Tips Jualan | 6,945 views

Raibnya Brownies Kami


Bisnis Online dari Rumah
Artikel ini bagian 3 dari 6 artikel dalam seri Brownies Panggang

Judul ini paling tepat menggambarkan situasi yang terjadi (terinspirasi dari judul novel: Robohnya Surau Kami – hayoo masih pada inget gak siapa pengarangnya?)

Packing Awal

Dialog singkatnya begini:
Pemesan
: Hmm, itu browniesnya sebenarnya sepanjang apa ya?
Aku
: Ya sepanjang kotaknya itu.
Pemesan
: Oooo, tapi kok hilang sepertiganya ya?
Aku
: Ha???

Mungkin buat para bakul kue yang mengandalkan media internet sebagai area untuk berpromosi dan juga para pelanggannya sudah memahami bahwa kue-kue yang dipesan akan dikirim dengan mengandalkan jasa kurir profesional. Demikian pula aku yang dengan brand Goldoven melakukan penjualan melalui internet. Di awal mula usaha kami (aku dan Dessy), Goldoven baru bisa melayani area pengiriman di Jakarta dan sekitarnya yang tidak terlalu jauh. Oleh sebab banyaknya permintaan pengiriman ke luar Jakarta, maka kami pun menjajaki pengiriman kue ke luar Jakarta.

Order perdana dikirimkan ke Palembang. Yang dikirim adalah Dark Choco Melt Brownies dan Lapis Legit ala Cakefever – eh ala Goldoven (hihihi). Setelah ditimbang, ternyata beratnya 1.2kg, waah dibulatkan ke 2 kg. Ongkirnya pun lumayan, jadi total Rp 32rb. Dessy membungkus kue-kue dengan seksama dan hati-hati. Maklumlah order perdana, jadi masih belum tau critical issuenya dimana (jiaah!). Silakan dicermati hasil bungkus membungkus yang dilakukan oleh Dessy ;) Cukup rapat dan padat, menurutku.

Dan dikirimlah orderan tersebut melalu jasa kurir profesional yang (demi terlindungi dari UU-ITE) kami tak sebutkan namanya di sini. Pengirimannya super cepat walau kami hanya memilih pengiriman reguler. Pagi ini dikirimkan, besok siang sudah sampai di Palembang. Wow! Keren!

Pemesan langsung SMS mengabarkan padaku, bahwa dia sudah ditelpon sang Kurir-yang-namanya-tak-boleh-disebut bahwa paketnya sudah sampai, dan karena posisinya masih ada di luar kota, si Pemesan bilang akan mengambil sendiri paketnya ke kantor si Kurir. Ok, sampai di sini tampaknya semua lancar.

Lalu, sorenya aku menerima telepon dari Pemesan dan terjadilah dialog seperti diatas, dan berikut lanjutan dialognya:

Dark Choco Melt yang sudah hilang 1/3 bagian dan berantakan

P: Ini kelihatannya kotaknya terlalu besar ya untuk browniesnya. Dan apa betul ya penampilannya seperti dodol?
A
: (bingung dan gelagapan) eeh, ndak kok. Brownies dan kotaknya sama besar. Dan penampilannya tidak seperti dodol, kecuali kalau memang sudah dipotong dan coklat meltnya belepotan kesana sini
P
: Aku kirim ya fotonya …

Omaigat! Begitu melihat foto yang dikirimkan, aku tak habis pikir apa yang sebenarnya terjadi dalam proses pengiriman kue tersebut yaa?? Lihatlah kondisi brownies yang diterima oleh si pemesan, hu hu hu …

Aku dah pasrah deh mau diomelin sama pemesan, abis gimana lagi brownies yang dipesan sudah hancur tak berbentuk. Ealah bukannya marah, sang pemesan akhirnya malah tertawa terbahak-bahak sambil bilang: “Luar biasa ya browniesnya. Dari aromanya saja sudah sangat menggoda, pantas saja si delivery man tak kuat iman, sampai bela-belain merobek kotak brownies dan menutup lagi dengan rapi dus luarnya.”

Hiks hiks, biarpun pelanggan tidak marah dan komplain, tapi kami tetap mengurus komplain kepada perusahaan jasa pengiriman yang tak boleh disebutkan namanya itu. Dan tampaknya lumayan ditindak-lanjuti oleh mereka… yaah kita tunggu saja hasilnya bagaimana. Nanti aku share yaa…

Note:

Sesuai janjiku untuk share hasil dari investigasi Raibnya Brownies kami ini, maka hasil akhirnya adalah pihak perusahaan jasa pengiriman tersebut mengganti uang sebesar harga kue yang rusak tersebut kepada kami. Karena memang hanya sebesar itu tanggung jawab mereka kepada pengguna jasa. Hal ini membuat kami menjadi tidak lagi berani mengirimkan kue untuk keluar area Jakarta, kecuali sang pemesan kue siap menerima segala resiko kondisi kue ^_^

Artikel dalam Serial ini: Cream Cheese BrowniesBrownies Putih Telur






Artikel lainnya:

14 comments to Raibnya Brownies Kami

  • dao

    mba,cara ngemas brownis bt di kirim via kurir gmna seh?n pake kurir apa ya kl jabodetabek?thanks bt bantuannya

  • sumpa deh mbak, gak bisa gak ngakak baca posting yang ini. kok ya adaaa aja ya? :D

  • Nazara

    Pertama kali liat judulnya aj ud bikin aku penasaran, bgtu baca kumplit aku “ngakak”, maap ya mb, bukan bermaksud mentertawakan org yg terkena musibah, tp lucuu.. Plus share yg ini bener2 nambah pengetahuan aku soal kirim mengirim paket makanan :D soalnya aku jg kpengen kirim makanan ke kota tetangga, tp ternyata penyedia jasa pengiriman tersebut sudah bilang klo isi tdk bisa d jamin utuh ketika sampai ke tujuan.. Hmm.. :D

  • luqman

    hahhahaa………… mba, krim jangan jauh2, kirim ke kantorku aja.. ^_^,jamin abis ^_^

  • so, moral of the story : sebaiknya kalo ngirim kuweh ke luar kota, kita pake jasa kuda terbang azzaaaa huehehehe…

    (karna kalo by kurir yang berpesawat, dijamin gag slamet karna paket kita tuh ditaruh dalam karung n dilempar masuk ke bagasi pesawat hehehe…)
    owiyah, apalagi kalo pake p*s, yang bilang juga pegawainya ndiri, kalo makanan jangan dah… dijamin ancurrr hihihi… :P
    pisss!

    • aku masih penasaran, soalnya beberapa teman juga bisa mengirim brownies-2nya keluar kota.. pakai jasa kurir apa ya? Belum ada yang mau share, hiks hiks hiks …

  • MBAAAA….. aku juga udah pake jasa pengiriman yang sangat terkenal, namun lihatlah perbedaan bentuk brownies-ku before dan after setelah nyampe ke surabaya (lagian nekad, ngirim brownies berhias fondant dengan jarak 1000 kilo lebih huehehehe :P ):

    poto before dikirim, masih aman damai di ndephok :
    http://mytemporarykitchen.wordpress.com/2010/02/02/super-mario-bros-kah-_/

    poto after nyampe bin mleot :
    http://www.cakcholik.info/2010/02/02/kumis-dalam-sekotak-roti/

    • Mimi, kalo aku lihat foto browniesmu itu cuma bentuknya jadi meleyot gitu, tapi volumenya tidak berkurang. Itu mungkin bisa diterima sebab proses pengirimannya kotak brownies dibanting sana-sini, ndak diperlakukan hati-hati.

      Lha browniesku kan berkurang dan kotaknya itu robek sempurna. Kalo dibilang kotak browniesnya yang pecah, mestinya ada donk sisa-sisanya di dalam. Kotak browniesnya itu dibungkus lagi dengan plastik merah itu soalnya.

      Dan kalau dibilang menyusut, hehehe, itu brownies bok… isinya coklat pekat. Menyusut kok banyak bener. Menyusut karena diambil orang sih aku percaya … :D

  • Wisjnu

    Lain kali siapkan juga ukuran potongan sample dan kasih tulisan “untuk yg tidak pesan agar ambil yg potongan sample bukan potongan utama”. Siapa tau, selain yang ambil akan jadi pelanggan.

  • Komang Lily hakiem

    Jeunk …

    kejadian ini sudah berulang2 terjadi denganku. Aku oarng medan yang merantau ke bali. bila aku ingin makan bolu M*****i aku selalu minta kirim dari medan..
    Setiap paket yg sampai pasti kondisi bolu tersebut menyusut hilang 1/3 nya..(* positif thingking = mungkin paket tersebut terbanting sehingga menjadi padat dan pendek …

    Untuk ibu yg di Palembang.. mngkin kejadiannya sama seperti yg aku alamin.. jd ga mgkin lah Browniesnya di makana atau di ambil ,mgnkin saja karena di lempar secara acak maka brownies tersebut jadi berantakan..

    Untuk ibu2 yang memakai jasa kurir alam pengiriman makanan (* khususnya yg mudah hancur.. selamat menikmati..Bentuk bukan nomer satu yang penting rasanya tetep MANTAP..

    [ hihihihi ]

    thank u..

    • kalau browniesnya hancur karena dilempar-lempar, harusnya ada sisa-sisanya dalam kotak yang robek itu, karena kotaknya juga dilapis lagi dengan plastik merah. Dan herannya lapis legitnya utuh, tidak hilang sedikit pun, hanya browniesnya aja yang raib :D hahaha

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Promo bulan ini

Artikel Terpopuler



Q & A