Perbedaan Whipping Cream dan Heavy Cream

Pada artikelku berjudul Mengenal Whipping Cream, aku tidak menyebutkan adanya Heavy Cream. Heavy cream adalah produk berbahan asal yang sama dengan yaitu dari . Dairy yang lebih mudah ditemukan dapat digunakan sebagai pengganti Heavy Cream, karena memang di sini produk cream-cream tidak umum digunakan untuk kebutuhan masak atau membuat kue sehari-hari. Sementara kalau di luar negeri sana yang memang masakan dan kuenya banyak menggunakan produk ini, memiliki lebih banyak varian, contohnya: Half & Half Cream, Light Cream, Heavy Cream dan

Dalam artikel ini hanya akan membicarakan cream yang berasal dari susu atau Dairy. Untuk penjelasan mengenai produk non Dairy, bisa dibaca di artikel Mengenal Whipping Cream.

Whipping Cream Dairy (berbentuk cair) dan Heavy Cream seperti sudah disebutkan di atas adalah produk turunan dari susu sapi. Kedua Cream ini sebenarnya sama saja yaitu sama-sama whipping cream, yaitu cream yang bisa dikocok sampai mengembang. Yang membedakan mereka adalah kandungan lemak di masing-masing jenisnya. Heavy Cream mengandung lemak paling banyak yaitu minimal 36% sedangkan Whipping Cream mengandung minimal 30%.

Kedua Cream Dairy ini bisa dikocok tetapi hasil akhirnya akan sedikit berbeda. Mmmm bahkan menurutku, hampir-hampir tidak kelihatan perbedaannya. Namun baiklah, karena tetap harus dibedakan maka untuk Whipping Cream, hasil akhir kocokannya akan lebih ringan dibandingkan Heavy Cream yang hasil kocokannya lebih padat. Apabila ingin menambahkan gula, jangan masukkan gula dari awal pengocokan. Masukkan gula sedikit-sedikit setelah cream sudah mulai mengembang untuk mendapatkan hasil pengocokan yang lebih mengembang.

Untuk Whipping Cream atau Whipped Cream yang tidak Heavy, karena hasil kocokannya lebih ringan biasanya digunakan untuk hiasan di permukaan kue atau minuman. Sementara Hasil kocokan Heavy Cream yang lebih padat, bisa disemprotkan dengan piping bag atau plastik contong segitiga, misalnya untuk pembuatan vla atau cream isian Kue Soes.

Whipping Cream akan lebih cepat meleleh dibandingkan dengan Heavy Cream. Namun tentu saja untuk keperluan dekorasi kue yang akan diletakkan di ruangan tanpa AC atau pendingin udara, sebaiknya menghindari penggunaan Whipping Cream atau pun Heavy Cream yang berbentuk cair ini.

Untuk dekorasi menggunakan cream, Buttercream lebih bisa diandalkan di suhu ruang. Kalau ngotot pengen pakai whipcream untuk dekorasi kue, ada saran untuk mencampurkan gelatin ke dalam kocokan agar lebih kokoh. Aku tidak pernah mencoba, karena you-know-me-so-well, aku bukan orang yang tepat untuk ditanyakan mengenai eksplorasi dalam dekorasi kue – Dekor kue is really not my thing, hehehe 🙂 Paling banter ya aku pakai bubuk kalau memang harus nambahin hiasan pada kue.

Apabila digunakan untuk membuat es krim, Heavy Cream akan menghasilkan es krim yang lebih padat dan rasa creamy-nya sangat kuat. Untuk versi yang lebih sehat lagi, penggunaan sepanjang tidak untuk keperluan sebagai topping desert dapat digantikan dengan yoghurt plain yang kental (bukan yang cair ya).

Di Wikihow ada resep sederhana untuk substitusi dalam resep. Resepnya menggunakan 150 gram butter (butter yaa bukan margarin) yang dilelehkan. Perhatikan saat melelehkan butter jangan terlalu lama, matikan api kalau sudah terlihat sisa butter yang belum meleleh tinggal sedikit dan biarkan sisa butter meleleh karena panas yang tertinggal. Setelah lelehan butter ini dingin lalu dicampur dengan 360 ml susu cair full cream. Kemudian campuran ini bisa dikocok sampai kental. Resep ini tidak akan menghasilkan Heavy Cream yang bisa Whipped ya. Resep ini hanya membuat yang kental yang bisa digunakan untuk memasak atau membuat filling makanan.

Artikel Lainnya:

%d bloggers like this: