Pennylane’s Cookies Gagal

Membuat itu tidak semudah saat membaca resepnya. Dalam resep biasanya hanya tertulis instruksi dan tidak menjelaskan mengapa harus begini dan mengapa harus begitu.

Saat membuat Mbak Riana ini, aku super utuy (baca:sok tahu) dan mengubah resep tanpa memahami terlebih dahulu fungsi dari masing-masing bahan sehingga hasilnya adalah cookies yang gagal bentuk karena aku gagal paham 🙂

Disini aku tampilkan Pennylane cookiesku yang gagal-bentuk karena mendadak jadi meleber kemana-mana sehingga akhirnya aku masukkan saja ke dalam cup kertas yang kecil-kecil.

Sewaktu masuk oven, adonan ini langsung memipih, tidak bisa mempertahankan bentuknya. Sehingga hasil akhirnya cookies ini menjadi sangat pipih.

Pennylane cookies yang ini aku buat dengan kacang yang disangrai lalu diblender, sehingga penampakannya tidak terlalu jelas di cookiesnya. Sementara menurut resep asli mbak Riana, kacangnya cukup dicincang kasar saja.

Aku pikir salah satu penyebab yang membuat Pennylane cookiesku tampil tidak sempurna karena kacang yang sudah aku sangrai diblender halus. Cacahan kacang yang rada besar semestinya bisa membentuk adonan jadi lebih kokoh ya.

Yeah, walaupun tampilannya tidak cantik, tapi rasanya tetap enak banget. Aku bawa setoples ke kantor, dalam sekejap habis!

Lessons learned-nya adalah:

  • Kocokan telur dan gula kurang kental. Pastikan kocokan telur dan gula sudah cukup kekentalannya, yaitu adonan sudah putih, berjejak, bila dituang adonan mengalir lambat dan membentuk pita besar.
  • Suhu oven kurang panas. Pastikan oven sudah dipanaskan minimal 15 menit sebelumnya, agar adonan langsung set ketika masuk oven. Aku set ovenku di 200 C sehingga panas sekali ketika loyang masuk ke dalam oven. Panggang dalam waktu singkat 10-15 menit (paling lama), supaya cookiesnya matang di luar dan tetap chewy di dalam.
  • Adonan sudah harus cukup dingin ketika di-scoope ke loyang.
  • Sebaiknya jangan pakai kacang yang diblender, hihihi. Kecuali mungkin mau memodifikasi resep ini. Perbanyak jumlah kacangnya agar dapat membantu cookies ini mempertahankan bentuknya dan tidak menjadi cookies yang tipis gepeng.

Artikel Lainnya:

%d bloggers like this: