecewain masih aja percaya sama JNE. Sayangnya saya ga bisa klaim,krn hanya punya fotonya yg udah hancur lebur,customernya ga mau balikin.udah ludes katanya,masuk ke perut. Gak lagi2 deh pake JNE!

  • Andy Oki Santos (Facebook)
    says:

    Saya geram juga ngedenger itu kue jadi spoil !! Atas dasar apapun ngga boleh berbuat unprofessional like that ! Kalo mau periksa Ya harus siap cara dan teknologinya , bukannya kampungan di potong semaunya.
    I m so sorry for that !

  • karina apriana
    says:

    Baca artikel ini jadi inget saya juga pernah dikecewakan JNE , pertama mengirim kue kering untuk teman dan diterima dalam keadaan hancur, tapi waktu itu saya pikir wajar kalau agak hancur karena mungkin guncangan saat loading ke pesawat.
    Yang kedua, Saya pindahan dr tangerang ke balikpapan dan mengirimkan 4 box ukuran sedang berisi buku dan sepatu. 3 hr kemudian saya terima dus2 tersebut di balikpapan dalam keadaan bolong, ada yang ditonjok tengahnya, ada yang dipotong pakai pisau di keempat sisinya, dan lainnya. Padahal sudah jelas ditulis buku dan sepatu. Saya sampai susah memindahkan dus2 tsb karena isinya sudah ambyar kemana2.
    Memang kita harus hati2 sama pengiriman via JNE, tp saya belum tau jasa pengiriman apa yang aman. Terlebih lagi jika untuk usaha kue.

    • cakefever
      says:

      Waduh yang pengiriman buku itu ngeselin banget ya… aku masih gak habis pikir, bagaimana prosedur di usaha pengiriman seperti JNE itu ya? apa iya kotak pembungkus harus dibuka paksa untuk melihat isinya? kalau memang harus diinspeksi, lakukan di agen tempat kita mengirimkan barangnya dong ya.. jadi pemeriksaan dilakukan di depan kita… kan kalau pun kita mengirimkan barang berbahaya, kita bisa langsung ditangkap di tempat toh …

  • Murni Astuti
    says:

    Wah aku baru baca pengalaman mba, makanya gak heran memang kalau banyak seperti kita untuk penjual kue online yang menolak untuk pengiriman jarak jauh. Saya jadi mikir2 kurir apa yang cocok untuk kirim barang dagangan saya 😐

    • cakefever
      says:

      Iya… selama tidak ada jaminan kue kita akan sampai dengan utuh, aku tidak lagi berani mengirimkan kue ke luar kota. Kasihan pembelinya harus menerima kue yang sudah diacak-acak … πŸ™

  • Leslie Chang
    says:

    Pengalaman aku juga di kecewajan oleh JNE kue kering yg aku kirim dari pontianak ke jakarta sudah hancur jadi bubuk dan yg paling parahnya toplesnya juga ikut hancur.. aku kirim ke 3 alamat berbeda semuanya hancur ga tersisa padahal sudah ada tulisan warning handle with care tapi ga ngefek sama sekali … aku udah komplain ke jne nya dia dengan santai nya bilang kalo kirim kue kering sih pasti hancur mba ga mungkin ga hancur kalo ga mau hancur kirim sendiri.. bener2 bikin emosi… aku kapok kirim paket pakai JNE..

  • Ayu Gumilang Lestari
    says:

    Aku juga sama mba, beli makaroni 5 eh ada 1 makaroni yg udah berceceran dari plastik (berceceran di dalam dus). Ternyata di plastik makaroninya ada bekas sayatan cutter. Bete dong. Aku datengin aja ke jne pusat kotaku. Eh dr pihak sana bilang kalo itu kegencet jadi makaroninya keluar. Aduh, kl kegencet, kenapa cuma 1? Dan bungkus makaroni yang aku pesan juga tidak menggelembung udaranya (tidak seperti snack chiki). Ini kejadian ga cuma sekali, waktu kirim rendang juga sama, paketan dalam keadaan tersobek dan tidak dirapihkan kembali. Saya terima kok kalau memang paketan itu di cek ulang, tapi tolong rapihkan lagi dan jangan mengacak-acak paketan saya. Sampai sekarang tidak ada permohonan maaf dari pihak jne dia hanya saling menyalahkan. Saya kapok mengirim makanan via jne. πŸ™

  • rani hasan
    says:

    waduuuhhh…Alhamdulillah sy baca artikel ferona ini. Rencananya sy baru mau coba bisnis kue kering kecil2an. Trus sy coba hubungi JNE utk menanyakan bagaimana cara mengirim kue kering ke jakarta dan sekitarnya. Telp CS gak diangkat trus sy kirim email, sekalian tanya apakah jne menjamin kue kering sy bisa smp tujuan utuh, tidak hancur. Sampai sekarang belum dijawab. Jadi, mungkin mereka tidak bs menjamin.
    Alhamdulillah lagi,sy baca artikel ferona tentang kurir kue. Sy sdh hubungi, salah satu dr mereka menyanggupi akan menjemput kue saya dan mengantar ke tempat tujuan dgn selamat πŸ™‚
    Trims ferona…

  • Dyah
    says:

    Pernah ngalamin juga dengan jasa kurir tsb utk produk non makanan, sampe telat sebulan, padahal dikirim dari Bandung ke Sulawesi pakai paket yang kilat. Pas nyampe di tujuan, kemasan acak-acakan, barang kotor kayak habis jatuh dari jalan yang basah. Hmm.. semoga perusahaan jasa tsb bisa lebih memperbaiki manajemennya.

  • yantika
    says:

    Aku juga prnh alami hal yg sama 2x. Aku dagang pakaian dan accessories OL shop. Yg pertama accessories,pngiriman dari tangerang ke tangerang juga. Dari des 2012 sampe skrg ga prnh d terima cust ku. Aku cek via website dan tlp,laporannya brg sudah sampai dan katanya yg terima ollyvia (nama cust ku) pdhl cust ku kerja dan d rumahnya ga ada lg yg bernama sama. Jd ga mgkn diterima ollyvia.
    Sudah d telp berkali kali tetapi jwban Cs Jne sllu sama. Akan di cek. Sllu sprti itu. Lalu yg kedua,pengiriman baju ke tungkal. Paket dari aku isinya 13 pcs pakaian (aku tulis juga d paketnya). Tapi saat sampai ke cust ku,bungkus ada yg terbuka d bagian bawah dan seperti di lakban asal. Alhasil benar saja,isinya berkurang 1pcs. Dan sampai hr ini tidak ada pertanggung jwban dr pihak jne. Sudah d tlp berkali2. Dari omongan sopan sampe saya marah2,hasilnya nihil.

    • Nita
      says:

      Ak jga 4 hari yg lalu kirim kue kering ke lampung padahal ak udah packing rapih pakai buble rap tpi pas sampai ancur semua padahal sudah ak bilng in ink kue kering jh sampai di banting tpi pas smpi kue sudah gk berbentuk saya harus complant ke siapa?

      • Ferona
        says:

        Kalau ada asuransinya, pihak kurir biasanya akan mengganti senilai kue yang dikirim. Itu yang kami alami dulu sewaktu mengalami kue hancur saat sampai ke pembelinya.

  • Bintang Alzeyra
    says:

    Waduh..jadi rada2 takut kirim pake JNE. Selama ini aku pake jasa JNE sih aman-aman saja..maksud nya ga sampe rusak atau ada yang ilang (duuh jangan sampe deh) .kebetulan aku juga punya online shop ( non food). Emang sih kadang buyer nanya barang kok ga sampai-sampai, padahal aku kirim pake yess ( jogja-jkt sehari nyampe)…ini 3 hari baru nyampe. Ada lagi buyer yang complain gara-gara suaminya nemuin kardus di depan pintu (padahal pas hujan deras banget). Tuh paket isinya tas mulberry ama sepatu louboutin…wadduuhh. Jelas kan mencak-mencak buyerku. Tapi habis itu kakakku complain ke JNE. Sempet kesel banget gara2 tuh kurir JNE sembarangan naruh barang (padahal no telp di box ada, mbok ya di telp ..hiks).
    Btw..thanks share receipt nya ya mba πŸ™‚ salam kenal

    Ko Andre, kakaknya Jenius ya? Sukses bisnis kue nya ya Ko

    • Ferona
      says:

      Salam kenal juga Bintang … Kalau untuk kiriman non food mungkin gpp kalau bungkusan dibuka. Tapi kalau food ini, kan kasihan yang beli kalau makanan yang dipesan udah diacak-acak duluan sama kurirnya … hiks πŸ™ Masih trauma kirim makanan pakai JNE nih ..

  • deasy
    says:

    Mbak, pengalaman saya kl brg yg di kirim via pesawat yg suka di curi isinya kl yg via darat blm ngalamin. Saya mlh curiga oknum di bandara yg melakukan.

  • Tia Mayasari
    says:

    Saya juga punya pengalaman buruk dengan JN*. Saya pesan kue kering pas nyampenya udah hancur lebur (padahal ada titipan teman saya) padahal sudah pake packing kayu dan asuransi.
    Saya kecewa sekali dan cukup trauma. Jadi sekarang mending kue kering bikin sendiri aja.

  • Inna
    says:

    Ha ha ha ha lucu, lol mendengar ceritanya, teringat mamah saya mau makan mangga tapi krn nggak suka dingin akhirnya tdk ddisimpan dikulkas, eh esoknya mangga sdh berlubang digigit tikus, saya larang makan takut kena virus kencing tikus leptospirosis hiiiii, ternyata kejadiannya 2x, doyan bener tikus sama mangga. Rupanya ada juga tikus penggemar brownies. Mungkin brownies mbak Riana memang enak…. Memang JNE petugasnya suka iseng juga, pernah kiriman VCD belajar 60 biji diobok-obok seal plastik mereka dicolok, khan mrk punya seal plastik & sdh dibukanya lagi. Sebaiknya buka brownies didepan petugas supaya tahu apakah petugas yang mengobok-obok atau pelanggan yang iseng. Mungkin dalam Brownies mbak dikira ada Narkobanya. Bilang ke JNE pake X ray dong kaya di bandara. Biar ketahuan dalam brownies mbak ada berlian atau nggak, cheer

  • novi
    says:

    hadeuh….saya pernah kirim paket makanan (baso sapi & baso tahu siomay)2x dari Bandung ke Jakarta.
    Allhamdulilah sih…aman sampai di tujuan. tapi setelah baca artikel ini, ih…jadi takut juga !

  • noni
    says:

    huaaaaa, aku kira cuma aq yg sering di kecewakan JNE, brownis yg ku kirim untuk teman ku di medan, ku kirim dari gorontalo pun tinggal setengah…ya setengah lagi entah kemana πŸ™ wes kapokkk *jadi curcol*

  • Cakefever.com (Facebook)
    says:

    Indah Virga lha aku-nya mau taat peraturan. Tidak menyembunyikan jenis barang yang dikirimkan. Kue ya kue, gak aku bilang gelas. Disuruh bayar lebih mahal juga gpp, yg penting resmi dan sesuai prosedur …

  • Cakefever.com via Facebook
    says:

    Indah Virga lha aku-nya mau taat peraturan. Tidak menyembunyikan jenis barang yang dikirimkan. Kue ya kue, gak aku bilang gelas. Disuruh bayar lebih mahal juga gpp, yg penting resmi dan sesuai prosedur …

  • Cakefever.com (Facebook)
    says:

    Meike Yohannes Kuenya dipotong rapi … Aku bisa terima pemeriksaan kue yang resmi. Tapi lakukan di depanku, jadi aku bisa memastikan kue yang dipesan pelangganku ini tidak diacak-acak seenaknya. Kue kan buat dimakan, jadi seharusnya JNE punya prosedur resmi pemeriksaan. Bukannya diam2 memotong kue seperti ini. Kan kasihan pelangganku yg jadi jijik sama kue yang sudah diacak-acak seperti ini …

  • Cakefever.com via Facebook
    says:

    Meike Yohannes Kuenya dipotong rapi … Aku bisa terima pemeriksaan kue yang resmi. Tapi lakukan di depanku, jadi aku bisa memastikan kue yang dipesan pelangganku ini tidak diacak-acak seenaknya. Kue kan buat dimakan, jadi seharusnya JNE punya prosedur resmi pemeriksaan. Bukannya diam2 memotong kue seperti ini. Kan kasihan pelangganku yg jadi jijik sama kue yang sudah diacak-acak seperti ini …

  • Ika
    says:

    Kok bisa ya ada perusahaan jasa pengiriman yang jelas-jelas mesti menjaga image-nya dalam pelayanan bisa berbuat seperti itu? Aduh.. jadi bahan pertimbangan juga nih buat semua bakers yang kepengen mendistribusikan produknya di luar daerah produksinya.

    • Andre Kho
      says:

      Iya bener banget mbak, apalagi :
      1. Makanan itu ada expired date nya juga
      2. Biasa orang pesen makanan itu karena kepingin kalo ngga memang untuk acara special.

      Jadi bayangin aja kalo sampe telat sampainya dan rusak. Bener-bener perlu jadi bahan pertimbangan.

  • Andre Kho
    says:

    Oh ya satu lagi, telpon CS yang nomernya tertera di website-nya lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa bgt ga diangkat-angkat. Apa itu nomer cuma di tempel biar keliatan peduli ma customer ato jgn2 emg saking bobroknya kualitasnya sehingga banyak banget yang nelpon complain.

    Mikir-mikir gini jadi mending Pos Indonesia, kalo aku dpt kiriman dari luar negri emg keliatan kalo abis di buka dan di cek sama mereka tapi barang selalu dalam kondisi layak dan manusiawi bahkan bungkusnya pun di kembalikan dengan rapi.

  • Andre Kho
    says:

    Wah dimuat juga akhirnya…hehehe… btw kalo alasan curiga atau mau priksa-priksa mbok ya perusahaan segede dan setenar JNE itu beli alat sinar X kyk di bandara itu, atau kalo memang paket kiriman kue mau di bongkar ya setidaknya balikin donk utuh.

    Saya juga mau share tentang betapa mengecewakan pake JNE, mungkin lebih tepatnya kualitas personil dari kurir2 yang mengantarkan. Kalau bagian penerimaan paket masih oke-oke saja. Beberapa kali saya kirim kue (saya juga jual kue spt mbak Ferona), udah di tulis FRAGILE gede-gede, berbagai sudut dan berbagai bahasa sampai ada kata “PLEASE” selalu aja nyampe dalam keadaan ringsek dan amburadul. Terakhir saya kirim pesanan cake ke Semarang, harusnya Yakin Esok Sampai tapi sampai tertunda 3 hari, waktu diurus kata kantornya Semarang udah diantar dan ternyata usut diusut barangnya dibawa pulang kerumah ma kurirnya dengan alasan waktu diantar ke alamat ga ada orang. Lha gimana mau ada orang wong nganter ke kantor kok jam 23, dan bohongnya lagi di kantor tersebut jelas ada satpam dan jelas ada CCTV … tp ga ada tuh menurut pengakuan si satpam kalo ada kurir JNE dateng nganter paket. Dan bego-nya lagi, padahal udah tertera nomer hp nya customer saya kok ya ga kpikiran nelpon ?? Akhirnya pas dianter tu kiriman dalemnya udah patah jadi dua,ga tau gimana bawa dan memperlakukan paket tersebut yg pasti pasir kok bisa masuk ke dalem cake-nya. Mana itu cake dipesan buat acara takjilan bersama pula … hadeehhh mengecewakan berbagai pihak. Akhirnya saya sekarang pindah make jasa kurir yg lain. Wess trauma.

  • nana
    says:

    Saya beberapa kali mengirimkan barang lewat JNE (bukan kue), dr cabang yg berbeda2 (tergantung posisi terdekat). Petugas biasanya hanya bertanya ‘isinya apa?’ lalu mencatat pengakuan kita itu di resinya. Suatu ketika, saya mengirim paket lewat kantor pusat JNE yang di Tomang. Orang yg datang sebelum saya sedang marah2 di depan petugas, lalu membatalkan pengirimannya. Giliran berikutnya (saya) dipanggil ke meja pemeriksaan, tempat orang tadi marah2. Sambil paket saya dibuka dan diperiksa, saya tanyakan ke petugasnya, ada apa? Lalu petugas itu cerita, sekarang semua paket diperiksa, karena ada kejadian pengiriman narkoba (kayak dugaan mbak), dan polisi mengancam menutup perusahaan kalo sampe ada kejadian lagi. Itu juga sebabnya di sekitaran tempat itu bertebaran spanduk polisi. Tapi tetep aja di agen/kantor cabang, saya tidak mendapati pemeriksaan kayak gitu mbak..gak tau dimana diperiksanya.

  • Meike Yohannes (Facebook)
    says:

    saya dulu sdh membaca kasus yg pertama melalui web site, agak miris jg klu kejadian ini terulang lg. Mgkn sekedar info saja, biasanya ada beberapa orang kalau mengirimkan barang2 berharga seperti perhiasan tanpa mau membayar jaminan atau asuransi mereka menyelipkannya di dalam makanan atau pakaian. Jadi tidak salah kenapa kuenya hancur berantakan hanya untuk mencari brg selundupan. Apalg melihat packingnya sedemikian rupa, membuat mereka jd penasaran, pasti ada yg ‘diselipin’ nih….(begitu mgkn pikir mereka). Kalau mereka menginginkan kue itu, tentu saja mrk cukup mengambil kuenya tanpa mengirim kembali kue tsb.

  • Meike Yohannes via Facebook
    says:

    saya dulu sdh membaca kasus yg pertama melalui web site, agak miris jg klu kejadian ini terulang lg. Mgkn sekedar info saja, biasanya ada beberapa orang kalau mengirimkan barang2 berharga seperti perhiasan tanpa mau membayar jaminan atau asuransi mereka menyelipkannya di dalam makanan atau pakaian. Jadi tidak salah kenapa kuenya hancur berantakan hanya untuk mencari brg selundupan. Apalg melihat packingnya sedemikian rupa, membuat mereka jd penasaran, pasti ada yg ‘diselipin’ nih….(begitu mgkn pikir mereka). Kalau mereka menginginkan kue itu, tentu saja mrk cukup mengambil kuenya tanpa mengirim kembali kue tsb.

Saran? Pertanyaan? or just say hi? Leave your comment yaah ^_^