Review Mixer KitchenAid

Tak terasa KitchenAidku yang berwarna putih sudah lebih dari 3 tahun nangkring di dapurku. Alhamdulillah selama 3 tahun berlalu, si mixer tidak berulah sama sekali. Mudah-mudahan akan terus aman dan panjang umurnya, Amin.

voltage regulatorAwalnya sempat ragu juga apalagi aku hanya menggunakan Voltage Stabilizer agar Kitchen Aidku yang 110 V bisa digunakan di Indonesia yang 220 V. Tadinya memang terpikir untuk mengubah tegangan ini menjadi 220 Volt juga. Tapi atas saran sepupuku yang mengatakan bahwa mengubah voltase itu artinya membongkar bagian dalam si mesin, yang berarti si mesin tidak akan sama lagi kondisi dan kekuatannya, akhirnya aku memutuskan untuk mencoba menggunakan Penstabil Tegangan ini saja.

Sekarang mixer KitchenAid sudah masuk melalui jalur resmi ke Indonesia. Mixer yang berwarna cantik warna-warni pun sudah terlihat dipajang di departemen store ternama dan juga bisa dibeli langsung melalui Toko Bahan Kue di Jakarta. Kalau di luar Jakarta, aku kurang paham ya teman-teman …

Harganya berapa? Untuk versi tilt-head ukuran 5 quartz di angka 8-9 jutaan lebih tergantung warnanya. Kenapa ya beda warna beda harga? Kayak harga mobil saja hehehe. Dan mungkin ini juga menjawab rasa penasaran teman-teman di Indonesia (Jakarta khususnya) yang tidak lagi bisa membeli mixer KitchenAid dengan harga murah seperti yang dulu aku lakukan. Kalau sekarang teman-teman membeli via amazon, harga mixer tersebut berikut ongkos kirim, import tax, dll jatuhnya ya sama saja dengan beli di Indonesia langsung. Jadi beli saja di sini, tidak perlu lagi memesan via amazon. Kalau yang di luar Jakarta, mungkin bisa langsung visit website KitchenAid Indonesia untuk mengetahui apakah mereka melayani pengiriman ke luar pulau jawa.

Reviewku selama menggunakan mixer KitchenAid ini adalah sangat puas sekaleee … Terutama karena aku membelinya dengan harga yang sangat kompetitif. Sehingga semua fitur yang ada di mixer KithenAid ini menjadi sangat bermanfaat dan sesuai dengan harganya.

Aku suka dengan bowl stainless steel yang memiliki pegangan, sehingga memudahkan saat harus menuangkan adonan ke loyang atau wadah lainnya.

Aku suka dengan model tilt-head, yaitu kepala mixer diangkat untuk bisa melepas bowlnya. Dengan kepala mixer yang diangkat, bisa dengan mudah mengeluarkan bowl dan membersihkan bagian mixer yang terciprat adonan. Ohya model tilt-head ini membutuhkan ruang simpan agak lebar dibanding tipe bowl-lift yang lebih ramping namun lebih tinggi. Konon kabarnya versi bowl-lift lebih kokoh dan awet dibanding tilt-head. Mudah-mudahan nggak yaa sodara-sodara karena punyaku juga yang tipe tilt-head siih … hehehe.

Kitchen Aid Tilt HeadAku beli tilt-head karena harganya memang lebih murah daripada yang bowl-lift. Jadi kalau Anda adalah baker yang super bizi tiap hari bikin kue dan memang budget tidak jadi masalah, aku sarankan untuk membeli bowl-lift dengan ukuran 6 quartz. Tapi kalau ingin punya mixer yang warnanya cantik, maka pilihlah tilt-head karena miver versi bowl-lift itu warnanya terbatas.

Ohya mixer KitchenAid ini disebut dengan planetary mixer karena cara mixer ini berputar seperti planet-planet yang mengitari orbitnya hehehe #dibahas. Selain whisk atau beater mixer itu berputar, poros mixer itu juga berputar. Jadi seperti yang kita pelajari di SD, bahwa saat berkeliling mengitari matahari, setiap planet itu juga berputar pada porosnya masing-masing. Nah kira-kira begitulah ya. Cara berputar macam inilah yang membuat adonan itu cepat mengembang karena udara yang terkumpul dalam adonan bisa cepat terperangkap.

Kalau pakai mixer tangan, biasanya kita juga meniru perputaran planet-planet itu dengan menggerakkan mixer di tangan kita memutari bowl. Secara tidak sadar kita mengetahui bahwa dengan memutari bowl maka adonan akan cepat mengembang daripada si mixer hanya dibiarkan berputar di satu titik saja (emmh, betewe bisa gak sih gak sadar tapi tau? #dibahas)

Untuk roti, aku jarang menggunakan mixer KitchenAid. Aku masih memercayakan pengadonan roti pada mixer Boschku tercinta. Sebenarnya praktis mixer -ku hanya bertugas saat membuat roti saja. Wadahnya yang seperti donat itu membuatku merasa kerepotan memegang si wadah saat harus menyendokkan sisa adonan dengan spatula. Beda banget dengan si KitchenAid yang memiliki pegangan pada wadahnya.

Selain itu, sebenarnya aku pernah sih buat adonan roti dengan KitchenAid, tapiii si mixer berbunyi gerudak geruduk menakutkan saat harus menguleni adonan roti yang rada berat. Karena takut rusak, aku matikan saja dan pindahkan adonan roti tersebut ke mixer .

Yang menarik buatku juga adalah attachment-attachment yang ditawarkan oleh si KitchenAid. Ada bowl Ice Cream Maker, ada penggiling daging. Ada corong sosis. Ada pasta maker. Semuanya memanfaatkan putaran mesin si mixer ini.

Yang aku incar ingin beli sih itu si ice cream maker, karena ice cream makerku yang dulu sudah rusak, ihiks. Tapi ya lumayan mahal, jadi belum masuk prioritas. Apalagi sekarang aku sudah bisa membuat es krim tanpa ice cream maker.

Dengan adanya attachment yang beraneka ragam ini, menurutku menambah nilai lebih mixer KitchenAid ini. Jadi kita beli mixer mahal-mahal tidak cuma bisa digunakan untuk mengocok adonan tetapi juga memiliki banyak fungsi lainnya.

Artikel Lainnya:

  • ghita

    saya order mixer KitchenAid di hargadunia.com mba
    karena tergiur harganya lumayaaaaan bgt bedanya sama yang di toko
    memang lama mba pengirimannya 1bulanan lebih, ampe takut kalo ini bener apa engga sampenya
    syukur akhirnya sampai juga….
    coba aja untuk ibu2 mba2 yang mau order kitchenaid mixer murah dan lebih hemat (tapi mau nunggu lama hehe) order di hargadunia ajaaa hihihi – Denpasar

  • Maksud nya colokannya di 220v atau 110v

  • Maaf mau tanya…. Aq punya kitchenaid tegangan 110….. Kl pake stabilizer di 220v atau 110v. Mohon info terima kasih sebelum nya

%d bloggers like this: