Raibnya Brownies Kami

Judul ini paling tepat menggambarkan situasi yang terjadi (terinspirasi dari judul novel: Robohnya Surau Kami – hayoo masih pada inget gak siapa pengarangnya?)

Dialog singkatnya begini:
Pemesan
: Hmm, itu browniesnya sebenarnya sepanjang apa ya?
Aku
: Ya sepanjang kotaknya itu.
Pemesan
: Oooo, tapi kok hilang sepertiganya ya?
Aku
: Ha???

Mungkin buat para bakul kue yang mengandalkan media internet sebagai area untuk berpromosi dan juga para pelanggannya sudah memahami bahwa kue-kue yang dipesan akan dikirim dengan mengandalkan jasa kurir profesional. Demikian pula aku yang dengan brand Goldoven melakukan penjualan melalui internet. Di awal mula usaha kami (aku dan Dessy), Goldoven baru bisa melayani area pengiriman di Jakarta dan sekitarnya yang tidak terlalu jauh. Oleh sebab banyaknya permintaan pengiriman ke luar Jakarta, maka kami pun menjajaki pengiriman kue ke luar Jakarta.

Order perdana dikirimkan ke Palembang. Yang dikirim adalah Dark Choco Melt Brownies dan Lapis Legit ala Cakefever – eh ala Goldoven (hihihi). Setelah ditimbang, ternyata beratnya 1.2kg, waah dibulatkan ke 2 kg. Ongkirnya pun lumayan, jadi total Rp 32rb. Dessy membungkus kue-kue dengan seksama dan hati-hati. Maklumlah order perdana, jadi masih belum tau critical issuenya dimana (jiaah!). Silakan dicermati hasil bungkus membungkus yang dilakukan oleh Dessy ;) Cukup rapat dan padat, menurutku.

Dan dikirimlah orderan tersebut melalu jasa kurir profesional yang (demi terlindungi dari UU-ITE) kami tak sebutkan namanya di sini. Pengirimannya super cepat walau kami hanya memilih pengiriman reguler. Pagi ini dikirimkan, besok siang sudah sampai di Palembang. Wow! Keren!

Pemesan langsung SMS mengabarkan padaku, bahwa dia sudah ditelpon sang Kurir-yang-namanya-tak-boleh-disebut bahwa paketnya sudah sampai, dan karena posisinya masih ada di luar kota, si Pemesan bilang akan mengambil sendiri paketnya ke kantor si Kurir. Ok, sampai di sini tampaknya semua lancar.

Lalu, sorenya aku menerima telepon dari Pemesan dan terjadilah dialog seperti diatas, dan berikut lanjutan dialognya:

Dark Choco Melt yang sudah hilang 1/3 bagian dan berantakan

P: Ini kelihatannya kotaknya terlalu besar ya untuk browniesnya. Dan apa betul ya penampilannya seperti dodol?
A
: (bingung dan gelagapan) eeh, ndak kok. Brownies dan kotaknya sama besar. Dan penampilannya tidak seperti dodol, kecuali kalau memang sudah dipotong dan coklat meltnya belepotan kesana sini
P
: Aku kirim ya fotonya …

Omaigat! Begitu melihat foto yang dikirimkan, aku tak habis pikir apa yang sebenarnya terjadi dalam proses pengiriman kue tersebut yaa?? Lihatlah kondisi brownies yang diterima oleh si pemesan, hu hu hu …

Aku dah pasrah deh mau diomelin sama pemesan, abis gimana lagi brownies yang dipesan sudah hancur tak berbentuk. Ealah bukannya marah, sang pemesan akhirnya malah tertawa terbahak-bahak sambil bilang: “Luar biasa ya browniesnya. Dari aromanya saja sudah sangat menggoda, pantas saja si delivery man tak kuat iman, sampai bela-belain merobek kotak brownies dan menutup lagi dengan rapi dus luarnya.”

Hiks hiks, biarpun pelanggan tidak marah dan komplain, tapi kami tetap mengurus komplain kepada perusahaan jasa pengiriman yang tak boleh disebutkan namanya itu. Dan tampaknya lumayan ditindak-lanjuti oleh mereka… yaah kita tunggu saja hasilnya bagaimana. Nanti aku share yaa…

Note:

Sesuai janjiku untuk share hasil dari investigasi Raibnya Brownies kami ini, maka hasil akhirnya adalah pihak perusahaan jasa pengiriman tersebut mengganti uang sebesar harga kue yang rusak tersebut kepada kami. Karena memang hanya sebesar itu tanggung jawab mereka kepada pengguna jasa. Hal ini membuat kami menjadi tidak lagi berani mengirimkan kue untuk keluar area Jakarta, kecuali sang pemesan kue siap menerima segala resiko kondisi kue ^_^

Komplain per telepon dilakukan pada tanggal 29 Juni 2010. Pembayaran ganti rugi dilakukan pada tanggal 2 Agustus 2010.

Originally posted 2010-06-30 22:47:17.

  • http://www.facebook.com/cakefevercom Cakefever.com via Facebook

    Makasiyy Murni … selain Belajar Sabar, berarti Belajar Bikin Kue juga ya :)

  • wahyutien

    hahaha….telat koment nih….mbak ve klo maketin lg dikasih cake yg dipotong2 kecil betul kata pak wisjnu….utk incip2 kurirnya yg laper mata :D

  • lia

    Baru aza mgg lalu dikirimin pempek dr palembang, si pempek2 dmasukin k kantong plastik n cuma diiket,trs masuk ke kardusnya n cuma diselotip biasa. Kt adek sih dia belinya 4kg an, tp yg nyampe ke kita ga sampe segitu n ada ilang bbrp pempek loh.. Hehehe.. Dinikmati aza deh

    • http://www.cakefever.com cakefever

      ckckckck… aku mau tulis lagi nih pengalaman kedua yang juga tidak menyenangkan saat mengirimkan kue ke lain kota… lagi nyari2 airways billnya masih blum ketemu .. hiks hiks …

  • http://www.facebook.com/murni.belajarsabar Murni Belajar Sabar via Facebook

    Mba..kisahnya lucu abizz,,,hehehe..saya baru nih nge-like cakefever,ternyata isinya keren keren ^_^

  • nella sondang nainggolan

    hahahaha..saya dn kakak sy sering jg pny pengalaman gk enak dlm memakai jasa pengiriman..ortu sy sering mengirimi makanan dr bangka ke kantor kakak di Jkt ( kami tgl di Bekasi), diambil paket kilat yg tentunya hrgnya lbh mahal, janji kirim pagi..sore akn sampai. Tp smp malam baru tiba paket trsbut, prnh kakak sy smp jm 9 mlm hrs menunggu paket itu tiba dikantornya. Hasilnya..makanannya sdh agak bau/agak basi.Pernah kakak sy complain keperusahaannya, eh petugasnya berbalik memarahi kakak sy.Tp krn butuh, mau gakmau ortu kami tetap pakai jasa perusahaan pengiriman iniklo mengirimi sesuatu utk kami.

    • http://www.cakefever.com cakefever

      hehehe… sebel yaa … Tunggu saja aku akan naikkan cerita baru tentang ulah oknum yang lagi-lagi mencuil2 kue yg aku kirim ke pelanggan …

  • Cakefever.com via Facebook

    ups salah, maksudku Raibnya Brownies Kami ini adalah kasus tahun 2010

  • Cakefever.com via Facebook

    iya.. itu kasus tahun 2012… yang kasus 2012 belum aku posting, aku masih menunggu kue yang dicolek itu dikirim balik oleh customerku ..

  • Ervina Anugerahany via Facebook

    mbak… saya baca kok gak ada ya nama jasa pengirimannya?

  • http://www.facebook.com/uchiXAci Uchie Chayank Aci via Facebook

    menyebalkan mbk vi

  • dao

    mba,cara ngemas brownis bt di kirim via kurir gmna seh?n pake kurir apa ya kl jabodetabek?thanks bt bantuannya

  • http://www.dunialely.wordpress.com dunialely

    sumpa deh mbak, gak bisa gak ngakak baca posting yang ini. kok ya adaaa aja ya? :D

    • http://www.cakefever.com cakefever

      hihihi… ini memang pengalaman paling lucu selama berjualan kue online :D

  • Nazara

    Pertama kali liat judulnya aj ud bikin aku penasaran, bgtu baca kumplit aku “ngakak”, maap ya mb, bukan bermaksud mentertawakan org yg terkena musibah, tp lucuu.. Plus share yg ini bener2 nambah pengetahuan aku soal kirim mengirim paket makanan :D soalnya aku jg kpengen kirim makanan ke kota tetangga, tp ternyata penyedia jasa pengiriman tersebut sudah bilang klo isi tdk bisa d jamin utuh ketika sampai ke tujuan.. Hmm.. :D

    • http://www.cakefever.com cakefever

      Hehehe diketawain juga gpp karena Memang lucu sih … Apalagi Kalau melihat ekspresiku saat menerima telp dari si pemesan mengabari Kue yang tinggal separo

  • luqman

    hahhahaa………… mba, krim jangan jauh2, kirim ke kantorku aja.. ^_^,jamin abis ^_^

    • http://www.cakefever.com cakefever

      wkwkwkwk … luqman mah dikirimin apa aja pasti abis daah :D

  • http://www.mytemporarykitchen.wordpress.com funky fun-T mimi allegra

    so, moral of the story : sebaiknya kalo ngirim kuweh ke luar kota, kita pake jasa kuda terbang azzaaaa huehehehe…

    (karna kalo by kurir yang berpesawat, dijamin gag slamet karna paket kita tuh ditaruh dalam karung n dilempar masuk ke bagasi pesawat hehehe…)
    owiyah, apalagi kalo pake p*s, yang bilang juga pegawainya ndiri, kalo makanan jangan dah… dijamin ancurrr hihihi… :P
    pisss!

    • http://www.cakefever.com cakefever

      aku masih penasaran, soalnya beberapa teman juga bisa mengirim brownies-2nya keluar kota.. pakai jasa kurir apa ya? Belum ada yang mau share, hiks hiks hiks …

  • http://www.mytemporarykitchen.wordpress.com funky fun-T mimi allegra

    MBAAAA….. aku juga udah pake jasa pengiriman yang sangat terkenal, namun lihatlah perbedaan bentuk brownies-ku before dan after setelah nyampe ke surabaya (lagian nekad, ngirim brownies berhias fondant dengan jarak 1000 kilo lebih huehehehe :P ):

    poto before dikirim, masih aman damai di ndephok :
    http://mytemporarykitchen.wordpress.com/2010/02/02/super-mario-bros-kah-_/

    poto after nyampe bin mleot :
    http://www.cakcholik.info/2010/02/02/kumis-dalam-sekotak-roti/

    • http://www.cakefever.com cakefever

      Mimi, kalo aku lihat foto browniesmu itu cuma bentuknya jadi meleyot gitu, tapi volumenya tidak berkurang. Itu mungkin bisa diterima sebab proses pengirimannya kotak brownies dibanting sana-sini, ndak diperlakukan hati-hati.

      Lha browniesku kan berkurang dan kotaknya itu robek sempurna. Kalo dibilang kotak browniesnya yang pecah, mestinya ada donk sisa-sisanya di dalam. Kotak browniesnya itu dibungkus lagi dengan plastik merah itu soalnya.

      Dan kalau dibilang menyusut, hehehe, itu brownies bok… isinya coklat pekat. Menyusut kok banyak bener. Menyusut karena diambil orang sih aku percaya … :D

    • zittaarlivia

      mamanya temanku ada yang punya usaha online bento, nasi kuning dan cupcake/cake fondant dan menerima pesanan hanya di area jatim aja berhubung menetap di malang :))

  • Wisjnu

    Lain kali siapkan juga ukuran potongan sample dan kasih tulisan “untuk yg tidak pesan agar ambil yg potongan sample bukan potongan utama”. Siapa tau, selain yang ambil akan jadi pelanggan.

  • Komang Lily hakiem

    Jeunk …

    kejadian ini sudah berulang2 terjadi denganku. Aku oarng medan yang merantau ke bali. bila aku ingin makan bolu M*****i aku selalu minta kirim dari medan..
    Setiap paket yg sampai pasti kondisi bolu tersebut menyusut hilang 1/3 nya..(* positif thingking = mungkin paket tersebut terbanting sehingga menjadi padat dan pendek …

    Untuk ibu yg di Palembang.. mngkin kejadiannya sama seperti yg aku alamin.. jd ga mgkin lah Browniesnya di makana atau di ambil ,mgnkin saja karena di lempar secara acak maka brownies tersebut jadi berantakan..

    Untuk ibu2 yang memakai jasa kurir alam pengiriman makanan (* khususnya yg mudah hancur.. selamat menikmati..Bentuk bukan nomer satu yang penting rasanya tetep MANTAP..

    [ hihihihi ]

    thank u..

    • http://www.cakefever.com cakefever

      kalau browniesnya hancur karena dilempar-lempar, harusnya ada sisa-sisanya dalam kotak yang robek itu, karena kotaknya juga dilapis lagi dengan plastik merah. Dan herannya lapis legitnya utuh, tidak hilang sedikit pun, hanya browniesnya aja yang raib :D hahaha