Loyang Chiffon Cake

Chiffon Cake adalah “kue bolu” favoritku. Kue ini terasa ringan dengan rasa semriwing yang bikin pengen nambah terus :D

Membuat chiffon cake berarti harus menguasai ilmu mengocok telur, terutama mengocok putih telur. Selain itu juga sudah harus menguasai teknik aduk balik. Kalau dua ilmu ini masih belum dikuasai benar, jangan heran kalau chiffon cakenya masih gagal terus – tapi tetap semangat ya coba terus buat yang masih gagal.

Aku sendiri ketika sudah mulai memahami cara mengocok telur yang benar dan mengaduk adonan telur dengan sempurna, ternyata oh ternyata masiiih juga gagal bikin chiffon cake. Hanya saja gagalnya kali ini bukan kue yang bantat atau kurang mengembang, tetapi chiffonnya berpinggang karena permukaan kuenya mengerut ketika kue sedang didinginkan, hehehe.

Dalam tulisan kali ini, aku ingin memperkenalkan loyang chiffon cake. Membuat chiffon cake sebaiknya menggunakan loyang khusus seperti pada gambar. Untuk para pakar, menggunakan loyang tulban biasa mungkin tidak masyalah. Tapi untuk newbie seperti aku, maka sebaiknya menggunakan loyang khusus chiffon.

Loyang ini berlubang di tengah, alasnya bisa dilepas dan memiliki kaki. Ada juga siy loyang chiffon yang tidak memiliki kaki. Apa sebenarnya fungsi kaki pada loyang ini?

Keunikan Chiffon Cake adalah ketika kue sudah matang, maka loyang yang berisi kue yang sudah matang itu harus segera dikeluarkan dan dibalik di atas meja. Itu sebabnya dinding loyang chiffon ini tidak boleh diolesin mentega atau margarin supaya kuenya gak merosot waktu loyang dibalik.

Kaki pada loyang menahan agar puncak chiffon yang biasanya membumbung dan merekah bersentuhan dengan meja dan sekaligus memberi ruang sirkulasi udara. Kalau menggunakan loyang yang tidak ada kakinya, maka loyang chiffon harus diberdirikan di leher botol. Caranya masukkan bagian tengah loyang yang berlubang ke leher botol, dan biarkan loyang dalam keadaan seperti itu sampai dingin.

Saat pemakaian loyang ini, terkadang terjadi kebocoran. Bocor ini wajar sebab alas bawah loyang chiffon bisa dilepas sehingga memungkinkan adonan meleleh keluar bisa celahnya terlalu lebar atau adonan terlalu encer. Untuk mencegah adonan bocor menetes ke oven, maka sebaiknya saat dipakai, loyang chiffon ini diletakkan di atas loyang datar sebagai alasnya. Jadi kalau pun bocor, gak netes ke oven.

Kalau kebocorannya rada parah, sebelum berpikir untuk membuang loyang chiffon Anda, ada cara lain yaitu dengan membungkus bagian luar loyang dengan aluminium foil. Jadi kebocoran adonan bisa teratasi.

Artikel ini sudah dibaca 6062 kali. Semoga bermanfaat :D

Originally posted 2011-01-18 21:29:11.

  • wuri

    mbak, mau beli loyang chiffon yang seperti punya mbak di mana..?

  • Rizki`

    mbak kalau ke titan kelapa gading cari loyang chiffon yang bukan 24 cm deh aku sj nemu yg 25 cm teflon pulak

  • Meer

    Mba,
    Aku masih bingung…Kenapa chiffon yang telah dipanggang harus segera dikeluarkan dan dibalik? Supaya apa? Dan apa gpp kalo permukaan chiffon yang dibalik itu kena meja? Trus kenapa yaaaa kalo udah dingin, chiffon malah keliatan miring permukaannya?
    Makasih Mba atas jawabannya…

    • http://www.cakefever.com cakefever

      klo gak dibalik nanti chiffonnya kempes. Dinding loyang chiffon gak boleh dioles mentega, karena chiffonnya akan memanjat dinding loyang ketika dipanggang. Supaya chiffon yang sudah cape-cape manjat dinding loyang itu gak jatuh terpeleset lagi, maka loyangnya dibalik :) Itulah sebabnya mengapa harus pakai loyang khusus chiffon yang punya kaki atau kalau tidak punya kaki, harus punya bagian tengah yang bisa dimasukkan ke mulut botol.

      Kalo miring, itu artinya panas di dalam oven tidak rata, shg kuenya mengembang sebagian …

      • Meer

        Makasih banyak yaaaa….

  • Christine

    Horay.. Jadi chiffon pandanku,tapi lha kok pas dingin jd berbentuk u bagian atasnya? Lha kenapa? Pas dioven naik kya huruf n,trus mau mateng rata,eh dikeluarin jd jeglong.. Kenapa donk mbk Fer??

    • Angeline

      Mbak Christine… aku pernah baca di salah satu site, bahwa masalah kue chiffon dingin yang jeglog itu karena waktu dipanggang suhunya terlalu tinggi. Jadi kuenya naik terlalu cepat, sampai dasarnyapun ikut naik seperti balon… nah begitu dingin, dia akan “kempes” karena kuenya matang (naik) tidak rata, tapi karena di “karbit”…

      Aku sendiri juga pernah ngalamin ini beberapa kali sampai bingung… dan tiap oven berbeda, jadi kita harus mengenalinya dulu?…

  • Christine

    Mba.. Ak perna cm 1x test buat chiffon. Eh hasilnya kurang bgs. Kan lengket kuenya,lha ga bs ku keruk di tengahnya yg mau kebawah kaya L gt kan. Samping n bwh g masalah,cuma di dlm tengah itu repot keruk pake pisau,kue jd rusak kan kecil lingkarannya. Gmn ya mbk?? Ak msh kapok buat chiffon.

    Ada yg pny resep chiffon pth telur nda ya? Bagi dong, , ,

  • Suraedah MR

    Awww, salam kenal mba Fe…ijin nge link y. Makasih